Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 39


__ADS_3

Seperti biasanya, setiap hari Audi akan menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu dengan baik. Walaupun lelah yang ia rasakan, tapi jauh lebih besar rasa syukurnya. Setiap pagi, Audi akan terbangun lebih awal untuk mengurus dirinya sendiri dulu. Sebelum kedua pria hebatnya terbangun. Biarpun ia hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengurus dirinya, tapi Audi tak pernah menyesal. Sebab ia tak pernal lalai dalam melakukan tugasnya.


Setelah menyelesaikan ritual untuk dirinya, Audi mulai menyiapkan keperluan untuk suami tercintanya. Dari menyiapkan pakaian kerjanya sampai air untuk suaminya mandi.


Jika untuk membangunkannya Audi tak pernah melakukannya. Sebab Dave tak pernah telat bangun, biarpun ia bergadang semalaman dan hanya dapat tidur sebentar. Ia tak pernah lupa akan tanggung jawab yang selalu menunggunya.


" Pagi sayang," Ucap Dave memeluk Audi dari belakang. Sebab Aidi tengah berdiri disebelah box baby Darren untuk membenarkan selimutnya.


" Pagi juga Daddy Arr, " Ujar Audi berbalik menatap sang suami.


Cup.


Dave mencium pipi Audi, " Ini nih, yang bikin aku semangat setiap mulai menjalani hari. Saat mataku terbuka, hal pertama yang aku lihat adalah kamu. Istri yang paling aku cintai, dan hal kedua yang aku lihat adalah jagoan kecilku." Ucap Dave beralih menatap sang putra yang masil tertidur lelap.


" Aku juga sangat senang bisa mengurus kamu dan putra kita dengan baik." Imbuh Audi ikut menatap sang putra.


Dave menangkup wajah sang istri, dan memberikan ciuman diseluruh bagian wajahnya. " Terima kasih sayang untuk semuanya, aku harap disini akan segera hadir putri lecil kita." Ujar Dave mengusap perut rata sang istri.


" Udah sana mandi, nanti keburu Arr bangun." Titah Audi mendorong pelan tubuh Dave.


Setelah melihat sang suami masuk kedalam kamar mandi, Audi mengusap perutnya. Rasa sakit pasca melahirkan putranya masih teringat jelas dimemorinya. Tapi semua itu terbayarkan dengan kelahiran buah cintanya dengan sang suami kedunia. Dan jika saat ini ia akan cepat diberikan kesempatan untuk menjadi seorang ibu lagi, Audi akan menerimanya dengan penuh syukur.


Eugh..


Audi tersadar dari lamunannya saat mendengar lenguhan baby Darren. Ia langsung mendekat ke box tempat sang putra. Mengelus punggungnya, agar baby Darren tertidur kembali. " Tidur lagi ya sayang, Mommy mau bantu Daddy dulu." Ujar Audi pelan.

__ADS_1


" Apa Arr terba-"


Sstt.


Audi menaruh jari telunjuknya dibibir, mengisyaratkan agar Dave memelankan suaranya." Ayo cepat aku bantu pakai pakaiannya, sebelum Arr benar-nenar terbangun nanti." Ujar Audi menarik tangan Dave kesisi ranjang.


Dan benar saja, tepat setelah Audi selesai membantu sang suami memasang dasi, baby Darren terbangun. Dan langsung minta ditimang olehnya. " By, kamu turun duluan ya. Entar aku nyusul sama Arr." Ucap Audi sambilmenimang sang putra.


Selang beberapa menit, akhirnya Audi turun kebawah bersama baby Darren. Menemui Dave yang tengah menunggunya untuk sarapan.


Aakkhh.." Det.. Det.."Ucap baby Darren senang, sembari merentangkan kedua tangannya pada Dave.


Dave mengambil alih menggendong putranya, " Anak Daddy wangi sekali." Ucap Dave mencium seluruh wajah putranya. Hingga membuat baby Darren geli dan terus tertawa. Sementara Audi tengah mempersiapkan sarapannya.


*


*


Ponsel Audi berdering, " Halo. Tumben lo nelpon gue?" Tanya Audi.


" Iya, nanti malam gue mau mampir kesana. Ada yang mau gue kasih tau." Ucap Feby dari sebrang telpon.


Setelah beberapa lama berbincang dengan Feby, Audi segera menyudahi acara menelponnya. Karena baby Darren telah terbangun dari tidur siangnya. Setelah memberinya susu, ia mengajak sang putra untuk bermain. Mereka hanya bermain berdua saja, sebab mama Mila kembali ke Jerman. Tempat dimana mama Mila dan almarhum papa Dave pernah tinggal. Dan ia akan menetap disana, bersama salah satu sepupu Dave.


Audi memeperkenalkan berbagai macam benda pada baby Darren. Dan tak terasa, waktu sudah sore. Sudah saatnya baby Darren mandi dan bersipa menunggu sang Daddy pulang. Mereka mennggu kedatangan Dave sambil duduk disebuah kursi yang ada diteras.

__ADS_1


Det.. Det..


 Seru baby Darren senang, saat melihat mobil yang ditumpangi Dave memasuki gerbang Mansion. Karena setiap hari Audi mengajaknya menunggu kedatangan Dave, jadi baby Darren ingat betul mobil sang Daddy.


Aakkhh..


Teriak baby Darren merentangkan kedua tangannya pada Dave. Namun setelahnya ia bersedih dan menatap sendu kepergian sang Daddy. Sebab Dave tak mau menyebar virus yang ia bawa dari luar pada putranya dengan langsung menggendongnya.


" Sudah, Arr nggak boleh sedih gitu. Daddy lagi betsih-bersih dulu, entar pasti digendong sama Daddy." Ucap Audi menghibur sang putra.


Sesuai dengan yang diucapkan Feby tadi siang ditepon. Bahwa ia akan datang berkunjung, katanya ada yang ingin ia beritahukan pada Audi. Tapi disini Audi dan Dave menatap bingung pada pria yang sangat mereka kenali. Pasalnya dia datang bersama Feby dan mereka terlihat begitu dekat.


" Gue langsung aja ya, kedatangan gue kesini mau ngasih tau kabar kalau gue akan segera menikah. Dengan pria yang ada disebelah gue ini." Ucap Feby to the poin sembari menatap pria disebelahnya.


" APA?!"


Ucap Dave dan Audi bersamaan, mereka sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Feby. Mereka kompak menatap pada pria yang terus menggenggam tangan Feby sambil tersenyum.


" KOK BISA?! " Tanya keduanya berbarengan.


" Ya bisalah, sebab disini udah ada keturunan gue." Ucap Varun dengan santainya sambil mengelus perut Feby.


Dan bertambahlah keterkejutan keduanya, Dave dan Audi saling pandang lalu beralih menatap tangan Varun yang masih senantiasa mengelus perut Feby. Mereka berdua tak menyangka, jika Varun yang kalem bisa menghamili anak orang. Dan lebih tepatnya lagi adalah sahabat Audi. Mereka fikir jika Varellah yang akan merusak Rania lebih dulu. Tapi dugaannya mereka berdua salah, yang kalem ternyata lebih agresif dibanding yang liar.


*

__ADS_1


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2