Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 29


__ADS_3

Setelah mendapatkan telpon Dave langsung bergegas pulang. Ia memakirkan mobilnya, dan melangkah masuk kedalam rumah dengan perasaan campur aduk.Diantara dia senang dengan kepulangan istrinya, dan keputusan istrinya nanti.


Dave membuka pintu kamar, nampak Audi tidur membelakanginya.Lalu ia menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Hanya butuh waktu beberapa menit untuk Dave menyelesaikan ritual mandinya. Dave melangkah menuju ranjang . Ditatapnya wajah Audi dan mengecup keningnya.


" Kamu salah paham sayang, aku nggak mungkin mengkhianati kamu." Gumam Dave pelan, agar tak mengganggu tidur Audi.


Lalu Dave beralih pada perut buncit Audi." Hei Baby, bantuin Daddy ya. Buat yakinin Mommy," Ucap Dave


Dug


Dave mendapatkan respon dari anaknya, " Makasih ya sayang, udah mau bantuin Daddy." Dave mencium perut buncit Audi dan memberi usapan lembut disana.


Dia tidak akan pernah lupa untuk mengusap perut Audi sebelum tidur. Karena Audi pernah mengatakan jika tidurnya kurang nyaman kalau Dave tidak mengusap perutnya sebelum tidur.


Saat Dave hendak memeluk Audi, tiba-tiba Audi menbalikkan badannya memunggungi dave.


Dan alhasil, Dave memeluk Audi dari belakang sambil mengelus perut Audi sesekali.


Audi selalu melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Dari menyiapkan pakaian, menyiapkan air untuk suaminya mandi. Sampai memasangkan dasi, jika untuk memasak Audi jarang melakukannya. Karena dilarang oleh mama Mila.


" Sayang dasinya," Ucap Dave memberikan dasinya pada Audi yang sedang merapikan tempat tidur.


Audi memasangkan dasi dengan telaten, dengan Dave yang memegang pinggangnya. Bahkan sesekali Dave mencuri ciuman dibibir Audi. Tapi Audi tak menggubrisnya, dan sudah dua hari ini ia mendiami Dave.


" Sampai kapan sayang, ini sudah dua hari loh." Ucap Dave dengan wajah memelas.


" Jangan kayak gini dong, mending kamu pukul aku deh." Ucap Dave menggerakkan tangan Audi memukul-mukul wajahnya.


Audi menarik tangannya, dan menunjuk wajah Dave. " Kenapa kamu nggak jujur sama aku," Ucap Audi berkaca-kaca.

__ADS_1


" Aku bukannya nggak jujur, tapi aku fikir ini hanya masalah sepele." Ucap Dave jujur.


" Tapi tetep aja kan kamu udah bohongin aku, kamu menyembunyikan dia dibelakang aku. Kenapa kamu nggak bilang dari awal, kalau mantan kamu itu kerja ditempat kamu." Audi mengeluarkan semua unek-uneknya.


" Aku cemburu Dave, apalagi aku ngeliat kamu ciuman sama dia. Sakit hati aku Dave, sakit." Ucap Audi menepuk dadanya sambil terus menangis.


" Itu salah paham sayang," Dave mencoba membela diri.


" Tapi tetep aja kamu udah mengkhianati aku, kamu itu kurang tegas sama dia. Aku paling nggak suka sesuatu yang aku sangat sayang disentuh orang lain." Ujar Audi memukul-mukul Dave.


Dave memeluk Audi, tapi Audi terus memberontak. Dan Dave tetap memaksa untuk memeluknya. Sampai Audi merasa tenang Dave tetap memeluknya.


" Maafkan aku sayang, aku bukan seorang pria sejati. Aku sendiri dulu yang berjanji untuk tidak akan pernah membiarkan kamu menangis. Tapi sekarang aku sendiri yang buat kamu menangis." Ucap Dave sendu.


Dave melepas pelukannya, dan mengajak Audi untuk duduk. Audi kembali memeluk Dave sambil terisak. " Apa kamu sibuk hari ini?" Tanya Audi.


" Memangnya kenapa sayang,"


" Apapun yang kamu inginkan, aku akan berusaha untuk memenuhinya." Dave mengecup kening Audi.


Kini Dave dan Audi berada diruang tv, karena bumil lagi pengen nonton tv. Sambil ditemani beberapa cemilan. Satu hari ini Audi sangat manja pada Dave, dan Dave akan senang hati memanjakan istrinya.


" Hubby, elus-elus . Baby pengen dimanja Daddy," Ucap Audi menunjuk perutnya.


" Baiklah Baby Boy," Dave mengelus- elus perut istrinya.


Dave dan Audi sudah melakukan usg , dan jenis kelamin bayinya menunjukkan laki-laki. Walaupun sebelum melakukan usg, feeling Dave mengatakan kalau anaknya nanti adalah laki-laki.


" By, kekamar yuk." Ucap Audi lalu berdiri dan menarik tangan Dave menuju kamar.


" Kita mau ngapain kekamar?" Tanya Dave saat sudah sampai dikamar.

__ADS_1


Audi menutup pintu kamarnya, dan mengajak Dave berbaring diranjang. Dave hanya menuruti kemauan istrinya tanpa protes.


" Hubby, kamu nggak kangen sama Baby nya?" Tanya Audi sambil terus memeluk Dave.


" Kangen banget, pengen cepet-cepet dia lahir biar bisa diajak main." Sahut Dave riang mengusap lembut perut istrinya.


Audi yang awalnya senang mendengar ucapan Dave, mendadak jadi lesu. Dave tidak paham arah pembicaraan istrinya. Audi berbalik memunggungi Dave, membuat Dave bingung dengan sikap istrinya.


" Kenapa sayang, apa aku salah bicara?" Tanya Dave khawatir.


Dave takut jika Audi marah padanya, sudah cukup tiga hari ia kelabakan menghadapi istrinya. Satu hari dia manghilang dan dua hari ia didiami oleh Audi.


" Sayang, kita baru aja berbaikan. Kalau aku ada salah kamu ngomong jangan mendiami aku." Ucap Dave


Audi menghela napasnya, kenapa dengan hal sepele ia jadi marah pada Dave. Audi membalik tubuhnya menghadap suaminya. Menatap intens Dave, dan mengecup bibirnya.


" Kamu nggak salah By, akunya aja yang baperan." Ucap Audi tanpa mengalihkan tatapannya.


" Sekarang mau kamu apa?"


" Baby pengen ditengok Daddy," Lirih Audi. Menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah. Audi bingung dengan sikapnya sendiri, biasanya dia tidak malu-malu untuk memintanya pada Dave. Bahkan ia sendiri yang pemimpin permainan. Tapi hari ini Audi merasa malu pada Dave, mungkin karena mereka baru berbaikan, pikirnya.


Dave tertawa melihat kelakuan istrinya, " Jadi, dari tadi tuh Babynya pengen ditengok Daddy." Ucap Dave mengelus perut Audi.


" Maaf ya Daddy nggak paham, ya udah ayo. Baby pengen gaya apa, atau Baby pengen Mommy yang pimpin." Ucap Dave berbicara pada calon. Anaknya.


Audi yang mendengar itu menatap Dave, " Mommy nggak mau pimpin Daddy aja." Ucap Audi.


Dave mencium bibir Audi, ia juga sudah lama ingin menyentuh istrinya. Tapi Dave tidak berani mengatakannya duluan, takut istrinya marah lagi. Dan hari ini Audi sendiri yang memintanya , dan membuat Dave sangat senang.


Dan terjadilah kegiatan panas mereka setelah tiga hari marahan. Bukan keduanya sih, tapi hanya Audi yang sedikit marah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2