Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 14


__ADS_3

Setelah drama di pagi hari , kini meraka tengah berada di meja makan untuk sarapan.


" Audi hari ini kamu acaranya ngapain?" tanya mama Mila.


" Kerumah sakit dulu, siangnya baru aku keresto." sahut Audi menyuapkan nasi ke mulutnya.


" Kalau gitu mama ikut ya kerumah sakit, mama mau jenguk Rania." ujar mama Mila.


" Iya ma." ucap Audi setelah menelan makanannya.


Rumah sakit.


" Gimana keadaan kamu sekarang Rania?" tanya mama Mila.


" Sudah agak mendingan tante, sekarang tubuhku rasanya lebih bertenaga dari sebelumnya yang rasanya sangat lemas." sahit Rania.


" Kamu harus terus semangat, Agar kamu cepat keluar dari tempat ini. Dan tante yakin sepertinya kamu sudah tidak betah disini." ucap mama Mila menebak.


" Iya tante bener banget, aku udah sangat bosan berada disini." ujar Rania cemberut.


" Sudah nggak usah cemberut gitu, nanti cantiknya hilang loh!" Audi ikut meninpali pembicaraan.


" Oh ya Rania, ini tante bawain kue buat kamu semoga kamu suka ya."ucap mama Mila menyerahkan paper bag pada Rania.


" Terima kasih tante." ujar Rania tersenyum.


***


Dua minggu kemudian


Hari ini Rania sudah diijinkan pulang. Setelah kemarin dia sudah dinyatan sembuh oleh Dokter walaupun masih butuh istirahat yang cukup.

__ADS_1


Dave dan Audi yang akan menjemput Rania di rumah sakit.


" Akhirnya, Aku keluar juga dari tempat membosankan itu!" ucap Rania bahagia, Setelah sampai di rumahnya


" Iya selamat ya dek," ucap Audi ikut senang bisa melihat adik kesayangannya kembali ceria.


" Aku nggak pernah menyangka hari ini akan ada, hari dimana aku dinyatakan sembuh. Padahal aku sebelumnya sudah pasrah jika tuhan akan segera memanggilku. Dan sekarang aku percaya kalau keajaiban itu benar adanya," ucap Rania sendu, mengingat jalan hidupnya beberapa bulan belakangan ini.


Audi memeluk Rania yang menangis mengusap punggungnya memberi ketenangan.


" Sekarang buka lembaran baru hidup kamu, jadikan masa-masa yang sudah kamu lewati sebagai sebuah pelajaran, Dan jangan pernah menyesalinya, " ucap Audi


" Jika kamu menyesalinya berarti kamu juga menyesal telah mempersatukan kami Rania," ucap Dave bergurau memeluk pundak Audi.


" Oh iya ya kak, kalau aku nggak sakit berarti kakak masih jones dong sekarang!" Rania menimpali ucapan Dave.


" Sembarangan banget kamu bilang kakak jones!" ujar Audi mentoyor kepala Rania.


" Kamu sih! " sengit Audi.


" Kak Dave jangan pernah buat kak Audi marah ya, bisa bahaya. Kalau dia lagi marah itu sangat menyeramkan," ucap Rania berbisik agar tidak didengar Audi yang sedang berjalan menuju dapur.


" Memangnya semenyeramkan apa sih?" tanya Dave ikut berbisik.


" Pokoknya ada deh, Dan kak Dave siap- siap dapat kejutan dari sikapnya kak Audi yang jarang orang tau. Dia hanya akan memperlihatkannya pada orang terdekatnya saja," ujar Rania memperingatkan.


" Siapa yang dekat Rania?" tanya Audi tiba tiba datang.


" I- itu sita deket sama senior dikampus," sahut Rania gugup takut ketahuan sang kakak.


Di depan orang lain Audi memang terlihat seperti sosok wanita yang kuat. Tapi tanpa orang lain tahu Audi adalah sosok wanita yang manja,dan mudah marah. Dan sifatnya itu hanya akan ia perlihatkan pada orang- orang terdekatnya saja.

__ADS_1


" Malam ini kakak akan menginap disini, biar kamu ada temennya." ucap Audi menaruh camilan yang tadi dia ambil didapur.


" Nggak usah kak, lagian disini kan udah ada bi Ayu juga, jadi aku nggak sendirian." ujar Rania mengambil camilan yang dibawa Audi.


" Iya udah kalau gitu." ucap Audi.


***


Malam harinya, Audi dan Dave pulang kerumahnya. Dan kini mereka berdua sedang berada didalam mobil .


" Sayang, kamu mau sesuatu?" tanya Dave saat mobilnya melewati pasar malam.


" Emang boleh?" Audi balik bertanya dengan berbinar.


Dan itu lerlihat menggemaskan dimata Dave. Lalu Dave menghentikan mobilnya.


" Emang apa sih yang nggak boleh untuk istri tercintaku ini!" ucap Dave mencubit gemas pipi Audi.


" Aku mau itu!" Audi menunjuk penjual permen kapas.


" Seperti anak kecil saja." cibir Dave. Tapi ia tetap turun dari mobil dan membelikan apa yang istrinya mau.


Setelah beberapa menit Dave kembali dengan sebuah permen kapas ditangannya uang berbentuk love.


" ini." ucap Dave menyodorkan permen kapas pada istrinya.


" Terima kasih suamiku!" ucap Audi senang.


Dave menyeritkan dahinya melihat tingkah Audi yang tidak biasanya,dan kembali melajukan mobilnya.


" Mungkin ini yang dimaksud Rania." batin Dave teringat pada perkataan Rania.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2