Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 23


__ADS_3

" Kamu yakin mau ikut?" Tanya Dave memperhatikan wajah Audi yang sedang memasangkan dasinya.


" Yakin dong!" Sahut Audi bersemangat.


" Hari ini jadwal aku agak padat, nanti kalau kamu bosan gimana?" Tanya Dave lagi sambil memakai jam tangannya.


" Aku nggak akan bosan kok, kan ada kamu." Jawab Audi mengedipkan sebelah matanya pada Dave.


" Sayang, kamu ditumah aja ya, nanti aku usahain pulang cepat oke." Ucap Dave tidak ingin Audi ikut bersamanya.


Bukan tanpa alasan Dave tidak ingin mengajak Audi, tapi dia khawatir kejadiannya akan sama seperti tiga hari yang lalu. Sama seperti hari ini , dia mengatakan tidak akan bosan. Tetapi setelah sampai dikantor, baru satu jam saja Dave bekerja dia sudah mengeluh bosan. Dan alhasil untuk menghilanngkan bosannya, Audi mengganggu Dave yang sibuk bekerja.


" Ohh, jadi kamu nggak ngebolehin aku ikut, pasti biar kamu bisa berduaan terus ya sama sekretaris kamu yang sexy itu!" Ketus Audi melangkah mendekati kaca.


" Bukan gitu sayang, tidak ada wanita terseksi dimata aku selain kamu." Dave membujuk Audi.


Audi berlenggak lenggok didepan cermin menelisik bentuk tubuhnya sendiri.


" Bohong! Nggak ada wanita gendut yang sexy!" Sarkas Audi


" Kamu lihat sendiri kan?! Semua yang ada ditubuh aku sudah membengkak, apalagi perut aku udah kayak balon," Ucap Audi menunjuk perut buncitnya.


" Sayang, walaupun banyak wanita diluaran sana yang lebih sexy daripada kamu. Tapi bagiku kamu tetap istri sexyku," Dave masih membujuk Audi.


Dave memeluk Audi dari belakang dan mengelus perut istrinya.


"Tapi tetep aja aku gendut kan?" Tanya Audi menatap Dave dari kaca.


" Iya, kamu adalah istri gendutku." Sahut Dave tanpa sadar.


"Ohh jadi benar aku gendut ya! Harusnya kamu sadar dong yang bikin aku gendut itu siapa?!" Audi melepas pelukan Dave.


Ia melangkah mendekati ranjang, merebahkan tubuhnya lalu menutup seluruh tubuh dengan selimut.

__ADS_1


Dave menghela napas, panjang melihat tingkah istrinya yang sedang ngambek. " Tadi dia sendiri yang nanya, giliran dijawab malah ngambek!" Gumam Dave pelan agar tidak didengar oleh Audi.


Dave melangkah mendekati ranjang, ia mencoba menarik selimut yang dipakai Audi. Tapi tidak bisa kar'na di tahan oleh Audi.


" Sayang, jangan kayak gini dong..., nanti kamu kesulitan napas." Ucap Dave dengan sabar.


Audi perlahan membuka selimutnya, menatap Dave dengan air mata yang sudah mengalir.


" Hei, kenapa kamu nangis hem?"Tanya Dave menghapus air mata Audi.


" Kamu nggak akan berpaling dari aku kan? Kamu akan tetep cinta sama aku kan?" Tanya Audi bertubi.


" Akun akan tetep cinta sama kamu, kamu adalah wanita hebat yang sedang mengandung keturunanku." Sahut Dave mencium kening dan perit Audi bergantian.


Audi tersenyum senang mendengar penuturan Dave, " Peluk Daddy!" Pinta Audi dengan nada manja.


Dave langsung ikut merebahkan tubuhnya disamping Audi dan memuknya. Tidak perduli jika pakaiannya kembali kusut dan terlambat untuk kekantor, yang terpenting istrinya tidak ngambek lagi.


" Masa sih?" Tanya Dave memicingkan matanya. Karena dia tau sendiri, jika Audi memujinya. Pasti ada yang sedang diinginkannya.


Audi menganggukkan kepalanya, " Dan aku nggak rela kalau Hubby ditatap wanita lain. Apalagi dengan tatapan penuh damba." Ucap Audi posesif


Audi memeluk kepala Dave posesif, menyembunyikannya di dada seakan tidak ada yang boleh menatap wajah suaminya.


Ahh


Audi mendesah saat merasakan Dave menggigit dadanya yang menyembul, karena ia memakai dress yang agak terbuka dibagian dada.


" By, kamu ngapain?" Tanya Audi saat melihat Dave mengeluarkan salah satu buah dadanya.


" Nanggung sayang, mumpung udah berantakan biar sekalian aja." Jawab Dave tanpa menghentikan aksinya.


Audi memejamkan matanya, menikmati sentuhan suaminya. " Hubby, kok berhenti?" Tanya Audi membuka matanya, saat merasakan Dave menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


" Aku kekantor dulu ya, dilanjut nanti malam aja." Sahut Dave bangkit dari atas tubuh Audi.


Melihat Dave yang hendak bangkit, dengan cepat Audi menarik dasi yang Dave kenakan. Hingga membuat Dave merasa tercekik.


Audi melepas dasi Dave, saat melihat wajah tampan suaminya jadi memerah dan terbatuk-batuk.


" Daddy harus tanggung jawab, Mommy jadi basah gara-gara Daddy." Ucap Audi


Tangannya sibuk membuka pakaian yang Dave pakai dan membuangnya asal. Audi jadi semakin agresif saat hamil dan dia tidak akan malu jika memintanya lebih dulu. Bahkan Audi sendiri yang memimpin permainan jika Dave mengatakan sedang lelah disaat Audi ingin.


" Kenapa tidak Mommy saja yang pimpin?" Tanya Dave melihat Audi kembali berbaring diranjang.


" Mommy lagi pengen cukup mende*sah dibawah Daddy." Jawab Audi sesual megelus dada bidang suaminya.


Dan terjadilah kegiatan panas diantara keduanya. Hari ini Audi tidak akan malu jika terlambat bangun, karena Mama Mila sedang healing bersama teman-temannya.


*


*


Siang harinya Dave baru datang kekantor, seluruh karuawan kantor pasti tau apa alasannya sampai bos mereka datang siang hari. Apalagi jika bukan karena si bumil, karena pernah beberapa kali para karyawan dikantor melihat Dave kesulitan dalam menghadapi bumil yang satu itu.


Tanpa memperhatikan jalan, Dave tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang membawa banyak berkas. Dan menyebabkan orang itu terjatuh


Brukk


"Maaf saya tidak sengaja," Ucap Dave


Perempuan itu menoleh, dan manik keduanya bertemu. " Dave!" Ucap perempuan itu.


" Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Dave yang awalnya ramah menjadi datar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2