Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 21


__ADS_3

Permainan panas di sore hari pun terjadi. Dave ambruk disebelah Audi, mengusap keringat yang membasahi wajah Audi.


Cup cup cup


Dave mencium seluruh wajah Audi. " Terima kasih Sayang." Ucap Dave mengelus pipi Audi.


" Dave terima kasih sudah mau menunggu sampai hari ini tiba. Hari dimana aku mencintai kamu." Ucap Diana menggenggam tangan Dave.


"Bahkan aku siap menunggu lebih lama lagi." ucap Dave menatap Audi intens.


" Sayang, kamu nggak mau rubah panggilan kamu ke aku?" Tanya Dave.


" Emang kamu mau dipanggilnya apa?" Audi balik bertanya.


" Apa aja tapi jangan nama," Sahut Dave


Audi mengerutkan keningnya berpikir.


" Udah, jangan terlalu dipikirin. Nanti pasti akan kepikiran sendiri kok," Ucap Dave melihat Audi berpikir keras.


***


Sore telah berganti jadi malam , Dave dan Audi kini berada dikamar mereka menonton kartun tikus dan kucing.


Sesekali mereka tertawa, melihat tingkah kucing dan tikus yang mereka tonton.


" Sayang, kamu nggak ngantuk? Ini udah malam loh," Ucap Dave melirik jam didinding.


" Masih belum," Sahut Audi tanpa mengalihkan pandangannya.


Hoam


Dave mulai menguap, merasakan kantuk yang tiba- tiba datang.


" Sayang bobok yuk!" Ucap Dave mengajak Audi.


" Kalau kamu ngantuk, ya tidur duluan," Ucap Audi masih asyik menonton.


" Sayang kamu kan tau, aku nggak bisa tidur kalau nggak meluk kamu," Ucap Dave setengah merengek.


Audi menghela napas, lalu mematikan tv.


" Ya udah ayo tidur," Ucap Audi beranjak dari sofa.

__ADS_1


" By, kamu udah tidur?" Tanya Audi mendongakkan kepalanya menatap Dave.


Dave yang baru memejamkan mata, langsung kembali membuka matanya saat di panggil sang istri.


Audi sudah memutuskan, kalau dia akan memanggil Dave dengan panggilan Hubby.


" Baru mau sayang, kenapa?" Ucap Dave mengelus kepala Audi.


" Usap-usap perut aku ya," Ujar Audi


" Perut kamu sakit?" Tanya Dave khawatir.


" Enggak, cuma lagi pengen aja hehehe," Sahut Audi cengengesan.


" Baiklah Ratuku." Ucap Dave sembari mengelus perut rata istrinya.


Audi yang merasakan usapan lembut diperutnya merasa nyaman.


" Sayang bukan Mommy nggak mau ngasih tau keberadaan kamu ke Daddy . Tapi Mommy mau kasih Daddy kejutan. Kamu sabar ya Sayang." Gumam Audi dalam hati, seolah berbicara pada bayinya. Lalu Audi lekas memejamkan matanya.


Pagi harinya, Audi kembali dilanda rasa mual.


Hoek hoek


" Sayang, kamu nggak pa pa?" Tanya Dave baru datang.


" Aku nggak papa By," Sahut Audi lirih setelah membasuh wajahnya.


" Kita ke dokter yuk," Ucap Dave setelah membaringkan tubuh Audi di ranjang.


" Enggak, kita nggak perlu kedokter. Sebentar lagi juga hilang," Ucap Audi menyakinkan suaminya.


" Tapi aku khawatir sama kamu, mau ya?" Bujuk Dave sambil mengelus kepala Audi yang ada dipelukannya.


" Aku nggak pa pa Hubby," Audi menolak


***


Dua hari kemudian


Hari ini Dave pulang lebih awal dari biasanya, karena ia mendapat kabar dari sang Mama kalau istrinya pingsan.


Dave berjalan tergesa memasuki rumah, tapi setelah dia membuka pintu. Keadaan rumahnya begitu gelap.

__ADS_1


"Kok gelap gini?" Gumam Dave menghidupkan senter diponselnya lalu melangkah masuk.


Baru beberapa langkah Dave masuk tiba tiba, Pyarr. Lampu rumah menyala, dan tampaklah Audi yang berdiri didepannya sambil memegang kue dan bernyanyi berjalan mendekat


Selamat ulang tahun...


Selamat ulang tahun...


Selamat ulang tahun Hubby...


Selamat ulang tahun...


" Selamat ulang tahun Hubby." Ucap Audi tersenyum.


" Jadi, kamu nge -prank aku Sayang?!" Tanya Dave sedikit kesal.


" Bukan Audi, ini semua rencana Mama," Bukan Audi yang menyahut melainkan Mama Mila.


" Tapi semua ini nggak lucu Ma, aku sampai berpikiran yang tidak-tidak!" Kesal Dave.


" Iya iya, Mama minta maaf, nggak akan lagi-lagi deh," Ucap Mama Mila melihat kekesalan putranya.


" Hubby, aku punya sesuatu untuk kamu." Ucap Audi mengalihkan pembicaraan dan menyerahkan sebuak kotak kecil pada Dave.


" Apa ini Sayang?" Tanya Dave menerima kotak itu.


"Kamu buka aja," Sahut Audi membuat Dave semakin penasaran.


Dave membuka kotak itu, dan tampak sebuah benda pipih panjang serta sebuah surat. Dia menyeritkan dahi, lalu membuka suratnya.


Hai Dad, I'am coming


Happy birthday to you Daddy


Dave langsung paham dengan isi surat itu. Dan memeluk tubuh Audi.


" Terima kasih sayang, ini adalah kado terindah yang pernah aku dapat." Ucap Dave penuh syukur mencium kening istrinya.


Dave berjongkok, mengusap perut rata Audi dan menciumnya.


" Kamu baik-baik didalam ya Sayang, jangan buat Mommy susah oke!" Ucap Dave seolah bicara pada anaknya.


" Siap Daddy!" Sahut Audi berbicara seperti anak kecil.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2