Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
47


__ADS_3

Devita membuka matanya lansung melihat wajah tampan suaminya yang dekat sekali dengan wajahnya.Devita perlahan mengeserkan tangan suaminya masih memeluknya.setelah itu perlahan dia turun dari tempat tidur berjalan pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya,setelah itu dia keluar dari kamarnya menuju ruang Dapur untuk segera membuatkan sarapan untuk mereka bertiga pagi itu. Devita mulai mengambil bahan makanan untuk segera mengolanya. Pagi itu Devita akan membuat nasi Goreng dan ayam goreng dan juga sayuran capcay dan Kentang goreng kesukaan adiknya.Dua puluh menit kemudian,dia selesai memasak kemudian lansung Dia hidangkan diatas meja makan begitu juga bekal adiknya kesekolah.


"Dia buatin bekal nggak ya.."pikir Devita masih bingung menyiapkan bekal atau tidak untuk suaminya.


"Sebaiknya siapkan sajalah,urusan mau makan atau nggaknya,urusan nanti.." Guman Devita kembali menyimpan Nasi dan sayuran dan lauk kedalam wadah untuk bekal untuk suaminya lalu menyimpannya kedalam kantongnya. Setelah selesai semua,Devita berjalan menuju kamar adiknya untuk membangunkan segera adiknya.


"Dika..bangun.." Ucap Devita sembari mencium kepala adiknya itu membuat Dika terbangun.


"Udah pagi kak..jam berapa ini?" Tanya Dika sembari mengusap matanya.


"Sudah jam 6 pagi..bangun gih siap-siap ya..Kakak sudah siapin kamu sarapan sama bekal juga..!" Ucap Devuta tersenyum.


"Ia kak..kak nanti siapa yang jemput aku pulangnya..?" Tanya Dika.


"Sekarang dan seterusnya Om Raka yang jemput kamu bawa kekantor kak Dafa..kamu nggak apa-apa kan tinggal disana..?" Ucap Devita.


"Baiklah kak..Nggak apa-apa kak, aku bisa baca banyak buku milik kak Dafa disana.." Ucap Dika.


"Baiklah..sudah mandi sana ya..kakak mau menemui kak Dafa dulu.." Ucap Devita mencium kening adiknya lalu beranjak dari sana lansung menuju kamarnya.Sampai di dalam Devita melihat suaminya masih tertidur lelap.


"Di bangunkan nggak ya..sepertinya dia mengantuk sekali..entah jam berapa dia tidur semalam.." Guman Devita perlahan mendekati suaminya.


"Bangun...hey..bangun.." Bisik Devita kedekat telinga suaminya namun Dafa hanya mengerakan tubuhnya namun belum membuka matanya.


"Bangun..kamu tidak kerja..bangun.." sekali lagi Devita membisikan ketelinga Dafa.Perlahan Dafa membuka matanya melihat wajah istrinya dekat sekali dengannya.


Hap..Dafa lansung menarik tubuh Devita keatas tubuhnya membuat Devita terkejut dan menegang seketika itu. tangan Dafa terangkat membelai rambut Devita dengan matanya tidak lepas melihat istrinya itu.


"Selamat pagi Istriku!" Ucap Dafa tersenyum.


"Emm..selamat pagi juga."Jawab Devita.

__ADS_1


"Tidak bisakah kamu memberikan panggilan bagus untukku..?" Ucap Dafa ingin mendengar istrinya memanggilnya dengan panggilan spesial.


"Panggilan bagaimana?"Ucap Devita bingung.


"Terserah kamu..tapi jangan menyebut namaku..!" Ucap Dafa yang baru di pahami Devita.


"Nanti aku pikirkan..bangunlah sebentar lagi kita harus berangkat mengantar Dika sekolah.." Ucap Devita setengah mati menahan gugupnya. Mendengar itu Dafa membawa Devita bangun bahkan membawa istrinya itu kedalam gendongannya menuju kamar mandi mereka.


"Ka..kamu mau ngapain..?" Tanya Devita semakin gugup.


"Kita mandi bersama..!" ucap Dafa membuat Devita melebarkan matanya.


"A..aku tidak mau..!" Tolak Devita.


"Kita suami istri,tidak masalah mandi bersama..!" ucap Dafa sudah membawa Devita masuk kedalam kamar mandi bahkan dia menghidupkan air hangat yang lansung menyiram tubuh mereka berdua.


"Turunkan Aku..!" Ucap Devita yang masih berada dalam gendongan Dafa. Mendengar itu,Dafa menurunkan istrinya dengan masih merangkul pinggang istrinya.tatapan mereka masih bertemu bahkan perlahan Dafa mendekatkan wajahnya kearah istrinya.


Cup...


"Ijinkan aku masuk..aku hanya ingin meminta ini saja.." Ucap Dafa kembali mengemut bibir seksi istrinya itu. Devita mengingat dirinya istri sahnya Dafa, Dosa sekali rasanya menolak suaminya. perlahan Devita membuka mulutnya membiarkan suaminya masuk kedalam. Dafa tersenyum bahagia melihat istrinya memenuhi keinginannya. Dengan lembut dia mengajari istrinya berciuman dalam guyuran air hangat itu. Berapa menit kemudian Devita memukul dada suaminya karena suaminya menciumnya sampai Devita tidak bisa bernapas.melihat itu Dafa menghentikan ciuman mereka.


"Maafkan aku..Ayo kita mandi.." Ucap Dafa mencium kening Devita setelah itu Dia melepaskan tubuh istrinya lalu dia membuka celananya menyisakan boxernya membuat Devita menegang melihat itu.


"Kenapa diam..Mandilah..Dika pasti sudah menunggu kita..!" Ucap Dafa mengacak rambut basah istrinya dengan tersenyum.Dafa mulai mengunakan Sampo di rambutnya lalu beralih kerambut istrinya.


"Jangan..sampo rambutku berbeda dengan kamu..!" Ucap Devita.


"Aku memakai sampo milikmu ini..!" Ucap Dafa mengusap rambut istrinya dengan jailnya dia mencolek busa di tangannya kearah hidung istrinya membuat Devita melototkan matanya sembari tersenyum.Devita mengambil sabun membuat busa lalu membalas ulah suaminya.mereka berdua malah bermain busa sabun saat itu.


"Sudah,sudah..kita harus segera selesaikan ini,Dika sudah menunggu!" Ucap Dafa membuat Devita melebarkan matanya karena Dafa menciumi bibirnya lagi.Dafa menyelesaikan mandinya dengan membilas tubuhnya dan tidak lupa menyikat giginya.

__ADS_1


"Aku sudah selesai,kamu segeralah selesaikan mandi,nanti dingin saja.." Ucap Dafa duluan keluar,dia tau istrinya masih belum bisa terbuka di depannya, Dafa memahami istrinya itu.


"Dia lucu sekali..!"Guman Devita tersenyum mengingat suaminya seperti anak kecil tadi bermain busa sabun. Devita tersadar segera menyelesaikan mandinya,sedangkan Dafa di ruangan ganti sudah menyelesaikan mengunakan pakaian kerjanya. Setelah itu Dia segera keluar menemui adik Iparnya yang saat itu tengah menonton di ruangan keluarga.


"Pagi Dika.." Ucap Dafa duduk mendekati Dika sembari mengusap kepala Adik iparnya.


"Pagi kak..Kak Devi belum selesai berdandannya..?" Tanya Dika membuat Dafa tersenyum.


"Belum..Apa dia suka lama kalau bersiap?" Tanya Dafa sengaja.


"Tidak juga kak..kakak biasanya cepat..!" Ucap Dika mengingat kebiasaan Kakaknya sebelumnya.


"Emm begitu tapi kakak kamu sekarang ada kak Dafa jadi kakak kamu akan lama karena dia akan mengurusi kakak dulu.." Ucap Dafa membuat kening Dika mengerut bingung.


"Mengurus kakak..kakak kan sudah besar..kenapa harus di urus..?" ucap Dika membuat Dafa lansung tertawa kecil.


"Belajar yang rajin dan tunggu kamu sudah dewasa kamu akan memahami apa yang kakak katakan barusan ya..!" Ucap Dafa mengusap kepala Dika.


"Baiklah kak..kak boleh aku meminjam perpustakaan kakak lagi nanti..?" Ucap Dika.


"Tentu saja boleh.."Ucap Dafa membuat Dika tersenyum bahagia.


"Ayo kita sarapan..?" Ucap Devita mengejutkan mereka berdua yang kemudian bangun lalu mengikuti Devita berjalan menuju meja makan dan duduk disana.Devita mulai mengambil makanan untuk suami dan Adiknya dan juga dirinya.


"Berdoa dulu.." Ucap Devita menghentikan Dafa ingin memakan sarapannya.


"Biarkan aku yang memimpinnya..!" Ucap Dafa kemudian memulai Doa makan mereka.setelah itu baru mereka sarapan bersama. Sepuluh menit kemudian mereka bertiga selesai makan, Devita mengemas meja makan sedangkan Dafa dan Dika menunggu di ruangan keluarga.


"Ini bekal untuk kamu ya Dek.."Ucap Devita meletakan bekal adiknya kedepan adiknya lalu mengambil satunya lalu meletakan kearah Dafa.


"Ini untuk kamu..!" Ucap Devita membuat Dafa tersentuh hatinya,istrinya membuatkan dia bekal makan siang. Dafa tersenyum kearah istrinya itu.

__ADS_1


"Terimakasih Istriku.." Ucap Dafa memegang tangan Devita mengusapnya dengan lembut.


"Sama-sama..ayo kita berangkat.." Ucap Devita yang kemudian mereka bertiga berjalan menuju keluar rumah lalu masuk kedalam Mobil Dafa dan tidak lama mereka berangkat.


__ADS_2