Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
55


__ADS_3

Saat ini Dafa sudah menjemput Devita untuk makan siang bersama.mereka memilih makan siang di kantor Dafa karena tidak enak meninggalkan Dika disana.


"Kakak.." Dika lansung memeluk kakaknya begitu juga Devita lansung membalas memeluk tubuh adiknya.


"Kamu sudah makan belum?" Tanya Devita.


"Belum..aku mau menunggu kalian.." Ucap Dika.


"Baiklah,kalau begitu ayo kita makan.." Ucap Devita lalu segera menghidangkan makanan makan siang mereka keatas meja di depan mereka.


"Kak Dafa..tadi ada kakak yang tadi pagi kerumah itu kemari..?" Ucap Dika memberitahu Dafa membuat Devita menghentikan sejenak tangannya menerka pasti itu Alika namun kemudian Devita melanjutkan lagi menghidangkan makanan mereka sedangkan Dafa melihat kearah istrinya.


"Apa dia Alika..?" Ucap Dafa bertanya.


"Ia kak..dia juga menitipkan makanan ini sama kakak.." Ucap Dika membuat Devita sedikit merasa kesal mendengar saat itu sedangkan Dafa sudah waspada istrinya akan marah setelah ini.


"Dika cuci dulu tangan kamu.." Ucap Devita yang di patuhi Dika lalu pergi menuju tempat cuci tangan begitu juga Devita.


Dafa melihat istrinya saat itu pasti dia kesal mendengar apa yang barusan Dika katakan mengenai Alika barusan. Dafa mengambil ponsel lalu menghubungi Raka.


"Kemarilah.." Ucapnya lalu mematikan teleponnya.


"Bersihkan dulu tanganmu!" Ucap Devita memberitahu Dafa yang lansung Dafa patuhi.Dafa lansung membersihkan tangannya lalu setelah itu kembali duduk mendekati istrinya tengah mengambil makanan untuk adiknya setelah itu barulah Devita mengambil untuk dirinya.


"Tuan muda memanggil saya..?" Ucap Raka.tampa bicara Dafa mengambil kotak makanan lalu memberikan kedepan Raka.

__ADS_1


"Makan makanan ini setelah itu buang saja tempatnya.!" Perintah Dafa dan tampa membantah Raka pun mengambil kotak makanan tersebut yang dia ketahui kalau kotak tersebut Alika yang memberikan tadi.Raka pun lansung keluar dari sana karena tidak mau menganggu acara makan siang atasannya.


"Suapi aku.." Ucap Dafa menatap Istrinya.


"Makan sendiri saja,kamu punya tangan.." Ucap Devita kembali cuek dengan suaminya.


"Kalau begitu biar aku menyuapi kamu.." Dafa lansung mengambil piring makanan milik Devita lalu mengambil satu sendok dan menyodorkan kedepan mulut Devita.


"Jangan menolak.." Mendengar itu Devita tidak menolak,perlahan dia membuka mulutnya menerima suapan suaminya.Dafa menyuapi makanan kedalam mulutnya sendiri lalu kemudian kembali menyuapi Devita lagi dan seterusnya sampai habis.


"Aku mau kita pulang kerumahku.." Ucap Devita.


"Baiklah..kita akan pulang kesana nanti.." Ucap Dafa tampa membantah keinginan istrinya.


"Jadi kita mau pulang kerumah kak..?" Ucap Dika menoleh kearah kakaknya.


"Kenapa melihatku,kamu keberatan? Kalau kamu nggak mau,kamu pulang saja kerumah atau keapartemen kamu.. Aku sudah ijin Mommy sama Oma kalau kami mau tinggal di rumahku.." Ucap Devita.


"Dika..Kamu sudah selesai makan kan, kamu menemui Om Raka dulu ya,Kakak mau bicara berdua dengan kakak kamu.." Ucap Dafa yang di angguki Dika kemudian Dika pun keluar dari ruangan kakak iparnya pergi menuju ruangan Raka.setelah Dika pergi,Dafa lansung mengangkat tubuh istrinya keatas pangkuannya.


"Kamu cemburu dengan Alika?" Ucap Dafa.


"Nggak! Siapa yang cemburu,aku nggak suka saja melihatnya!!" jawab Devita tampa menoleh kearah suaminya namun seketika itu dagunya di pegangi Dafa lalu matanya Dafa arahkan kearahnya.


"Kalau cemburu juga ngak apa-apa.. Kamu kan Istriku.." Ucap Dafa perlahan menyatukan bibirnya kearah bibir Devita kemudian mulai ********** dengan perlahan.lama kelamaan Devita mulai membuka mulutnya dan perlahan membalas ciuman suaminya itu yang membuatnya ketagihan.Ciuman mereka berlansung lama sampai kemudian Dafa mengendong tubuh Devita berpindah kearah tempat tidur dalam ruangannya itu.Dafa meletakan tubuh Devita perlahan tampa melepaskan tautan bibir mereka.Ciuman mereka kini Dafa ganti dengan menciumi jenjang mulus leher Devita dan kemudian perlahan juga Dafa membuka satu persatu kancing baju Devita yang kini sudah memperlihatkan dalaman Devita yang berwarna cream itu.saat Dafa ingin menciumi dekat penutup gunung kembarnya,seketika itu Devita menahan Dafa.

__ADS_1


"Jangan sekarang,Aku harus bekerja lagi..lagi pula disini ada Dika nanti dia kemari tiba-tiba.." Ucap Devita menatap suaminya yang sudah setengah bergairah terlihat dari tatapan matanya.


"Baiklah tapi saat di rumah nanti kamu tidak akan keberatan kan melakukannya..?" Ucap Dafa yang saat itu lansung di angguki Devita.


"Ia nanti malam saja saat kita sudah di rumah.." Ucap Devita tersenyum membuat Dafa juga tersenyum kemudian memeluk erat tubuh istrinya itu.


"Aku tidak sabar lagi istriku!" Ucap Dafa membuat Devita tersenyum namun dalam hatinya merasa gugup sekali mendengar ucapan suaminya.


"Ems..Ia.." Ucap Devita.


Dafa menatap mata istrinya saat itu membuat Devita semakin gugup.


"Aku mau bicara mengenai sesuatu?" Ucap Dafa.


"Katakan saja.." Ucap Devita.


"Alika melamar kerja kemari.. Sebenarnya untuk pekerjaan,dia wanita yang cerdas..tapi sekarang aku sudah memiliki kamu,jadi keputusan yang satu ini aku meminta harus ijin dulu sama kamu..bagaimana menurut kamu..?" Ucap Dafa menatap Devita saat ini.


"Terserah kamu.."Ucap Devita lalu kemudian dengan ingin bangun namun di tahan Dafa.


"Aku tidak menerima dia di kantor ini tapi di cabang kantorku di kota B.." Ucap Dafa.


"Terserah kamu..itukan pekerjaan kamu, aku nggak berhak melarang kamu..Aku mau kerumah sakit lagi bentar lagi jam ku masuk.." Ucap Devita sembari merapikan bajunya namun saat itu lansung mendapat pelukan dari suaminya lagi.


"Soal Alika,aku tidak akan menerimanya..nanti aku jemput kamu.." Ucap Dafa menciuma tengkuk Devita membuat Devita merinding seketika itu sembari memejamkan matanya.

__ADS_1


"Ayo antarin aku..!"Ucap Devita.


"Ayolah.."Dafa pun bangun lalu mengandeng tangan Devita kemudian mereka berdua keluar dari ruangan Dafa menuju kebawah.Dafa melajukan mobilnya menuju rumah sakit dan berapa belas menit kemudian mereka sampai di parkiran rumah sakit.Dafa hanya mengantar Devita sampai parkiran setelah itu dia kembali lagi menuju kantornya lagi untulk bekerja.


__ADS_2