Jodoh Pilihan Adikku

Jodoh Pilihan Adikku
bab 27


__ADS_3

Sudah dua minggu lamanya Amel bekerja di perusahaan Dave. Dan setiap harinya ada saja perlakuan Amel untuk menggoda Dave. Walaupaun Dave tidak pernah menggubrisnya sama sekali. Seperti saat ini, Amel berusaha menggoda Dave dengan berpakaian sexy. Pada bagian dada sedikit terbuka.


" Aku yakin, hari ini pasti kamu akan melirik aku Dave," Gumam Amel percaya diri.


Amel melangkah menuju ruangan Dave, seperti biasa. Dia akan kesana dengan beralasan membawa berkas.


Tok..tok..tok


" Masuk." Ucap Dave dari dalam.


Amel masuk kedalam ruangan Dave, berjalan berlenggak lenggok. " Aku membawa berkas untu kamu tanda tangani Dave," Ucap Amel dengan suara menggoda.


" Taruh saja disana," Ucap Dave cuek. Tanpa menatap Amel.


" Apa kamu sudah sarapan Dave?" Tanya Amel mendekat kearah Dave.


" Berbicaralah dengan sopan dengan atasan kamu!" Sentak Dave


Amel sontak menjauh dari Dave," Maaf Da-, eh Pak Dave." Ucap Amel gugup.


" Keluar!" Bentak Dave


Amel pun segera keluar, ia sangat tau jika Dave sudak berbicara dengan nada tinggi berarti dia sedang marah. Dan Amel tidak mau membuat Dave semakin marah, dan berakhir dipecat.


Amel tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk merebut kembali hati Dave. Walaupun dia mendengar para karyawan mengatakan bahwa Dave sudah menikah. Tapi ia tidak perduli, karena baginya Dave masih mencintainya.


Hanya saja saat ini Dave sedikit marah padanya, sebab Amel pernah melakukan kesalahan.


" Aku tidak akan menyerah Dave," Ucap Amel


*


*

__ADS_1


Di Mansion Mahendra


Audi tengah sibuk memasak didapur, ia akan membuatkan makan siang untuk suami tercintanya. Entah kenapa hari ini dia ingin memberikan kejutan untuk sang suami.


" Tinggal dikit lagi," Gumam Audi.


" Kamu lagi masak apa sayang?" Tanya Mama Mila menghampiri Audi.


" Aku lagi masak makanan kesukaan Dave Ma." Sahut Audi tetap fokus pada masakannya.


" Akhirnya jadi!" Ucap Audi senang.


" Mbak tolong dibungkus ya, saya mau ganti baju dulu." Ucap Audi pada salah satu pelayan.


" Baik Nona,"


Audi memasuki kamarnya mengganti pakaiannya, yang sudah ia siapkan sejak tadi. Jika dirumah Audi hanya menggunakan daster rumahan saja, agar lebih memperluas ruang geraknya. Mengingat perutnya yang sudah membuncit.


Dug..


Sejak Audi mengatakan akan mendatangi Dave kekantornya, sejak itu pula bayinya terus aktif menendang. Mungkin dia senang akan diajak bertemu dengan Daddy nya.


Audi terus tersenyum di sepanjang perjalanannya, ia terus membayangkan ekspreai bahagia suaminya.


Sampai mobil berhemti dilampu merah, dan ia dikejutkan oleh kaca mobil yang diketuk.


Tok..tok..


Nampak anak kecil laki-laki berdiri disamping mobilnya, sambil membawa sebuah gitar kecil. Audi membuka kaca mobilnya, " Ada apa Dek?" Tanya Audi.


" Mau ngamen kak, " Sahut anak kecil itu.


Anak itu mulai menyanyi, dan Audi mendengarkan. Lalu Audi memberikan beberapa lembar uang pada anak itu.

__ADS_1


" Ini kebanyakan kak," Ucap anak itu.


" Gak pa pa, makasih ya untuk lagunya."


Anak itu pergi, karena lampu sudah kembali berwarna hijau. Audi menutup kaca mobilnya, ia merasa sangat beruntung karena ia waktu kecil masih hidup berkecukupan.


Tak seperti anak kecil tadi, yang harus mengamen demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak terasa Audi menitikkan air matanya.


" Anda kenapa nona?" Tanya sopir yang mengantar Audi.


" Nggak pa pa Pak, cuma kasihan aja lihat anak kecil yang tadi." Ucap Audi segera menghapus air matanya.


*


*


Kembali kekantor Dave.


Amel masih tak jera untuk mendekati Dave, walaupun tadi pagi ia sudah mendapat bentakan dari Dave.


Kali ini dia akan mengajak Dave untuk makan siang bersama. Tanpa mengetuk pintu, Audi langsung nyelonong masuk keruangan Dave.


Dave yang masih sibuk dengan laptopnya, tak menyadari jika Amel masuk kedalam ruangannya. Bahkan Amel sekarang berdiri tepat dibelakang Dave. Dan memeluknya dari belakang.


Dave terkejut tiba-tiba ada orang yang memeluknya. Dave melirik sekilas dan berusaha melepas pslukannya.


" Apa yang kamu lakukan Amel!" Bentak Dave


" Aku mau ngajak kamu makan siang bareng," Ucap Amel berbisik ditelinga Dave.


Dave berhasil melepas pelukan Amel, dan hendak berdiri. Tapi dengan gerakan cepat Amel duduk di pangkuan Dave dan mencium bibir Dave.


Brakk.

__ADS_1


Pintu ruangan Dave terbuka.


...****************...


__ADS_2