
"Mau kemana?" tanya Alva saat Ceila beranjak dari tempat duduknya
"Balik kelas lah, udah pergantian jam" jawab Ceila
Alva ikut beranjak "Ayok gue anter"
"Hah? Apaan sih? Nggak perlu, gue bis- eh, tunggu Alva!!" teriak Ceila karna Alva berjalan lebih dulu dan dia menyusul "Alva stop!! Lo apaan sih? Gue bisa ke kelas sendiri"
"Gue cuma mau pastiin lo masuk kelas"
"Gue nggak pernah bolos mata pelajaran yang lain, cuma Geografi dan ini yang terakhir"
"Kalo gitu nggak masalah dong gue anter ke kelas"
Ceila mendengus kesal "Serah lo deh" berjalan lebih dulu di ikuti oleh Alva
Saat berada di depan gudang Ceila menghentikan langkah kakinya, ia mendengar suara dari dalam gudang
"Kenapa berenti?" tanya Alva
Tanpa menjawab Ceila mendekati pintu dan langsung menendangnya
Brakk...
Sontak semua orang yang ada di dalam gudang melihat ke arah Ceila dan Alva. Tiga gadis beringsut mundur begitu pun dengan satu gadis yang menjadi korban, saat Ceila dan Alva mendekat, raut ketakutan sangat terlihat dari ke empat gadis itu.
"Ngapain lo pada?" tanya Michelle datar
"Ki-kita nggak ngapa-ngapain kok" jawab salah satu dari tiga gadis itu dengan gugup
"Oh ya" Ceila mendekati gadis culun yang penampilannya terlihat kacau, mata sembab, pipi memerah, sebagian rambut basah, seragam lepek dan berantakan "Ini yang kalian bilang nggak ngapa-ngapain?" tanyanya dengan menatap tajam pada ketiga gadis lainnya
"Gue rasa kalian masih inget apa yang terjadi sama Riko dan temen-temennya? Kalo kalian nggak mau ngalamin hal yang sama, pergi dan jangan ganggu dia lagi" peringatnya dengan tajam
Ketiga gadis itu langsung keluar dari gudang dengan wajah yang pucat, mereka sangat takut begitu mendengar nama salah satu the most wanted sekolah yang mengalami cidera parah dan penyebabnya adalah Ceila.
"Ma-makasih kak Ceila" ucap gadis yang menjadi korban buly dengan pelan
"Lo tau naman gue?" tanya Ceila
"Satu sekolahan juga tau nama kakak"
"Segitu terkenalnya gue" narsis Ceila
"Terkenal jadi bar-bar aja bangga" cibir Alva
"Biarin yang perting terkenal, lagi pula bar-bar gue nggak ngebuly orang, yuk gue anter ke UKS" ucap Ceila menggandeng tangan gadis yang belum ia ketahui namanya
*****
"Lo apain anak orang, Cei?" tanya Dewa penjaga UKS saat mereka sampai
"Bukan gue" jawab Ceila "Gue nggak mungkin mukul orang yang nggak bersalah, model beginian lagi"
"Lah trus ini apa?"
"Korban buly, urusan lo sekarang, gue ke kelas dulu"
"Eh tunggu, kalian pacaran ya?"
Ceila mendengus, ia sangat bosan mendengar pertanyaan ini "Bukan"
"Ngaku aja deh, orang nempel gitu, kemana - kemana berduaan mulu"
"Lo mau muka lo yang putih ini berubah jadi merah semua" ancam Ceila
"Kalo merah karna lipstik mah, gue rela" goda Dewa
"Sialan!! Udah ah gue balik, obatin yang bener" UKS ucap Ceila kemudian keluar dari
"eh pak Ketos, kalian beneran pacaran kan?"
"Terserah apa yang ada di pikiran lo" jawab Alva datar lalu meninggalkan Dewa yang menggerutu kesal karna tak mendapat jawaban yang pasti
*****
Alva menoleh ke Hitto saat pria itu menyikutnya "Siapa tuh yang duduk di sebelah bini lo?" tanyanya
Sontak Alva, Gio dan Randy melihat meja yang di tunjuk Hitto, di sana ada Ceila, sahabatnya dan satu pria asing sedang makan.
"Aldi Mahendra, anak IPA 3 plus anak basket" ucap Gio
"Anak basket? Kok gue nggak pernah liat?" tanya Alva
"Anak baru, kemarin waktu lo nggak latihan dia masuk" jawab Randy "Mereka akrab banget kayaknya"
"Samperin sana" ucap Gio sambil menepuk pundak Alva kemudian pergi bersama Hitto dan Randy
__ADS_1
"Sstt... Alva" bisik Fanya
Belum sempat Ceila menoleh sang suami itu sudah duduk di sebelahnya "
"Makanan lo mana?"
"Ini" Alva menarik piring nasi goreng Ceila
"Ini punya gue"
"Satu piring berdua, biar sweet"
"Bilang aja nggak mau ngeluarin duit, dasar pelit" cibir Ceila
"Kalian pacaran?" tanya Aldi
Untuk kesekian kalinya Ceila mendengus mendengar pertanyaan ini, dalam satu sudah dua kali dirinya mendapat pertanyaan yang sama
"Iya" jawab Alva cepat
"Oh, yaudah Cei, gue duluan ya" Aldi beranjak setelah mendapat anggukan
"Lo kenapa sih bilang kalo kita pacaran?"
"Dari pada gue bilang kita udah nikah" jawab Alva santai
"Cemburu pak?"
"Kalo iya kenapa?"
"Ya - ya nggak papa" jawab Ceila gugup
Alvin mendekatkan wajahnya pada Ceila membuat gadis itu semakin gugup "Jangan deket-deket sama cowok lain, gue nggak suka"
"Ekhem..." deheman Elang menyentak keduanya
"Kita ini orang bukan pohon" sindir Satya
Ceila berdehem untuk menetralkan detak jantungnya "Oh ya, lusa Cafe gue ngeluncurin menu baru, dateng ya"
"Pasti!!" seru para sahabatnya
"Ajak temen-temen lo sekalian" tambah Ceila pada Alva
"Oke, ntar gue kasih tau"
Leo
"Mau ngapain?"
Leo memberi kode yang hanya mereka saja yang tau
"Ngumpul lah, udah lama nih" jawab Satya
"Vaa, ke ruang Osis sekarang, ada rapat" ucap Gio yang tiba-tiba dateng
"Oke" balas Alva lalu menoleh pada Ceila "Gue duluan, pulang sekolah tungguin gue"
"Iyah"
Alva beranjak pergi bersama Gio
"Lo belom cerita sama dia?" tanya Elang
"Gue nggak tau mulai dari mana"
"Di makam" celetuk Satya dan semua langsung menatapnya "Maksud gue lo ajak di ke pemakaman, baru cerita"
"Gue setuju sih" sahut Caca di timpali anggukan dari Fanya
Ceila menghela nafas berat "Oke, gue coba cerita"
******
"Apaan sih?" kesal Ceila karna sedari tadi Alva menoel-noel pipinya
"Senyum nggak usah cemberut gitu" ucap Alva dengan tangan yang masih menoel pipi istrinya
"Gue kesel sama lo, gue nunggu hampir 1 jam dan lo enak-enakan ngobrol, ketawa-ketiwi sama temen cewek lo itu, lo pikir nggak panas apa nunggu di bawah matahari"
"Iya gue minta maaf, maaf ya"
"Bodo, singkirin tangan lo dari muka gue" Ceila memukul lengan Alva
"Aw.. Aw.. Sakit, Cei gue lagi ngetir nih, bahaya"
"Bodo amat"
__ADS_1
Ciit...
Bugh...
"Aduh... Jidat gue.. Sengaja lo ya"
"Maaf, gue nggak sengaja" Alva mengusap jidat Ceila "Tuh ada yang berenti tiba-tiba"
Ceila menoleh ke beberapa orang yang menghadang mobilnya "Naufan" gumamnya setelah melihat salah satu dari mereka membuka helm
"Mereka siapa?" tanya Alva
"Musuh gue"
Naufan tersenyum miring melihat Ceila dan Alva keluar dari mobil "Ceila Anastasya, apa kabar? Lama nggak ketemu gue jadi kangen"
"Mau apa lo?" tanya Ceila dengan tajam
"Heh, masih galak aja, tapi nggak papa gue tetep suka kok" Naufan mengedipkan sebelah matanya
"Cih, gue nggak punya banyak waktu buat ngeladenin orang kayak lo"
"Oke, gue ke sini di suruh sama Jeni, untuk ngebunuh dia" jelas Naufan menunjuk Alva
Ceila menoleh pada Alva sebentar lalu kembali menatap Naufan "Ada hubungan apa lo sama Jeni?"
"Hm.. Kamu nggak usah cemburu gitu sayang, aku cuma bantuin dia kok nggak lebih, hati aku tetep buat kamu" jawab Naufan dengan lembut
"Gue muak liat muka lo, pergi kalian semua"
"Eits, nggak bisa gitu, tugas kita belom selesai"
"Mau aja lo di suruh-suruh sama Jeni"
"Apa pun untuk dapetin lo"
"Lo nggak akan pernah dapetin gue"
"Kalian mau nyawa gue?" tanya Alva sambil melangkah "Ayok ambil"
"Wah-wah, laki lo berani juga"
Naufan memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang namun baru satu langkah kedatangan Elang dan yang lain menghentikan mereka.
Hal itu membuat Naufan tersenyum miring, ia tetap menyuruh anak buahnya maju dan selanjutnya terjadilah baku hantam.
Cukup lama baku hantam itu terjadi, karna memang tempat itu sepi jadi tidak ada orang yang melerai. Hingga akhirnya Naufan kualahan dan menyuruh anak buahnya mundur, Satya ingin mengejar tapi langsung di tahan oleh Leo dan Devon.
"Pengecut!!" teriak Satya
"Tahan Sat" ucap Devon
"Hari ini cukup, simpen tenaga lo" timpal
Ketiganya menghampiri Ceila dan lainnya yang sedang bersandar di mobil dan terdampar di aspal
"Lo pada kok bisa dateng?" tanya Ceila sambil mengatur nafasnya
Mereka menunjuk Baim "Gue nggak sengaja aja lewat, trus ngeliat kalian, yaudah gue kasih tau mereka buat dateng" jelasnya
"Thanks"
"Nggak ada kata makasih untuk saudara" balas Riyan
Ceila mengangguk kemudian pada pemuda di sebelahnya yang tampak menahan sakit "Lo nggak papa?"
"Nggak papa"
"Tapi muka lo"
"Sshh..."
"Eh sorry-sorry, ayok pulang" ucap Ceila di angguki Alva "Ke rumah gue"
Semua mengangguk kemudian beranjak.
...----------------...
MAAF YAH BARU UP KEMBALI
BANYAK KERJAAN SOALNYA.
TAPI HARI INI AUTHOR KASIH
2 BAB DULU AJA.
TETAP SEMANGAT MEMBACANYA JAGAN PERNAH BOSAN YAH 😁
__ADS_1