
"Kak aku masuk dulu..!" Dika menyalimi tangan Kakaknya Lalu tangan Dafa.
"Yang semangat belajarnya ya Dek.." Ucap Devita.
"Ia kak.." Dika masuk kedalam sekolahnya sedangkan Dafa dan Devita kembali masuk kedalam mobil lalu pergi dari sana menuju rumah sakit tempat Devita bekerja.
"Nanti siang aku jemput makan siang..!" Ucap Dafa.
"Nggak usah gimana..Aku ada jadwal Operasi jam 1 siang,takut nantinya telat.." Ucap Devita melihat kearah suaminya itu.
"Baiklah..Biar aku menyuruh Raka mengirim Makanan untuk kamu makan siang nanti.." Mendengar itu Devita tidak membantah ucapan suaminya.
"Baiklah.." Ucap Devita.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Devita.
"Silahkan.." Ucap Dafa.
"Kamu mengirim Ayahku kemana..?" Tanya Devita.
"Kamu masih perduli dengannya?" Tanya Dafa balik.
"Bukan perduli,bagaimana pun Dia ayah kami..Aku memang membencinya..tapi aku tidak pernah berpikir ingin melenyapkan Dia..!" Ucap Devita.
"Kamu tenang saja..Ayah kalian dan Ibu tiri kalian,mereka baik-baik saja..Aku hanya membuat Ayah kamu menyadari kesalahannya.." Ucap Dafa.
"Baiklah..!" Ucap Devita.
Tidak lama Mereka sampai di parkiran rumah sakit.Devita ingin keluar namun di tahan Dafa.
"Kenap__" Ucapan Devita terhenti lalu melototkan matanya karena Dafa saat itu lansung menciumi bibirnya.Devita merasakan lembutnya kecupan suaminya lalu membiarkan suaminya memperdalam ciumannya.berapa menit kemudian perlahan Dafa melepaskannya lalu tersenyum kemudian Dafa memberikan Ciuman lembut di kening istrinya.
__ADS_1
"Nanti aku hubungi kamu." Ucap Dafa yang di angguki Devita.
"A..aku keluar..Kamu berhati-hatilah Ucap Devita gugup lalu Devita keluar dari mobil suaminya itu lalu berjalan masuk kedalam rumah sakit. Dafa tersenyum melihat istrinya kemudian dia kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.
Tidak lama dia sampai di kantornya dan lansung masuk menuju ruangannya.
"Om Danis.." Sapa Dafa melihat pamannya berada di ruangannya bersama Raka.Dafa dan pamannya saling berjabat tangan kemudian Dafa duduk di tempat duduknya.
"Dafa Om mau bicara mengenai proyek kita.Om sedikit janggal dengan rencana Tuan Bili,menurut Om ini sangat menguntungkan buat dia bukan kita Dafa." Ucap paman Dani mengutarakan lansung kedatangannya menemui Dafa.
"Aku sudah tau Om..Dia akan menyelesaikan bagian setengah,sisanya aku akan menyuruh Om yang melanjutkannya.Om tidak keberatan??" Ucap Dafa.
"Baiklah kalau begitu Om setuju." Ucap Paman Danis.
"Alika akan pulang hari ini.." Ucap Paman Danis.
"Hmm.lalu?" Ucap Dafa menatap pamannya.
"Kamu di undang makan malam di rumah mereka nanti malam..Pergilah bawa Istri kamu,perkenalkan istri kamu sama Alika,biar siapa tau dia akan mengerti kalau kamu benar-benar sudah menikah." Ucap Paman Danis.
"Baiklah..kalau begitu paman pergi dulu..!" Ucap Danis yang di angguki Dafa lalu dia kembali melihat pekerjaannya.
Di rumah sakit.
Devita tengah sibuk memeriksa pasiennya namun Dia teralihkan melihat ponselnya berdering.
"Hallo..siapa Ini?" Tanya Devita melihat nomor baru.
"Dokter sibuk..?" Ucap Pria itu.
"Ia..Kamu siapa?" Tanya Devita.
__ADS_1
"Saya pasien pernah Dokter periksa?" Ucap pria itu membuat Devita kebingungan mencari tau yang mana orangnya.
"Maafkan saya Tuan,saya tidak mengingat siapa anda." Ucap Devita benar tidak mengingat orang yang saat itu sedang menghubungi dirinya.
"Saya Wandra Nugroho." Ucap Orang itu mengatakan namanya.
"Emm ya..ya saya ingat,Anda pasien ruangan Vip5.." Ucap Devita baru mengingat orang itu.
"Itu Benar Dokter.."Ucap pria itu.
"Baiklah..Ada apa Tuan menghubungi saya?" Tanya Devita.
"Saya sudah sembuh dan sudah keluar dari rumah sakit berkat Dokter mengobati saya..Karena itu saya menghubungi Anda ingin mengucapkan terimakasih saya,terimakasih anda merawat saya dengan baik,karena itu saya ingin mengajak Anda makan siang di kediaman saya sebagai ucapan terimakasih saya dengan Dokter."Ucap Pria itu.
"Em begitu..terimakasih atas niat anda ingin mengajak saya makan siang tapi maafkan saya Tuan,sepertinya saya tidak bisa memenuhi permintaan anda Tuan karena jam 1 nanti saya ada Jadwal operasi.maafkan saya Tuan.." Ucap Devita.
"Hmm Begitu..Baiklah,tidak masalah, saya Mengerti.kalau begitu saya akan mengirimkan anda makanan dan juga sesuatu untuk Anda.Jangan menolak!" Ucap Wandra
"Baiklah Tuan..terimakasih,saya akan menerimanya." Ucap Devita.
"Sama-sama Dokter,Baiklah,maaf saya menganggu waktu kerja anda,saya ahkiri selamat siang!" ucap Wandra.
"Ia Tuan,siang Juga" Ucap Devita dan kemudian pria itu mematikan sambungan teleponnya.tidak lama ponsel Devita berdering lagi.
"Kenapa nomor aku panggilan lain?" Tanya Dafa.
"Barusan Aku menerima telepon dari keluarga pasien,mereka menyampaikan rasa terimakasih mereka padaku atas kesembuhannya!" Jawab Devita.
"Baiklah.Aku akan metting di Resto Xx.. " Ucap Dafa.
"Baiklah,pergilah,em berhati-hatilah..!" Ucap Devita.
__ADS_1
"Hem.." Dafa mematikan teleponnya sedangkan Devita bingung dengan suaminya.
"Aneh,tapi apa mungkin ini sebagian dia bilang akan selalu memberitahuku mengenai dirinya..rasanya aneh sekali!" Guman Devita lalu melanjutkan lagi pekerjaannya.