Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
58


__ADS_3

"Aku siap suamiku.." Bisiknya membuat Dafa seketika itu membuka matanya menatap istrinya itu,semantara Devita tersenyum sembari menganggukan kepalanya menyakinkan suaminya kalau ucapannya sungguh benar.


"Kamu serius?"Dafa mendapatkan senyuman manis dari Devita lalu kembali menganggukan kepalanya.Melihat itu Dafa juga tersenyum kemudian perlahan menyatukan bibir mereka berdua kembali dengan Dafa perlahan menindih tubuh istrinya itu.


"Kamu sudah bersedia maka jangan memintaku untuk berhenti nanti.." Ucap Dafa di selah ciuman mereka.


"Ini tidak adil.." Ucap Devita membuat Dafa tersenyum.


"Sama adilnya.." Dafa pun memperdalam ciuman mereka dan berapa menit kemudian ciumannya kembali turun kebawah dan berhenti dia buah melon Devita membuat Devita kembali melenguh.Dafa semakin semangat melakukan permainan mereka malam itu.


"Ka..kamu mau ngapain? Ahhh.. Emmms Daf...." recau Devita tidak mampu lagi menahan gejolak tubuhnya saat itu yang bergetar hebat karena suaminya sudah di menyesap dengan lembut bawah miliknya.


"Ahhh Daf....Emmms..." Devita sampai meremas kuat kepala Dafa sedangkan Dafa semakin memperdalam esapan dan kecupannya di depan pintu kenikmatan istrinya itu.


"Daaf..Aku tidak tahan..Emmms..." Tubuh Devita pun bergetar hebat sembari dia terus menarik kuat rambut suaminya.Di bawah Dafa menghentikan kegiatannya kemudian kembali membawa istrinya berciuman lagi.


"Aku masuk ya,aku akan pelan melakukannya.." Suara serak Dafa berucap yang saat itu lansung di angguki Devita.Melihat itu Dafa membuka semua pakaiannya dan seketika itu Devita melebarkan matanya melihat Rudal suaminya yang berdiri tegak menjulang tinggi.


"Me..memangnya bisa masuk?" pertanyaan Devita membuat Dafa tersenyum gemas melihat istrinya itu. Dafa memegangi Rudalnya memainkannya lalu perlahan mengarahkan kedepan milik istrinya.

__ADS_1


"Pelan-pelan aku masukin,akan sedikit sakit tapi setelah itu aku akan membuatmu ketagihan.." Ucap Dafa kembali menciumi Devita dengan di bawah dia gesek dengan pelan membuat Devita merasakan ketegangan dan bergejolak hebat lagi tubuhnya.


"Emmms...Suamikuu.." Lenguhan Devita bergetar hebat..


"Ahhh..belum masuk ini sayang,kamu sudah membuatku ketagihan..."Recay Dafa menyirami Istrinya dengan ciuman bahkan bergantian memainkan buah melon istrinya.


"Daaaf...Please..." Getaran hebat Devita rasakan saat itu sampai dia mencemkram kuat lengan suaminya itu.


"Aku masuk sayang,tahan ya.." Ucap Dafa dengan di bawah perlahan dia mulai tusukan kedalam milik istrinya namun percobaan pertamanya belum juga bisa menembus dinding pertahanan istrinya itu.


"Emmms...Daf...." Lenguhan Devita kembali.Mendengar itu Dafa semakin semangat lagi dan percobaan kedua dengan sedikit kasar Dafa menghentakan ujung Rudal sehingga ahkirnya bisa menembus dinding pertahanan Devita.


"DAFAAAA...."pekik Devita kesakitan kemudian menangis bahkan dia mencakar lengan suaminya.


"Sakit Suamiku..,sakit sekali ini..bisakan lepaskan dulu sakit...." Lirih Devita masih menangis.


"Ini baru ujungnya Sayang,belum semuanya..tenanglah aku akan menghilangkan sakitnya.." Ucap Dafa kembali membawa Devita berciuman lagi sampai Devita merasa tenang,Dafa pun kembali memperdalam rudalnya membuat Devita kembali memekik menjerit kesakitan namun lansung Dafa tenangkan dengan ciumannya.


"Ini sangat membahagiakan sekali Sayang...Terimakasih.." Ucap Dafa lalu menatap mata istrinya itu masih berair matanya.

__ADS_1


"Sakit suamiku..penuh sekali rasanya.." lirihnya..


"Kalau begini bagaimana istriku.." Ucap Dafa perlahan menaik turunkan pinggulnya mulai memompa sedikit.


"Sakit...?" Tanya Dafa tersenyum.


"Beginikah rasanya suamiku?" Pertanyaan Devita mengelitik Dafa membuat Dafa tertawa kecil.


"Kita sama-sama baru merasakannya, istriku..,sepertinya beginilah rasanya.." Ucap Dafa kembali membawa istrinya berciuman lagi bahkan Dafa kembali menyesap buah melon Devita bergantian dan berulang kali yang membuat Devita terbuai dengan permainan suaminya.melihat istrinya sudah tenang dan menikmati permaiannnya,Dafa pun perlahan menaikan turun pinggul memompa milik istrinya.


"Sudah tidak sakit lagikan sayang..?" Ucap Dafa yang di angguki Devita tersenyum tersipu malu.


"Suamiku..Aku ingin cepat sedikit dari sekarang ,Emms.. Enak ternyata..." Ucap Devita tersenyum malu-malu jujur dengan suaminya,dia menginginkan suaminya itu.Dafa tersenyum bahagia sekali mendengar ungkapan istrinya.


"Bersiaplah,aku tidak akan berhenti karena kamu yang meminta.." bisik Dafa kemudian kembali membawa istrinya menghambiskan malam pertama mereka yang tertunda itu.Dafa sungguh -sungguh dengan ucapannya,dia tidak memberikan waktu untuk istrinya istirahat malam itu.


Lain tempat,Alika sangat kesal sekali sejak tadi sore karena mengetahui dirinya tidak di terima di perusahaan pusat milik Dafa.


"Ini sangat keterlaluan..!!" pekiknya menghamburkan meja riasnya

__ADS_1


"Ini pasti karena wanita itu,ya pasti Devita yang menyuruh Dafa tidak menerimaku jadi sekertarisnya.. Wanita itu berani sekali ingin bermain denganku,awas saja,aku akan memberi dia perlajaran karena sudah ikut campur.." Pikiran jelek Alika saat itu.


"Aku harus membawanya kerja sama, dia kan mnyukai wanita itu..pasti dia sangat setuju dengan rencanaku.." Gumanan Alika tersenyum menyeringai licik.


__ADS_2