
Hari berikutnya.
Dafa yang masih memejamkan matanya meraba tempat tidur di sampingnya mencari keberadaan istrinya namun dia tidak menemukan tubuh Devita ada di sampingnya,seketika itu dia membuka matanya mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar itu,namun dia tida melihat istrinya ada disana.Dafa bangun lalu menuju kamar mandi namun dia juga tidak melihat Istrinya berada di dalam kamar mandi.Dafa melihat jam di dinding kamarnya yang ternyata baru menujukan pukul setengah 5 pagi.
"Awal sekali dia bangun..?"Guman Dafa kembali menuju kamar mandi sembari membawa handuknya.Dafa memilih membersihkan tubuhnya dan juga lansung bersiap untuk berangkat kerja sekalian mengantar Istri dan Adik iparnya kesekolah.Lima menit kemudian,Dafa sudah selesai dengan acara mandinya.
Aaa..
"Apa yang kau lakukan..!!"Pekik Devita terkejut lalu membelakangi suaminya karena melihat suaminya hanya mengunakan Boxernya saja saat dalam ruangan ganti mereka.Devita tidak menyadari kalau suaminya sudah bangun.
"Kamu tidak melihat aku sedang apa?" Ucap Dafa
"Cepat pakai pakaianmu,Aku mau mandi.."Ucap Devita berjalan mundur ingin mengapai handuknya namun dia malah mengambil handuk suaminya.
"Kau ingin memancingku Devita..!" Ucap Dafa menyadarkan kesalahan Devita. Devita cepat mengambil handuknya lalu dia lansung berlari keluar dari ruangan ganti menuju kamar mandi.
"Astaga mataku..kenapa aku terus mengingat tonjolan di bawah tadi ya.. Oh ya ampun..tengah tidur saja sebesar itu,bagaimana kalau dia On.. Iihhh" Devita lansung mengapit erat kedua pahanya mengingatkan milik suaminya.
"Astaga mesum sekali aku..," Devita memukul kepalanya karena pikirannya sudah melayang kesana kemari saat itu.
"Aku sudah gila..lebih baik aku segera mandi..!" Guman Devita mulai membersihkan tubuhnya.setelah selesai Devita membuka sedikit celah pintu untuk melihat apakah suaminya masih disana atau tidak.melihat suaminya tidak ada,Devita lansung keluar dan berjalan cepat menuju ruangan ganti. Sampai di dalam,Devita segera memakai pakaian **********.
Aaa....Triak Devita melihat suaminya ternyata masih berada di ruangan ganti. Devita kembali menutupi tubuhnya yang polos hanya di lindungi pakaian ********** dengan handuknya lagi.
Dafa yang terdiam tadi sempat melihat tubuh molek istrinya seketika itu dia berpura-pura mengambil dasinya kemudian keluar dari ruangan ganti itu.
"Tunggu..!" Dafa menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah istrinya.
"Ada apa..kamu mau menuduhku ingin mengintifmu..?" Ucap Dafa.
__ADS_1
"Bu..bukan itu! Aku mau mengatakan kalau dasi itu tidak cocok dengan Baju kemeja yang kamu pakai."
Mendengar itu,Dafa melihat Dasi yang dia ambil barusan berwarna merah. Tampa menjawab Dafa berjalan lagi menuju lemari khusus tempat Dasinya semuanya.
"Warna Hitam maupun warna merah maroon bagus..!" Ucap Devita. Dafa tidak menjawab ucapan istrinya,namun dia lansung mengambil salah satu Dasi yang Istrinya katakan barusan.setelah mengambilnya,Dafa lansung keluar dari ruangan itu membiarkan istrinya bersiap-siap.
"Dasar aneh..." Guman Devita lalu segera memakaikan pakaiannya,setelah itu segera mengenakan mek up tipis di wajahnya..
Lima belas menit kemudian,Devita baru selesai bersiap.Devita pergi dari kamar itu untuk segera menuju ruangan Dapur.
"Pagi Mommy.." Sapa Devita menyalimi tangan Mommy Sofia.
"Pagi sayang..Oh ya,kata bibik kamu yang memasak semua sarapan ini nak..?" Tanya Mommy Sofia.
"Ia Mom.."Jawab Devita membuat Mommy tersenyum senang sedangkan Dafa terus menatap kearah istrinya.
"Semoga kalian menyukainya..!" Ucap Devita.
"Masakan kakak memang enak.. Tante..."Ucap Dika membuat Momy Sofia tersenyum.
"Baiklah..Kalau begitu kita coba ya.." Ucap Mommy Sofia mengambil 1 sendokan sedang Lalu membawa nasi goreng tersebut kedalam piringanya. Mommy Sofia mulai memasukan nasi Goreng itu kedalam mulutnya.
Emmm mm..
"Enak banget..enak sekali nak..wah kalau begini Mom bisa gendut,ingin makan terus.." Ucap Mommy Sofia memberikan pujian mengenai masakan Devita.
"Makasih Mom..Momnya bisa aja.."Ucap Devita tersenyum.
"Mari kita makan.." Ucap Mommy Sofia.
__ADS_1
"Ia Mom.." Jawab Devita.
"Oma mana Mom,?" Tanya Devita melihat Oma tidak ada bersama mereka di Meja makan.
"Oma semalam ikut bersama Om Bastian pulang kerumahnya nak..Oma pengin menginap disana.." Ucap Mommy Sofia memberitahu.
"Emm begitu..Ia Mom.."Ucap Devita menanggapi Ucapan Mommy Sofia.
Di sampingnya.
Dafa sudah mengambil makanannya lalu meletakan kedalam piringnya dan kemudian perlahan dia mulai memakannya.Dafa terus mengunyah makanan itu sampai semuanya masuk kedalam rongga mulutnya.
"Enak kan..Son?" Ucap Mommy Sofia.
"Biasa saja." Jawab Dafa membuat Mommy Sofia mengelengkan karena Dafa berbohong saat itu.
"Mom..kami nanti tidak pulang kemari.." Ucap Dafa.
"Kenapa tidak pulang kemari..lalu kalian mau kemana..?" Ucap Mommy Sofia bertanya.
"Kami akan menginap di rumah Istriku Mom..!" Jawab Dafa yang di mengerti Mommy Sofia namun mengejutkan untuk Devita.
"Kita mau pulang kerumah Kak..?" Tanya Dika.
"Ia...Dek.." Jawab Devita pelan.
"Baiklah..kalau itu keinginan kalian.." Ucap Mommy Sofia.
Mereka menyelesakan sarapan mereka. Sampai kemudian selesai juga mereka sarapan pagi.Dafa dan Devita juga Dika berpamitan dengan Mommy Sofia akan berangkat bekerja sambil mengantar Dika.
__ADS_1