
Kini Rania benar- benar menjauhi Varel, ia bertekad untuk melupakan Varel. Rania kira Varel sudah berubah sepenuhnya. Tapi selama ini ia salah, Rania bahkan memblokir nomor Varel. Dan setiap Varel datang kerumahnya ia akan mengurung diri didalam kamar, dan jika Varel datang kekampusnya ia akan menghindar dan bersembunyi.
" Ran!" Panggil Sita melambaikan tangannya didepan wajah Rania.
" Ehh, iya." Sahut Rania gelagapan.
" Lo tuh, sebenarnya dengar gue ngomong dari tadi atau nggak sih." Kesal Sita
" Lo lagi ngelamunin apa sih?" Imbuh Sita bertanya.
" Gue nggak lagi ngelamun kok, sorry ya. Tadi lo bahas soal apa?" Tanya Rania mengalihkan pembicaraan.
" Udah ah, nggak jadi. Gue pergi duluan ya, ada pertemuan sama dosen." Ucap Sita pergi meninggalkan Rania di kantin.
Rania membuang nafasnya kasar, sebenarnya sejak tadi fikirannya tidak fokus. Kejadian saat dikantor Varel terus menari -nari di otak. Semakin ia berusaha melupakannya, semakin sering bayangan kejadian itu datang.
Aarrghh.
Teriak Rania menutup wajahnya dengan kedua tangan. " Kenapa sulit banget sih." Gumam Rania.
Ia tak ingin berlarut- larut dalam fikirannya, Rania memilih pergi keperpustakaan . Dan menyibukkan diri untuk bembaca buku.
*
*
Di kediaman Dave.
__ADS_1
Dave semakin siaga menjaga Audi dan calon anaknya, mengingat sang istri akan segera melahirkan buah hati mereka. Dan perkiraan dokter Audi akan melahirkan kurang lebih dua minggu lagi.
" Hai, sayangnya Daddy sama Mommy. Kamu lagi ngapain sayang?" Tanya Dave pada Calon anaknya yang masih didalam perut Audi dan mengelusnya sayang.
Dug.
Bayinya menendang, merespon. " Ohh, kamu lagi main ya. Tapi kalau main jangan buat Mommy sakit ya sayang. " Ucap Dave lagi mencium perut besar sang istri.
Hati Audi menghangat, menyaksikan interaksi antara suami dan calon anaknya. Ia mengelus kepala Dave yang masih berada di perutnya. " Iya Daddy, aku nggak akan nyakitin Mommy kok." Ucap Audi menirukan suara anak kecil.
Dave mencium kening istrinya, " Terima kasih sayang. Kamu telah mewarnai hari-hari ku selama ini." Ucap Dave mengelus pipi gembul istrinya.
" Aku yang harusnya berterima kasih, telah dipertemukan dengan laki-laki hebat seperti kamu." Ujar Audi menatap intens wajah suaminya.
" Ups, mama ganggu ya." Ucap mama Mila mengalihkan atensi keduanya.
Mama Mila melangkah masuk mendekati keduanya, " Tadi niatnya mama mau manggil kalian untuk makan siang. Tapi karena melihat pintunya tidak ditutup rapat jadi mama langsung masuk aja." Jelas mama Mila, ia tak mau anak dan menantunya mengira kalau ia tengah mengintip.
" Ya udah ayo, aku udah lapar nih." Ucap Audi mengusap perutnya.
Mereka bertiga pun makan siang bersama, Audi sangat menikmati makannya. Karena semenjak hamil porsi makan Audi jadi bertambah. Apalagi mengingat jika dia tak sendiri, melainkan ada satu nyawa yang hidup bergantung padanya.
" Pelan-pelan sayang." Ujar mama Mila, melihat Audi terburu-buru menikmati makan siangnya.
Dan Dave hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya.
" By, jalan -jalan ketaman yuk!" Ajak Audi yang tengah menonton tv bersama Dave.
__ADS_1
" Yuk."
Mereka berdua pergi ketaman dengan berjalan kaki, karena area taman dengan dengan kediamannya. Audi sangat senang begitu sampai ditaman. Ia melihat ada beberapa anak kecil yang sedang bermain. Dan atensinya tertuju pada satu anak kecil yang sedang menangis
" Hei kamu kenapa ganteng?" TanyaAudi mengusap lembut kepala anak itu.
" Kaki aku sakit tante." Sahut anak tersebut menunjuk kakinya yang terluka.
Audi ikut mengarahkan pandanyannya pada kaki anak itu. Lalu ia menyuruh Dave untuk menggendong anak tersebut dan mengajaknya duduk disebuah kursi panjang. Dan Audi menyuruh Dave untuk membeli obat merah dan plester.
Selamg beberapa menit Dave datang, karena memang apoteknya tidak terlalau jauh dari taman. Audi mengobati luka anak itu dengan telaten.
" Dah, kakinya udah tante obati." Ucap Audi saat sudah selesai memgobati kaki anak itu.
" Terima kasih tante,"
Anak itu pun kembali ceria dan bermain dengan teman-temannya.
Audi tersenyum melihat kepergian anak itu, ia mengusap perut besarnya. " Mommy udah nggak sabar nunggu kamu lahir sayang."
" Daddy juga," Dave ikut mengelus perut istri tercintanya dan mencium kening Audi.
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1