Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
36


__ADS_3

"Istri kamu mana Dafa?" tanya Tantenya saat melihat Dafa turun sendirian dari atas.


"Masih di kamar.." Jawabnya mendekati Mereka tengah berkumpul duduk di ruang keluarga.


"Istri kamu mana Son?" Tanya Mommy Sofia.


"Masih di kamar Mom,tadi masih mengeringkan rambutnya..!" Jawab Dafa membuat mereka semua lansung saling pandang dan mengulum senyuman mereka.


"Kenapa!Apa yang salah dari jawabanku?" Tanya Dafa datar.


"Tidak Dafa..kami hanya mengira kau sudah belah Duren..!" Ledek Omnya.


Bersamaan dengan itu,Devita datang juga.Melihat kedatangan kakaknya,Dika lansung menghampiri kakaknya.


"Kakak.."Devita merangkul adiknya lalu membawa Adiknya duduk mendekati keluarga dari suaminya itu.


"Baiklah,sudah berkumpul semuanya, kalau begitu mari kita pergi kebelakang memulai acara syukurannya." Ucap Mommy Sofia.


Mereka bangun lalu beramai-ramai pergi menuju kearah taman belakang.


"Devita marah sama kamu?" Tanya Mommy berbisik dengan putranya.


"Sejak tadi Dia tidak mau bicara denganku Mom.." Ucap Dafa terus melihat kearah istrinya yang sudah duluan di bawa tantenya.


"Kan Mommy sudah bilang..jangan pakai acara bohong-bohongan,ginikan jadinya.."Ucap Mommy Sofia.


"Dia hanya sebentar marahnya mom.. aku punya cara sendiri agar dia tidak marah lagi nanti..Mommy tenang saja..!" Ucap Dafa.


"Baiklah..semoga saja.." Jawab Mommy Sofia.


Sekarang mereka sudah sampai di taman belakang yang sudah di sulap menjadi tempat yang begitu indah untuk acara makan malam mereka,malam itu.

__ADS_1


"Kalian berdua duduklah disini.." Ucap Mommy Sofia yang di lansung di turuti Dafa dan Devita duduk di depan mereka semua.


"Mulailah son.." Ucap Mommy Sofia


Menyuruh Dafa bicara memulai acara makan malam untuk syukuran pernikahan mereka.


"Untuk kalian semua,terimakasih sudah hadir di acara makan malam keluarga kita ini.terimakasih atas dukungan kalian membuat aku bisa melansungkan pernikahan kami yang di laksanakan begitu mendadak sekali.sebelum makan malam ini mulai,aku akan menyampaikan di depan kalian semua mengenai alasan kenapa aku tidak membuat resepsi pernikahan dan hanya mengumpulkan kalian untuk makan malam bersama malam ini..Aku tidak mau membuat acara resepsi pernikahan karena aku tidak mau pernikahanku menjadi komsumsi publik.Alasan Aku juga tidak akan mengenalkan Devita keluar bahwa dia adalah istriku karena itu tidak baik untuk keamanannya,hal ini juga agar dia lebih leluasa bekerja di luaran sana.Hanya Itu saja!"Ucap Dafa memberitahu semua keluarganya yang hadir dalam acara makan malam itu. Mereka semua hanya terdiam,tidak ada yang berani menentang keputusan Dafa saat itu.


Di samping Dafa,Devita diam terpaku mendengar apa yang barusan Dafa katakan,jujur dalam hatinya sakit sekali mendengar alasan Dafa.Devita menahan dirinya agar tidak ada yang mengetahui kalau dirinya merasa ingin menangis saat itu.


Di samping mereka berdua,Mommy Sofia melihat kearah menantunya,dia menyadari kesedihan Devita saat itu namun Dafa tetaplah Dafa, keputusannya tidak bisa di ubah selama itu menurutnya sangat benar.


Makan malam pun di mulai,setelah berdoa bersama sebelumnya.Devita mencoba sebisa mungkin menutupi apa yang dia rasakan sejak tadi dengan bercanda gurau dengan seluruh keluarga Dafa,namun tidak dengan Dafa.Devita memilih tidak mengajak suaminya bicara sama sekali.


"Kak aku mengantuk..!"Ucap Dika membuat semuanya menoleh kearah Dika.


"Ayo kakak antar kamu tidur ya.." Ucap Devita yang di angguki Dika.


"Semuanya,saya masuk dulu mengantar Dika tidur..!" Ucap Devita yang di angguki mereka semua.Devita membawa Dika masuk kedalam lalu menuju kamar yang Dika tempati.


"Kamu tidak betah disini Dek?"Tanya Devita.


"Nggak juga sih kak..cuma lebih nyaman di rumah kita sana kak.." Ucap Dika.


"Tidurlah..besok kakak bicara dengan kak Dafa mengenai tempat tinggal kita ya..kakak temani kamu tidur..tidurlah!" Ucap Devita lalu berbaring disamping adiknya.Dika lansung memeluk tubuh kakaknya.


"Aku rindu Bunda kak.."Guman Dika sembari memejamkan matanya.


"Besok sore kalau cuacanya bagus,kita pergi menemui Bunda ya..sekarang kamu tidur ya...selamat tidur Dek.." Ucap Devita mengusap belakang adiknya.tidak lama Dika terlelap tidur dalam pelukan kakaknya.


Devita berderai air matanya,kembali mengingat ucapan Dafa sebelumnya.

__ADS_1


"Orang lain akan bahagia dengan pernikahan mereka,sedangkan aku.., Aku sangat sedih,pertama aku di bohongi lalu di jebak dengan pernikahan ini dan sekarang aku merasa seperti Istri simpanan..bahkan dia tidak mengenalkan aku kesiapa pun sebagai istrinya,dia hanya memperkenalkan aku dengan keluarga besarnya saja.." Devita mengusap air mata.


"Baiklah Devita,kamu tidak boleh menangis..untuk apa menangis,tiada gunanya juga! Baguslah dia tidak memperkenalkan kamu kepada siapapun,itu artinya kamu akan bebas melakukan apa saja seperti biasanya tampa embel-embel Nyonya Dafanuel Anderson Willen.." Melihat adiknya sudah terlelap tidur,Perlahan Devita melepaskan pelukan adiknya lalu dia merapikan tidurnya dan juga menyelimuti adiknya.setelah itu Devita keluar dari kamar adiknya menuju ketaman belakang lagi namun sampainya disana dia melihat paman dan bibiknya seperti sedang berpamitan dengan keluarga suaminya.


"Paman sama bibik mau pulang?" Tanya Devita mendekati mereka berdua.


"Ia nak.."Bibiknya lansung memeluk tubuh Devita sembari mengelus belakangnya.


"Sekali lagi selamat ya nak,atas pernikahan kamu..semoga pernikahan kalian di jauhkan dari masalah apapun.. Bahagia selalu ya,nanti kalau suami kamu sempat ajaklah dia pulang kerumah kami ya.." Ucap Bibiknya.


"Ia Bik..masaksih banyak sudah nyempatin datang jauh-jauh kemari.. Nanti ada kami pulang kesana bik, tunggu Dika libur sekolah.." Ucap Devita.


"Baiklah...Bibik menunggu kalian.." Ucap Bibiknya mengurai pelukan mereka. Kini Devita memeluk pamannya.


"Dafa pria yang baik..paman yakin itu.. Semoga kalian selalu bahagia selamanya.Paman sama bibik pulang dulu,Paman masih ada kerjaan nggak bisa di tinggalkan.." Ucap Pamannya.


"Ia paman,makasih banyak bisa mau kesini..nanti kalau adek libur sekolah ada kami kesana.." Ucap Devita.


"Baiklah..Paman sama bibik akan menanti hari itu..!" Ucap Pamannya lalu menguraikan pelukannya.


"Mari semuanya,kami pulang dulu..!" Ucap Paman Devita.


"Berhati-hatilah kalian.." Ucap Mommy sofia yang di angguki Paman dan Bibik Devita.Mereka pun lansung pergi dari sana diantar Dafa dan Devita sampai menuju Mobil yang akan mengantar mereka kebandara lagi.


"Jaga Ponakan kami dengan baik! Jangan pernah kamu sakiti dia..!" Ucap Paman Devita sembari Memeluk tubuh Dafa.


"Ia Om.." Jawab Dafa.


Paman dan Bibik Devita masuk kedalam mobil sembari melambaikan tangan mereka,kemudian mobil itu melaju menuju bandara.setelah tidak terlihat lagi Devita masuk kedalam namun di tahan Dafa.


"Kita harus bicara,Kita kekamar..!" Dafa menarik tangan Devita menuju kamar mereka berdua.

__ADS_1


...****************...


Terimakasih banyak untuk kalian semua yang selalu setia menanti setiap kelanjutan Episode Novelku..πŸ˜ŠπŸ™Jangan lupa berikan like dan Komentaaaar dooong....biar Author semangat Updatenya.Yang pastinya Komentar dengan kata yang baik dan memotivasi....πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜‘


__ADS_2