Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
44


__ADS_3

Devita tiba di ruangan makan dan matanya melihat kearah mej makan melihat makanan yang suaminya masak.sepertinya masakan suaminya enak pikir Devita.


"Kak lihat deh Dapur kita jadi besar kak.."Ucap Dika membuat Devita tersenyum.


"Ia Dek..Ayuklah kita makan.." Devita duduk di dekat suaminya yang sejak tadi melihat kearahnya.tangan Devita mengapai makanan yang ingin dia ambil untuk adiknya dan saat itu Dafa menyodorkan piringnya kearah istrinya itu.mau tidak mau Devita mengambil makanan sekalian untuk suaminya.


"Kamu mulai berdoanya.." ucap Devita menyuruh suaminya memulai Doa makan mereka.tampa membantah Dafa memimpin Doa makan malam mereka bertiga saat itu.setelah selesai baru mereka makan tampa mengeluarkan suara dan hanya ada suara dentuman sendok yang terdengar.


"Kak apa kita akan tinggal disini terus..?" tanya Dika membuat Devita menghentikan makannya lalu menoleh kearah suaminya.


"Dika kita akan sering menginao disini ya..kita juga akan tinggak di rumah kak Dika,kasian Mommy sendirian disana.." Ucap Dafa memberitahu adik Iparnya.


"Ia kak.." Ucap Dika menanggapi Jawaban Dafa.


"Dika nggak senang tinggal dirumah kak Dafa..?" Tanya Dafa membuat Dika melihat kearah kakaknya.


"Sebenarnya..aku lebih suka disini kak.. Tapi nggak apa-apa kak,kan kasian sama Tante maksud aku Monmy sama Oma sendirian di rumah..tapi kita akan seringkan kemari..?" Ucap Dika.


"Tentu! Kita akan sering kemari..dalam 1 minggu kita akan menginap disini 3 kali bagaimana? Dika tidak keberatan..?" Ucap Dafa.


"Ia kak..ndak apa-apa asalkan bisa pulang kemari.."Ucap Dika tersenyum membuat Dafa Devita tersenyum juga lalu Dafa mengusap kepala adik iparnya itu.


"Nanti tugas sekolah di kerjakan dulu ya Dek.." Ucap Devita.

__ADS_1


"Ia kak.."


"Nanti kakak bantui kamu..!" Ucap Dafa membuat Dika melihat kearah Dafa.


"Benaran kak Dafa..?" Tanya Dika yang di angguki Dafa yang membuat Dika senang.


"Aku mau kak.." Ucap Dika.


"Ia..kita selesaikan makan dulu..!" Ucap Dafa yang di angguki Dika.


Berapa menit kemudian mereka baru selesai makan malam.Dafa dan Dika lansung pergi menuju ruang menonton sedangkan Devita masih mengemasi meja makan lalu mencuci piring mangkuk yang kotor dan membersih Dapur barunya itu biar rapi kembali.


Di ruangan Menonton Dafa tengah membantu Dika mengerjakan tugas sekolahnya.Dafa sangat senang sekali melihat Dika,adik iparnya itu sangatlah cerdas,Dika bahkan tampa Dafa beritahu dia menjawab betul semua jawabannya menurut Dafa.saat itu Dafa tengah serius melihat Dika mengerjakan tugas sekolahnya namun teralihkan suara ponsel istrinya berdering yang dia ambil namun tangan Devita duluan mengapai ponselnya.


"Hallo.." Jawab Devita.


"Emm..maaf Ghani,aku nggak bisa.. Soalnya adikku banyak tugas sekolah kebetulan kami juga baru saja makan malam.. " Ucap Devita menolak ajakan Ghani makan malam.


"Baiklah..kalau begitu,kamu sedang apa?"Ucap Ghani lalu bertanya.


"Masih melihat adikku mengerjakan tugas sekolahnya..!" Jawab Devita.


"Emm baiklah..ya sudah kalau begitu aku tutup dulu..!" ucap Ghani yang di iyakan Devita kemudian dia lansung mematikan teleponnya.Devita menyimpan kembali ponselnya kesamping dia duduk sedangkan Dafa masih duduk selojoran dengan adiknya di bawah.Devita mengambil remot tv lalu memindahkan siaran keacara memasak lalu menontonnya dengan sangat serius.

__ADS_1


10 menit kemudian,barulah Dika menyelesaikan mengerjakan tugas sekolahnya.


"Kak aku kekamar dulu,Aku boleh kan memainkan tab ku sebentar kak..?" Ucap Dika bertanya dengan Devita.


"Boleh..jangan lebih dari 1 Jam ya,setelah itu kamu hentikan dan tidur ya..jangan lupa berdoa.." Ucap Devita mengusap kepala adiknya.


"Ia kak..aku kekamar dulu,kak Dafa aku kekamar dulu makasih sudah membantuku menyelesaikan Pr ku.." Ucap Dika yang di angguki Dafa.


"Ia..beristirahatlah.." Ucap Dika.


Dika pergi berjalab menuju kamarnya dengan membawa tas sekolahnya, sedangkan Dafa naik keatas Sofa dan duduk mendekati istrinya dan saat Dika masuk kedalam kamarnya,Dafa lansung meraih pinggul Devita dan memeluknya dengan erat membuat Devita terkejut dengan apa yang suaminya lakukan. tatapan mereka saling bertemu,Dafa mendekatkan wajah kearah Devita membuat seketika lansung gugup dan tangannya menahan dada suaminya.


"Apa yang Ghani itu katakan..?" Tanya Dafa serius.


"D..dia mau mengajak makan malam.." Jawab Devita.


"Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu sudah bersuami..?" Devita lansung melototkan matanya kearah suaminya karena suaminya saat itu melusukan tangannya kedalam perutnya.


"Ja..jangan seperti ini.." Ucap Devita gugup.


"Kenapa! Aku suami kamu,kenapa aku tidak boleh..kita suami istri sah..!" Ucap Dafa tampa mengalihkan tatapannya dari Devita.


"Jawab Devi.." Ucap Dafa.

__ADS_1


"Ka..kamu yang melarang mengatakan kalau aku istri kamu..!" Ucap Devita menyadarkan Dafa memang benar dia yang melarang mengatakan kepihak luar kalau mereka suami istri.


"Itu sangat benar..tapi untuk kasus ini kamu bisa mengatakan kalau kamu sudah menikah tampa harus mengatakan siapa identitas suami kamu ini kan..!" Ucap Dafa lalu mengangkat tubuh Devita kedalam gendongnya lalu membawanya menuju kamar mereka. Hal itu membuat Devita semakin gugup dan pikiran dan tubuhnya semakin gugup dan bercampur aduk dia rasakan saat itu.


__ADS_2