
" Aku karyawan baru disini," Sahut Amel perempuan yang ditabrak Dave.
" Jika ingin lebih lama bekerja disini, maka bekerjalah dengan baik." Ucap Dave datar lalu pergi meninggalkan Amel.
" Akhirnya kita bertemu kembali Dave, aku berjanji akan berubah. Dan aku harap kamu bisa menerima aku kembali seperti dulu lagi. Ternyata hanya kamu pria yang benar tulus mencintai aku, aku menyesal Dave telah menyiakan kamu." Gumam Amel melihat kepergian Dave.
" Roby, apa jadwal saya hari ini." Tanya Dave duduk dikursinya.
" Siang ini ada pertemuan di kafexxx, dan setelah itu anda free Tuan." Sahut Roby berdiri di depan Dave.
" Baik, sekarang kamu boleh pergi." Ucap Dave tanpa menatap Roby.
Dave sibuk memeriksa beberapa berkas, dan tiba-tiba merasakan pusing. Mungkin efek kurang tidur, karena ulah si bumil. Dave mengambil telpon menguhubungi seseorang.
" Buatkan saya kopi," perintah Dave pada orang disebrang telpon.
Selang beberapa menit pintu ruangan Dave diketuk.
Tok tok tok.
" Masuk.." Ucap Dave tanpa menatap siapa yang mengantarkan kopi untuknya.
" Silakan dinikmati kopinya.." Ucap Amel tersenyum menatap Dave.
Dave yang sedang sibuk dengan pekerjaannya mendongak, menatap Amel.
__ADS_1
" Apa kamu bekerja sebagai OG disini?" Tanya Dave datar.
" Enggak, tapi aku pengen aja bawain kopi buat kamu." Sahut Amel tanpa melunturkan senyumnya.
" keluarlah."
Bukannya menuruti perkataan Dave, Amel malah duduk di kursi dihadapan Dave.
" Dave, please maafin aku. Waktu itu aku khilaf," Ucap Amel sendu. Menyentuh salah satu tangan Dave dang menggenggamnya.
Dave menghempaskan tangan Amel dengan kasar. " Berprilakulah dengan sopan pada atasanmu!" Bentak Dave.
" Maaf Dave, tapi tolong maafkan aku. Aku janji akan berubah.."
" Keluar dari ruangan saya." Dave mengusir Amel.
Mau tidak mau pun Amel akhirnya keluar dari ruangan Dave dengan perasaan kesal.
" Mungkin kali ini kamu bisa ngusir aku Dave, tapi tidak untuk lain kali." Ucap Amel menyeringai dan tersenyum penuh arti.
Didalam ruangan, Dave bertambah pusing dengan kelakuan Amel. Niat hati meminta kopi untuk menghilangkan pusingnya, tapi kini rasa pusingnya jadi bertambah.
*
*
__ADS_1
Di CLANIA resto tampak terjadi perdebatan sengit antara sepasang pria dan wanita. Si pria yang terus memohon dengan memaksa dan si wanita menolak keras.
" Enggak! " Tolak Rania
" Gue nggak mau tau, pokoknya lo harus bantuin gue!" Ucap Varel memaksa.
" Apa apaan sih lo! Maksa banget!"Sengit Rania
" Pokoknya lo harus bantuin gue, kalau enggak kerjasamanya dibatalkan. Dan lo harus membayar denda dua kali lipat." Ucap Varel mengancam lalu pergi meninggalkan Rania.
" DASAR GILA!!" Teriak Rania melihat kepergian Varel.
" Masa iya sih? Gue harus pura-pura jadi kekasihnya dia?" Gumam Rania memijit pelipisnya yang berdenyut.
Ya, Varel datang ke retaurant Rania untuk meminta bantuan pada gadis itu, untuk pura-pura menjadi kekasihnya. Karena Varel diancam oleh keluarganya, jika dalam waktu satu minggu ini dia tidak mengenalkan wanita yang akan dia ajak serius. Maka keluarganya akan menjodohkannya dengan anak dari rekan bisnisnya.
Dan Varel memilih Rania untuk dikenalkan dengan keluarganya. Karena dia yakin hanya Rania saja yang bisa meyakinkan keluarganya. Dibandingkan dengan semua wanita yang pernah menjadi kekasihnya.
Selain cantik, Rania juga memiliki kepribadian yang baik walau sedikit keras kepala.
" Halo, aku akan kenalkan dia pada kalian besok malam." Ucap Varel lalu memutus sambungan telponnya.
Varel menghela napas, lalu melajukan mobilnya meninggalkan area resto.
...****************...
__ADS_1