
...----------------...
...****************...
...----------------...
Ana masuk ke dalam kamar anak dan menantunya dengan membawa nampan berisi sepiring nasi goreng dan segelas susu putih hangat, meletakkannya di atas nakas, ia duduk di pinggir ranjang.
"Gimana keadaan kamu?" tanya Ana lembut
"Cei baik-baik aja Bunda, Bunda jangan khawatir ya" jawab Ceila tersenyum
"Bunda minta maaf ya, gara-gara Bunda kamu jadi kayak gini"
"Bunda jangan nyalahin diri gitu, ini juga salah Cei, karna Icel nggak kasih tau Bunda kalo Cei alergi seafood, Bunda jangan sedih ya"
Ana mengangguk dan tersenyum "Bunda bawain sarapan, kamu makan ya"
"Iya Bun, nanti Cei makan"
"Alva mana?"
"Lagi mandi"
"Oh... Yaudah kalo gitu Bunda keluar dulu"
Ceila mengangguk "Makasih ya sarapannya" Bunda
"Sama-sama sayang, cepat sembuh ya" Ana mencium kening menantunya kemudian keluar dari kamar
"Bunda" jawab Ceila singkat sambil memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya
"Tadi Bunda ke sini?"
"Iya, waktu lo mandi"
"Gue ke sekolah dulu" ucap Alva yang di balas dengan anggukan "Baik-baik di rumah, jangan nakal, turutin apa kata Bunda" tuturnya
"Bawel lo, pergi - pergi aja"
Cup
"Cepat sembuh" ucap Alva kemudian keluar dari kamar.
Ceila tak merespon, badannya mematung di atas tempat tidur, tangannya bergerak menyentuh pipi bekas ciuman Alva dan tangan yang satunya memegang dada
"Jantung gue"
Elang dan Satya berjalan ke arah Fanya, Caca dan Leo di parkiran mobil
"Gimana?" tanya Fanya
"Beres, kita udah kasih tau satpamnya" jawab Satya, semua mengangguk
"Ceila mana?" tanya Elang
"Nggak tau" jawab Caca
"Masih di jalan kali, dia kan bareng Alva
__ADS_1
"Panjang umur, tuh anaknya" ujar Satya sambil menunjuk, semua menoleh "Tapi sendirian"
"Mungkin Ceila naik mobil" ujar Fanya
Ting....
Caca merogoh sakunya mengeluarkan ponsel, satu notif dari wa "Dari Cei" ucapnya
"Dia bilang apa?" tanya Elang
"Dia nggak masuk, sakit katanya"
"Sakit apaan?" timpal Fanya
"Alerginya kambuh"
"Yaudah ayok masuk, pulang sekolah kita jenguk dia" ucap Satya
Semua mengangguk kemudian berjalan bersama menuju kelas
....
"Tumben berangkat sendirian, bini lo mana?" tanya Randy di sela-sela jalan mereka menuju kelas
"Ada di rumah" jawab Alva
"Dia nggak sekolah?" timpal Hitto yang jawab dengan gelengan di
"Lah kenapa?" sahut Gio
"Lagi sakit"
"Meskipun bar-bar, dia kan tetap manusia" sahut Hitto "Eh ngomong-ngomong sakit apa?"
"Dia alergi seafood, trus tadi malam nggak sengaja makan seafood, ya jadi alerginya kambuh" jelas Alva yang di respon anggukan paham dari ke tiga pria itu
"Gimana kalo pulang sekolah kita jengukin dia? Boleh kan Va?" tanya Gio, Hitto dan Randy menoleh ke Alva menunggu jawaban dari pria itu
"Boleh - boleh aja, tapi ke rumah Bunda ya, gue sama dia tinggal di sana" jawab Alva
"Oke!!" balas ke tiga pria itu.
...----------------...
Ceklek.....
Ceklek.....
Pintu kamar mandi dan pintu kamar terbuka di waktu bersamaan, memunculkan pasutri muda yang saling tatap.
"Gimana keadaan lo?" tanya Alva seraya berjalan ke arah rak untuk meletakkan tasnya
Ceila berjalan ke arah ranjang sambil menjawab "Udah baikan"
"Ada mereka di bawah"
mereka siapa!!!!
"Temen lo sama temen gue"
__ADS_1
"Ngapain mereka ke sini?"
"Jengukin lo lah"
Ceila mengangguk kemudian hendak keluar kamar
"Mau kemana?" sahut Alva
Ceila berbalik "Ke bawah lah nemuin mereka"
"Tungguin gue" balas Alva langsung masuk ke dalam kamar mandi
Padahal Ceila ingin protes, jadinya ia duduk di pinggir ranjang.
Beberapa waktu berikutnya pintu kamar mandi, Ceila menoleh kemudian dengan cepat memalingkan wajahnya.
"Kenapa lo?" tanya Alva
"Bisa nggak sih lo pakek baju di kamar mandi aja" ketus Ceila
"Emang kenapa?"
"Perut lo terlalu ****" jawab Ceila pelan nyaris tak terdengar
"Apa lo bilang?"
"Nggak ada, cepet lo pakek baju"
Ceila masih memalingkan wajahnya sambil memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya "Vaa!!"
"Hm" sahut Alva yang masih mengenakan pakaiannya
Ceila merubah atensi ke arah kakinya yang saling bergesekan "Emm... Vaa"
"Apasih?" tanya Alva yang kini sudah duduk di sebelah istrinya
"Emm.... Soal yang telfon waktu itu" Ceila menoleh ke Alva dengan ragu "Gue janji akan cerita, tapi nggak sekarang, gue butuh waktu"
Alva menghela nafas "Kita nikah karna di jodohin, masih butuh waktu untuk penyesuaian, jadi gue ngerti kok"
"Serius lo?" mendapat jawaban sebuah anggukan, membuat Ceila menghela nafas lega "Makasih ya"
"Jangan lama-lama tapi, ke buru gue mati duluan"
Ceila tersenyum dan mengangguk sambil menatap Alva 'Ternyata dia nggak seburuk yang gue kira'
"Cei!!" panggil Alva sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Ceila membuatnya tersadsar
"Ha... Iya apa?"
"Kenapa bengong?"
"Nggak papa"
"Ayok turun"
"Iyah"
...----------------...
__ADS_1
...****************...