Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 25


__ADS_3

 Setelah kejadian kemarin di resto, akhirnya Rania menyetujui permintaan Varel. Dan kini mereka berdua ada di sebuah butik, untuk memilih pakaian yang akan dikenakan nanti malam oleh Rania.


" Pokoknya lo harus tampil cantik, jangan malu maluin gue." Ucap Varel sibuk memilih- milih gaun.


Rania memutar bola matanya malas, sudah lima kali Varel mengatakan hal yang sama padanya.


" Coba yang ini," Ucap Varel memberikan sebuah gaun pada Rania.


Rania mengambil gaun itu, dan masuk kedalam ruang ganti. Dengan langkah malas. " Kenapa dia harus milih gue sih!" Kesal Rania segera mengganti pakaiannya.


Rania menatap penampilannya didepan cermin, terlihat begitu cantik dan elegan. " Lumayan juga pilihannya," Gumam Rania.


Srett


Varel yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya seketika menoleh pada gorden yang terbuka. Ia menatap Rania tak berkedip, walaupun Rania hanya menggunakan sedikit polesan diwajahnya. Tapi mampu membuat seorang casanova seperti Varel terhipnotis olehnya.


" Cantik," Ucap Varel tak sadar memuji Rania.


" Akhirnya lo ngakuin juga kalau gue cantik," Ucap Rania menyadarkan lamunan Varel


" Siapa juga yang bilang lo cantik," Elak Varel mengalihkan pandangannya.


" Nggak ngaku lagi, padahal dia sendiri tadi yang ngomong." Gumam Rania pelan tak dapat didengar Varel.


" Terus gimana, mau coba yang lain lagi?" Tanya Rania melihat Varel hanya diam saja.


" Yang ini aja, " Sahut Varel pergi kekasir meninggalkan Rania.

__ADS_1


" Nanti malam jam 7 malam gue jemput lo," Ucap Varel mengantar Rania sampai didepan rumah.


" Hem,"


Rania melangkah memasuki rumahnya. Sesampainya dikamar, Rania menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


*


*


Sesuai dengan ucapannya tadi siang, Varel menjemput Rania tepat pukul 7 malam. Varel duduk sofa ruang tamu, menunggu Rania yang sedang dipanggil oleh bi Ayu.


Tok tok tok


" Non, Den Varel udah nunggu dibawah." Ucap Bi Ayu berdiri di depan kamar Rania.


" Huh," Rania membuang napas. " Kok gue jadi deg-degan gini sih, ingat Ran ini cuma pura-pura. Dan ingat dia adalah seorang casanova." Gumam Rania lalu keluar dari kamar.


Tap Tap Tap


Varel terpana melihat penampilan Rania, sama seperti siang tadi. Rania yang menggunakan dress selutut berwarna maroon yang sangat pas ditubuhnya, dengan rambut yang tergerai serta sedikit polesan diwajahnya. Dan jangan lupakan heels 5 centi yang ia kenakan.


Rania berdiri tepat dihadapan Varel. " Kedip," Ucap Rania


Sontak Varel berkedip mengalihkan pandangannya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Ya udah, ayo." Ajak Varel menarik tangan Rania.

__ADS_1


Rania sontak kaget dengan perlakuan Varel." Apa-apaan sih lo, pegang-pegang tangan gue!" sentak Rania.


" Latihan, biar nanti nggak kaku." Ucap Varel santai tanpa menghentikan langkahnya.


Mobil sport Varel melaju meninggalkan kediaman Rania. Tak ada sepatah katapun yang terucap dari keduanya. Mereka sibuk berkutat dengan pikiran masing-masing.


" Ekhem," Rania berdehem menetralkan kegugupannya. " Gue pikir lo akan milihin gue pakaian yang terbuka." Rania membuka suara.


" Walaupun gue ini seorang casanova, tapi gue akan tetap mengenalkan wanita baik-baik pada keluarga gue." Ucap Varel tetap fokus menyetir.


Rania manggut-manggut paham. Menatap kearah luar jalan.


" Seperti orang bilang, Sebrengsek- brengseknya seorang pria, dia pasti akan tetap memilih wanita baik-baik untuk jadi pendamping hidupnya." Ucap Varel


Rania tertegun mendengar ucapan Varel, pria yang biasanya berkata mesum dan selalu membuat Rania kesal. Kini berbicara dengan bijaksananya.


Karena tidak fokus, Rania tidak sadar jika mereka berdua telah sampai dikediaman Varel.


" Ayo turun," Ucap Varel membukakan pintu untuk Rania.


" Eh, udah sapai ya?" Tanya Rania menatap sekeliling.


" Iya, makanya jangan melamun terus." Sahut Varel kembali dalam mode menyebalkan.


Baru saja Rania memuji dirinya, kini sudah kembali kesifat aslinya lagi. Membuat Rania geleng-geleng kepala.


Varel menarik tangan Rania, agar memeluk tangannya. Supaya terlihat mesra seperti pasangan pada umumnya. Lalu mereka berdua melangkah masuk kedalam rumah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2