Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 22


__ADS_3

Setelah mengetahi kehamilan Audi, Dave menjadi suami dan calon ayah siaga.


Dia akan menuruti semua keinginan Audi, mulai dari yang mudah sampai yang tidak masuk akal. Seperti satu minggu yang lalu, Audi membangunkan Dave di tengah malam karena sangat ingin melihat Dave mandi.


Dave pun menuruti keinginan istrinya untuk melihatnya mandi, alhasil keesokan paginya ia langsung masuk angin.


Dan kali ini, Audi membangunkan Dave pukul 2 dini hari. Karena ingin makan nasi goreng buatan Dave.


Dave yang sibuk membuat nasi goreng sedangkan Audi memeluknya dari belakang.


" Sayang, kamu duduk dulu di kursi itu ya," Ucap Dave melirik kursi yang ada di dapur.


" Nggak mau!" Ucap Audi menolak, semakin erat memeluk tubuh suaminya.


" Kalau kamu kayak gini terus,pergerakan aku jadi terbatas. Nanti nasi gorengnya nggak jadi-jadi lagi." Ucap Dave hati-hati memberi pengertian.


" Baiklah," Ucap Audi lalu mendudukkan dirinya di kursi sambil mononton suaminya yang sedang masak.


Semenjak hamil Audi jadi lebih sensitif dengan berbagai hal, jadi Dave harus memiliki tingkat kesabaran yang ekstra.


" Taraa! nasi goreng ala Daddy Dave sudah jadi, silahkan dinikmati Mommy!" Ucap Dave senang, meletakkan piring yang sudah ia isi dengan nasi goreng di meja depan Audi.


Audi berbinar menatap nasi goreng buatan suaminya. " Terima kasih Daddy!" Ucap Audi lalu mulai menyuap nasi gorengnya.


" Gimana rasanya Sayang?" Tanya Dave duduk disebelah Audi.

__ADS_1


Audi menyeritkan keningnya yang membuat Dave semakin penasaran.


" Lumayan, untuk seorang pemula," Sahut Audi melanjutkan makannya.


Setelah selesai acara ngidamnya, kini Audi dan Dave sedang berbaring diranjang untuk melanjutkan tidur.


Dave yang sudah sangat mengantuk mulai memejamkan matanya. Tapi itu tak berselang lama setelah Audi mengguncang tubuhnya.


" Kenapa Sayang?!" Tanya Dave panik melihat istrinya sudah berlinang air mata.


" Hiks, hiks. Kok kamu ninggalin aku tidur sih!" Ketus Audi disela tangisnya.


" Maaf Sayang, aku kira tadi kamu udah tidur," Ucap Dave mengusap air mata Audi.


Dave yang tidak tega melihat istrinya menangis langsung memeluknya. Mengelus kepalanya dan memeberikan kecupan di pucuk kepalanya.


" Ya udah, sini biar Daddy elus baby nya," Ucap Dave langsung mengusap perut istrinya yang sudah agak berisi.


Setelah mendengar suara dengkuran halus dari istrinya, Dave pun memejamkan matanya.


***


Siang harinya di Mansion Mahendra


Terdengar suara gelak tawa dari beberapa orang. Rania, Sita dan Feby berkunjung ketempat Audi.

__ADS_1


" Kak, kapan baby nya bisa nendang?" Tanya Rania megelus perut kakaknya.


" Kata Dokter sih, masih lima bulan lagi baru dia mulai nendang-nendang." Sahut Audi ikut mengelus perutnya.


" Audi, Tante Mila mana?" Tanya Feby lalu meminum minumannya.


" Mama lagi arisan sama teman-temannya," Sahut Audi


" Oh iya, gimana kerjasamanya sama si kembar?" Tanya Audi karena dia sudah melimpahkan semua urusan resto pada Rania dan Feby.


" Lo tanya aja sama adek lo," Sahut Feby tersenyum penuh arti menatap Rania.


" Kerjasamanya sih lancar kak, tapi orangnya ngeselin banget!" Ucap Rania kesal mengingat rekan bisnisnya itu.


" Varun atau Varel," Tanya Audi memakan cemilannya.


" Kalau kak Varun sih aku pasti akan senang, secara orangnya kan ramah, baik dan sopan banget. Beda banget sama kak Varel, yang ngeselin banget dan sifat casanovanya itu!" Ucap Rania kesal.


" Jadi kamu tau kalau Varel itu seorang casanova?" Tanya Audi di Angguki Rania.


Pernah beberapa kali Rania memergoki Varel sedang berbuat mesum pada wanita yang berbeda. Jadi semenjak itu, Rania


menyimpulkan kalau Varel itu casanova yang tidak tau tempat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2