Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis

Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis
bagian-19


__ADS_3

...----------------...


......................


Seusai keluarganya pergi, Alva kembali ke kamar inap sang istri, berjalan mendekati ranjang dan duduk di kursi sebelah ranjang. la melirik ke bagian perut Ceila, tepat di mana peluru itu mendarat.


"Haus"


Alva menoleh ke sumber suara, terlihat mata Ceila terbuka dan mengerjap beberapa kali


"Alva!! Gue haus" ucap Ceila lagi karna Alva hanya diam


"Oh... Iya"


Alva langsung mengambil segelas air yang ada di atas nakas dan memberikannya pada Ceila.


Ceila menghela nafas perlahan selesai minum "Sshh..." ringisnya


"Sakit banget ya?" tanya Alva


Ceila menggeleng "Nggak, biasa aja"


"Maaf"


"Buat apa?"


"Karna nggak bisa jagain lo, gue udah janji buat ngelindungin lo, tap-"


"Udahlah nggak usah di bahas" potong Ceila "Gue nggak papa kok, udah biasa, ini sih belum seberapa, gue pernah ngalamain yang lebih parah"


"Lebih parah? Apa?"


"Ketusuk" Ceila terkekeh pelan melihat Alva meringis ngeri "Gue bercanda, ya kali ketusuk siihhh.....


"Kualat kan lo boongin gue" ucap Alva "Siapa yang boong, gue cuma bercanda"


"Bercandaan lo nggak lucu"


"Yaudah sih"


Alva mengelus perut bagian kiri Ceiladengan perlahan, Ceila memperhatikan kegiatan suaminya itu "Gue nggak papa, tidur sana udah malem"


"Belom ngantuk"


"Belom ngantuk apanya, mata lo udah kerlap kerlip gitu, gue juga liat lo nguap 2x, udahlah sana tidur"


Alva menggeleng sambil melipat kedua tangannya "Nggak, gue tidur setelah lo tidur"


Ceila perlahan menggeser tubuhnya "Naik sini" menepuk - nepuk sisi kanannya


"Mau ngapain?"


"Tidur sini bareng gue"


"Tapi-"


"Gue kan lagi sakit, jadi gue mau di peluk" potong Ceila pelan sambil meraih tangan Alva


Alva tersenyum "Dasar manja" mencubit pelan hidung istrinya kemudian berdiri, berjalan memutari ranjang dan merebahkan diri di samping Ceila


Ceila menggigit bibir bawahnya sambil memalingkan wajahnya yang memerah


"Katanya mau di peluk, hadap sini dong" ucap Alva yang sudah berbaring menyamping menghadap Ceila

__ADS_1


"Luka gue itu masih basah, gerak dikit aja jahitannya bisa robek" balas Ceila


"Maksud gue muka lo"


"Gue tetep gini, tangan lo aja yang kesini"


Tangan Alva meraih wajah Ceila untuk menghadapnya, lalu beralih turun ke perut perlahan agar tidak mengenai bagian yang tertembak.


Ceila menatap wajah Alva yang hanya berjarak satu jengkal 'Sejak kapan nih anak jadi ganteng?'


Cup


la menahan nafas saat satu kecupan mendarat di dahinya


"Selamat malam"


"Se-selamat malam" balas Ceila terbata-bata


"Tidur, jangan ngeliatin muka gue, gue tau gue ganteng" ucap Alva tersenyum


"Cih, narsis"


Ceila mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar lalu memejamkan matanya perlahan, Alva pun ikut memejamkan mata.


Mona tersenyum bahagia begitu melihat putri dan menantunya tidur saling berpelukan. Perlahan ia mendekat dan membangunkan sang menantu.


...----------------...


Alva membuka mata dan di lihatnya sang mertua tersenyum padanya "Mami, kapan dateng?"


"Barusan kok, ayo bangun, kamu harus sekolah, Mami udah bawain seragam kamu" ucap Mona melirik paper bag yang di letakkan di atas nakas


Alva turun dari ranjang secara pelan-pelan agar tidak mengganggu tidur Ceila "Makasih Mi, Alva mandi dulu" setelah mendapat anggukan anggukan ia berjalan ke kamar mandi


"Mami!!"...


"Masih agak nyeri, tapi nggak papa kok, kata dokter lukanya nggak terlalu parah, Mi" jelas Ceila kemudian meraih tangan wanita yang sangat ia cintai dan menciumnya


"Maafin Cei ya, Cei selalu bikin Mami khawatir, bikin Mami marah-marah dan bikin Mami nangis, maaf"


Mona tersenyum dan mengusap pucuk kepala putrinya dengan lembut, sekuat mungkin menahan air mata yang akan jatuh. Ia mencium kening Ceila dengan lembut, menyalurkan rasa sayangnya.


"Jangan di ulangi ya sayang, Mami takut kehilangan kamu, Mami nggak mau kamu kenapa-kenapa, kamu satu-satunya putri kesayangan Mami"


"Iya Mi, Cei janji akan jaga diri"


"Mami jangan khawatir, Alva akan selalu jagain Cei...!! sahut Alva yang baru saja keluar dari kamar mandi


Kedua wanita itu menoleh pada Alva yang berjalan mendekat


Mona tersenyum "Mami titip Cei ya, jagain baik-baik"


"Emangnya Cei barang, di titip"


"Pasti Mi" balas Alva "Kalo gitu Alva berangkat sekolah dulu"


"Lo nggak sarapan?"


"Ntar di sekolah aja" jawab Alva lalu mencium punggung tangan Mona dan ingin mencium Ceila namun di hadang


"Mau ngapain lo?"


"Mau cium lo"

__ADS_1


"Nggak usah, langsung pergi aja sana" tolak Ceila


Alva melipat kedua tangannya "Mami, Alva mau tanya, apa hukumnya seorang istri nolak suami"


"Yaa dosa lah" jawab Mona


Alva menaikkan satu alisnya


"Apaan sih?"


"Emang kenapa sih? Alva kan suami kamu, sah-sah aja dong"


Ceilamemalingkan wajahnya dan menghela nafas "Terserah"


Alva tersenyum menang, lalu mencondongkan tubuhnya untuk mencium pipi sang istri "Cepat sembuh"


"Hmm"


"Alva berangkat dulu, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Cieee... Yang abis di cium, pipinya merah gitu" goda Mona sambil menusuk-nusuk pipi putrinya dengan telunjuk


"His, apaan sih, Mi" Ceila menepis tangan Mona "Lagian Mami sih, ikut-ikutan"


"Sama suami sendiri"


"Tapi tetep aja Mi malu, kan belum terbiasa"


"Nanti kalo udah biasa pasti kamu duluan yang minya di cium, bahkan lebih"


"His Mami, udah ah"Ceila menutup telinganya sambil melihat Mona yang terkekeh "Cei laper, mau makan"


"Kamu mau makan apa?"


"Apa aja asal jangan bubur"


"Yaudah, kamu tunggu di sini, Mami beli makan dulu" ucap Mona di angguki Ceila, kemudian pergi keluar dari kamar


Ceila menghela nafas perlahan sambil menahan rasa nyeri di bagian perutnya. Tangannya terangkat menyentuh pipinya yang kembali memanas saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


"Kenapa dia bisa kayak gitu ya? Perasaan dulu nggak deh, aduh.... Gue kenapa sih?" Michelle menutup wajahnya yang semakin memerah


Kring.... Kring.... Kring....


Ceila menoleh pada ponselnya yang berdering di atas nakas, dengan pelan ia meraih benda pipih itu


"Hm"


"Pelakunya udah kita tangkep"


"Tahan sampe gue sembuh"


"Baik"


"Jangan sentuh dia"


"Baik"


Ceila kembali meletakan ponselnya di atas Malas.!


...----------------...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2