Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis

Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis
Bagian 28 - Tidak Suka


__ADS_3

Ceila menoleh ke pintu saat mendengar suara ketukan "Iya bentar!!"


ceklek


"Lama banget bukanya, ngapain aja di dalam?"


"Tanpa gue kasih lo juga tau gue ngapain, ada apa?"


Alva mengangguk, benar juga mereka sudah berada di dalam kamar yang sama selama hampir 5 bulan lebih "Gue mau ngajak Lo sarapan"


"Bentar, gue ambil hp dulu" Ceila masuk kamar dan tak lama ia kembali dengan handphone dan slimbagnya "Yuk!!"


"Alva!!"


Ceila memutar bola matanya setelah melihat seseorang yang memanggil suaminya itu


"Apa?" tanya Alva


"Lo mau ke mana?" Sesil berbalik tanya


"Gue mau sarapan bareng Ceila"


"Boleh gabung nggak, gue di tinggal sama temen gue yang lainnya"


Alva menoleh pada Ceila "Gimana?"


"Terserah" jawab Ceila acuh


Sesil tersenyum "Yuk!" ia hendak meraih tangan Alva namun pemuda itu lebih dulu merangkul Ceila dan berjalan duluan, dengan kesal Sesil mengikuti dari belakang.


"Vin! kita sarapan di resto itu aja yuk" ucap Sesil


Alva dan Ceila melihat pada resto yang di tunjuk "Resto itu semua menunya seafood" ucap Alva


"Ya bagus dong, lo kan suka seafood"


"Tapi Ceila alergi seafood, kita cari tempat lain aja"


"Gue lagi pengen makan seafood, kita ke sana ya" pinta Sesil dengan wajah yang di buat imut tapi malah membuat pasutri itu geli.


"Yaudah lo aja makan sendiri sana, ayok!" Alva menarik tangan Ceila untuk mencari resto yang lain, meninggalkan Sesil


"Alva! tapi kan gue mau sarapan bareng lo!" teriak Sesil yang tak di hiraukan "Awas aja, gue akan bikin perhitungan"


"Kita berangkatnya jam berapa?" tanya Ceila sambil memakan bubur di depannya


Alva melirik jam yang melingkar di tangannya "Sekitar 1 jam lagi"


"Rutenya ke mana?"


"Kita ke tempat yang jauh dulu, baru nanti perlahan balik ke hotel"


"Kenapa nggak dari hotel aja?"


"Semuanya udah di perhitungin, kalo dari hotel terlalu banyak makan waktu, targetnya sebelum 3 hari udah selesai"


Ceila menghela nafas berat, mendengar penjelasan dari Alva saja dirinya sudah merasa lelah, apa lagi di lakuin amat sangat melelahkan, kegiatan ini bukan untuk Ceila.


"Makanya nggak usah ikut, kegiatan kayak gini bukan lo banget" ucap Alva

__ADS_1


"Gue ikut juga terpaksa"


"Ciee... yang khawatair sama gue"


"Dih nggak usah ge-er" elak Ceila


"Alah ngaku aja deh, kalo sebenarnya lo khawatirkan sama gue"


"Gue itu cuma nggak mau di repotin sama lo, kalo seandainya tiba-tiba musuh gue nyerang lo, trus lo masuk rumah sakit, trus gue harus ngurusin lo, dih ogah"


"Segitu lemahnya gue di mata lo"


Ceila terdiam mendengar ucapan Alva barusan, dia tidak bermaksud sepeti itu, hanya saja dia mengelak untuk mengiyakan jika ia sangat khawatir pada suaminya itu.


"Maksud gue, mus-"


"Kita balik ke hotel sekarang, siap-siap berangkat" Alva berdiri dan meninggalkan meja


"Vaa! dengerin gue dulu!!" Ceila menghela nafas lalu menyusul Alva


Ceila berlari kecil berusaha menyamai langkahnya dengan Alva "Alva tunggu dong, capek nih"


"Gitu doang masa capek, biasanya juga tawuran"


"Beda cerita itu mah"


Ceila menghentikan langkahnya "lya gue khawatir sama lo!!" teriaknya


Alva berhenti berjalan namun tidak berbalik, ia tersenyum mendengar perkataan sang istri selanjutnya


"Gue takut lo kenapa-kenapa, gue nggak mau lo luka, gue khawatir sama lo!!"


Ceila menatap punggung suaminya yang terdiam di tempat, ia kembali ingin mengejar Alva saat pemuda itu melanjutkan langkahnya namun


"Aww.... sshh...." Ceila meringis kecil dan merasakan perih di lututnya, ia melihat Alva yang juga melihat ke arahnya tanpa berniat membantu, bahkan Ceila memberikan tatapan memelas namun tak ada reaksi dari suaminya itu


Alva berbalik dan ingin melangkah tapi terhenti saat mendegar


"Ceila lo nggak papa?"


Ceila mendongak "Aldi"


"Sini gue bantu" Aldi mengulurkan tangannya


Ceila menyambut tangan pemuda di depannya itu dan berusaha berdiri "Makasih"


"Lo nggak papa? ada yang sakit? hmm"


"Nggak, gue nggak papa"


"Tapi itu lutut lo berdarah"


Ceila melihat lututnya yang mengeluarkan cairan kental berwarna merah "Nggak papa, ini cuma luka kecil"


"Walaupun luka kecil tetep aja harus di obati, gue obatin ya"


"Nggak usah" sahut Alva yang langsung menggenggam tangan Ceila "Kita duluan" ucapnya kemudian menarik tangan istrinya itu yang melambaikan tangan satunya pada Aldi sebagai tanda pamit "Nggak usah di dadain, dia bukan orang penting"


Ceila menoleh "Emangnya kenapa?"

__ADS_1


"Gue nggak suka"


"Cemburu pak?"


"Iya gue cemburu dan gue nggak suka lo deket-deket sama cowok lain" jawab Alva sambil menatap Ceila dengan intens


Di tatap seperti itu jantung Ceila berdetak lebih cepat, nafasnya pun seakan-akan berhenti berhembus, dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dan berusaha mengatur nafasnya


"Katanya mau siap-siap, ayok balik ke hotel" ucap Ceila yang kemudian berjalan lebih dulu


Alva tertawa kecil melihat tingkah lucu istrinya itu


Sepulang dari kegiatan yang menguras tenaga, Ceila menghempaskan tubuhnya ke kasur "Hah! satu hari aja capeknya kayak gini, gimana tiga hari atau tiap tahun" keluhnya


"Kok bisa ya mereka betah ngerjain ini tiap tahun, gue yang baru satu hari aja, rasanya mau pulang, tidur di rumah, hah!"


tok.... tok.... tok....


Ceila menoleh ke arah pintu "Siapa sih, ganggu aja orang lagi rebahan"


ceklek


"Lo? ngapain?"


"Gue bosen di kamar, lo mau nggak nemenin gue jalan-jalan?" Tanya Aldi


"Sorry gue capek banget, emangnya lo nggak capek?"


"Capek sih?" Aldi menggaruk tengkuknya "Tapi katanya kalo mita lagi capek, jalan-jalan bisa bikin capek kita berkurang"


Ceila mengangkat sebelah alisnya "Bukannya tambah capek ya?"


"Nggak itu salah, justru kalo kelamaan di kamar itu yang bisa bikin capek"


"Ada-ada aja Lo, yaudah ayok"


'Yes' batin Aldi


Sepasang mata menatap kepergian mereka


"Ceii-" panggil Aldi di sela jalan mereka


"Hmm"


Aldi menggaruk tenggkuknya "Em... em...


itu"


"Apasih? lo mau ngomong apa?"


"Gue mau nanya, em... sebenarnya hubungan lo sama Alva itu apa sih?"


Ceila mengehentikan langkahnya dan menghadap pada Aldi yang juga menghadapnya "Kenapa lo tiba-tiba nanya kayak gitu?"


"Ya nggak papa, pengen tau aja, kalian kan nempel gitu"


Ceila terdiam, bingung ingin menjawab apa "Gue sama Alva itu... em... kita itu...."


"Kita pacaran"

__ADS_1


Keduanya menoleh


Alva berjalan mendekat kemudian merangkul tubuh istrinya itu "Gue sama Ceila pacaran, jadi lo" ia menunjuk Aldi "Jangan deket-deket sama Ceila" setelah mengatakan itu ia menarik Ceila untuk pergi.


__ADS_2