
Sesampainya dirumah, Audi dan Dave bergegas kekamar. Membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuhnya.
" Dave maaf." ucap Audi sendu merebahkan tubuhnya di ranjang.
" Maaf untuk apa?" tanya Dave ikut berbaring disebelah Audi.
" Karena sampai saat ini aku belum mencintai kamu." lirih Audi tanpa berani menatap Dave.
Dave memiringkan tubuhnya menatap Audi.
" Hei tidak usah bersedih, aku akan selalu setia kok nunggu kamu." ujar Dave mengangkat dagu Audi agar menatapnya.
Mata Audi berkaca- kaca, ia langsung memeluk tubuh Dave erat dan menangis.
" Terima kasih untuk semuanya, kamu udah ngelakuin banyak hal buat aku." ucap Audi di sela tangisnya.
Dave mengelus rambut panjang Audi dengan sayang.
" Udah jangan nangis gitu," ucap Dave menghapus air mata Audi yang membasahi pipi.
Setelah Audi melepas pelukannya.
" Mending sekarang kita tidur, besok aku mau kenalin kamu sama temen aku yang baru datang dari Australia." ucap Dave menyingkap kaos yang dipakai Audi.
Audi geleng-geleng kepala melihat kelakuan suamimya. Ini adalah kegiatan rutin yang Dave lakukan sebelum tidur. Menyapa benda yang jadi faforitnya.
__ADS_1
" Wow, ternyata kerja kerasku selama ini tidak sia- sia, hasilnya sangat memuaskan!" ucap membanggakan diri, melihat kedua buah dada Audi yang jadi faforitnya kini lebih berisi.
Audi memutar bola matanya malas mendengar ocehan sang suami.
" Sshh, pelan- pelan Dave," desis Audi saat Dave menyesap dadanya terlalu kuat.
Dave sama sekali tidak menghentikan kegiatannya, hanya menatap Audi dan mengangguk.
Setelah selesai Dave menutup kembali kaos Audi, lalu segera tidur dengan posisi Audi yang ada didalam pelukannya.
***
Malam telah berganti jadi pagi, semua orang akan terbagun dipagi hari untuk memulai kegiatannya. Tapi tidak untuk sepasang suami istri yang terlihat enggan sekali untuk membuka matanya.
Karena dini hari tadi Dave membangunkan Audi meminta jatahnya. Audi menolak karena merasa sangat mengantuk , tapi Dave terus saja merengek pada Audi dan alhasil Audi mengalah menuruti permintaan Dave.
Audi menggeliat di pelukan Dave, dan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.
" Pagi sayang!" melihat Audi membuka mata.
" Hem." Audi berdehem mengumpulkan kesadarannya.
" Cup, morning kiss" Dave mengecup bibir Audi.
" Eemm, udah Dave aku capek!" kesal Audi saat Dave mencium seluruh bagian wajahnya.
__ADS_1
" Jam berapa sekarang?" tanya Audi saat Dave berhenti menciumnya.
" Jam delapan." sahut Dave bersandar di ranjang.
" APA!" Teriak Audi karena telat bangun.
" Kenapa?" tanya Dave bingung melihat Audi berteriak.
" Ini semua gara- gara kamu! Kalau kamu nggak melakukannya berkali-kali aku nggak munkin bangun kesiangan. Sekarang aku malu banget sama mama!" ujar Audi memukul Dave dengan bantal.
" Oke,oke aku salah. Aku minta maaf,tapi berhenti mukul aku." ucap Dave merasa kewalahan dengan pukulan Audi.
Audi berhenti memukul Dave.
" Ini semua gara-gara kamu!ucap Audi lalu pergi meninggalkan Dave.
Setelah perdebatan tadi pagi kini Audi mendiami Dave. Dan sekarang mereka sedang berada di ruang tv.
" Sayang udah dong ngambeknya, lagian mama kan lagi liburan dia juga nggak akan tahu. Kalaupun mama ada dia pasti akan memakluminya, kita kan masih pengantin baru. Lagi pula mama juga pengen cepet punya cucu." Bujuk Dave.
" Iya kan tetap aja kamu salah! Ucap Audi masih dalam mode marah.
" Ya udah kalau gitu kamu pukul aku aja biar marah kamu maafin aku!" ucap Dave yang sudah jengah dengan sikap Audi, padahal sudah dari tadi dia membujuknya.
Mendengar ucapan Dave Audi langsung mengangkat kaleng minuman yang sejak tadi ia pegang.
__ADS_1
Dave yang melihat itu,memejamkan matanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan Audi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...