Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
37


__ADS_3

"Kita harus bicara,Kita kekamar..!" Dafa menarik tangan Devita membawanya menuju kamar mereka berdua.


Saat ini mereka berdua sudah sampai di kamar mereka.


"Lansung saja,apa yang mau kamu bicarakan!" Ucap Devita.


"Aku minta maaf sudah membohongimu mengenai pernikahan kita..!" Ucap Dafa serius.Devita menatap suaminya itu yang saat itu juga menatapnya.


"Kenapa kamu harus membohongiku! Kamu tau,jujur aku katakan aku terpaksa menikah denganmu...karena apa..? karena aku dan kamu belum lama mengenal bahkan aku belum mengetahui bagaimana kamu..! Kenapa melakukan ini padaku..?" Ucap Devita menahan kesalnya.


"Jadi kamu terpaksa menikah denganku!!" Ucap Dafa datar.


"Aku menerima pernikahan ini karena aku menghargai orangtua kamu, keluarga kamu..!" Jawab Devita jujur.


"Kamu pikir aku menikahimu karena aku hanya mempermainkan kamu begitu!?" Tanya Dafa


"Aku tidak tau! Hanya kamu yang bisa menjawab pertanyaan kamu sendiri..!" Ucap Devita menahan sesak di dadanya.


"Terimakasih tidak mempublikasi pernikahan ini.dengan begitu aku tidak perlu di hantui embel-embel Nyonya Dafanuel Anderson Willen.aku sudah mengantuk!"lanjut Devita menekan ucapannya lalu berjalan menuju keatas tempat tidur lalu berbaring disana menyelimuti tubuhnya sampai kekepalanya.


"Aku punya alasan kenapa tidak memperkenalkan kamu kepublik..!"


"Aku sudah tau! Jangan mengulanginya lagi..!"Saut Devita memotong pembicaraan Dafa.


Dafa ikut naik keatas tempat tidur juga lalu perlahan membuka selimut Devita, kemudian lansung memeluk tubuh istrinya itu.


"Jangan peluk-peluk,menjauhlah..!" Ucap Devita berusaha melepaskan lilitan tangan Dafa di perutnya.


"Diamlah..apa kamu mau malam pertama kita terjadi malam ini.." Ucap Dafa mengancam.


"Kau membuatku sesak,mundurlah sedikit..." kesal Devita.

__ADS_1


"Diamlah,katanya kamu mengantuk.. tidurlah!" Ucap Dafa mengendus leher Devita.


"Bagaimana aku bisa tidur,kau begini.." kesal Devita karena suaminya memeluknya sangat erat.


"Jangan marah..Aku melakukan ini karena kamu istriku!Aku akan menanti kamu benar-benar siap menerimaku, baru kita melakukannya.." Ucap Dafa membuat Devita menoleh kearah suaminya dengan membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.


"Kenapa menatapku seperti itu?" Ucap Dafa menatap istrinya.


"Kau membuatku kesal..kau bahkan tidak marah aku jujur,aku terpaksa dengan pernikahan ini.." Devita meluapkan kekesalannya dengan memukuli dada suaminya.


Hap..Kedua tangan Devita di pegang erat oleh Dafa.


"Lepas..."pinta Devita.


Dafa memainkan rambut istrinya kemudian membawa tubuh istrinya itu kedalam dekapannya.


"Aku tidak marah,karena kamu sekarang sudah sah menjadi istriku..,mengenai ucapanku tadi,aku sekarang memahamimu,kamu marah aku tidak mengenalkan kamu dengan orang di luar sana kamu istriku kan!Aku menjaga kesalamatan kamu,Devita permatasari.. jadi mengertilah..Di kantorku,aku akan memperkenalkan kamu adalah istriku.. Jangan marah lagi.. Mari kita tidur,aku besok kerja dan kamu juga kerja..!" Ucap Dafa memejamkan matanya.


"Dasar mesum!!" pukul Devita lagi.


"Aku suami kamu,mesum denganmu tidak masalah..kecuali aku mesum dengan wani__"


Aukkkkh..


"Sakit Devita...."Pekik Dafa karena perutnya mendapat cubitan kuat sekali dari Devita.


"Besok kuku kamu harus di potong!" Ucap Dafa menatap istrinya.


"Enak saja..mulut kamu itu harusnya di potong kalau berani bicara aneh..!" Kesal Devita.


"Katanya terpaksa menikah denganku, kenapa harus cemburu?"Ucap Dafa masih menatap istrinya dengan memainkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Sia..siapa yang cemburu..aku nggak cemburu.." Devita lansung membalik tubuhnya membelakang suaminya, membuat Dafa tersenyum.


"Benarkah..kalau begitu,Kamu tidak masalah kan..aku jalan dan berduaan dengan wanita la___"


Aukkkk uuuuuhhh ****...


"Devita...kenapa kamu menendangnya.."Ucap Dafa menahan bawahnya sakit sekali karena di tendang Devita barusan.Dafa bangun lalu berjalan menuju kamar mandi dengan jalan mengangkang. melihat itu Devita bangun dan duduk,Devita menjadi merasa bersalah saat itu karena sudah menendang bawah suaminya. tidak lama Dafa keluar namun dengan wajah Datarnya, kemudian berlalu melewati Devita ingin menuju pintu keluar namun lansung di tarik Devita tangannya.


"Lepas!!"


"Maaf...maafkan aku..aku tidak sengaja..maaf.." Ucap Devita memohon.


"Maaf..maafkan aku..aku minta maaf.." ulang Devita lagi.


Dafa menarik napasnya lalu membuangnya kemudian dia membalikan tubuhnya dan lansung mengendong tubuh Devita membawanya berbaring diatas tempat tidur lagi kemudian Dafa lansung menindih tubuh Devita membuat Devita melototkan matanya.


"Kamu harus mengobatinya..!" Ucap Dafa.


"Ba..bagaimana?" Tanya Devita gugup.


"Kamu sudah memahami sekali teorinya kan..sekarang mari kita praktekan..!" Ucap Dafa membuat mata Devita kembali melebar.


"A..aku..aku belum siap? Jangan.. Aa.. aku belum siap melakukannya..!" Ucap Devita sangat takut.


"Sekarang kamu yang mesum..Apa kamu pikir aku mau mengajak kamu berhubungan intim hmm..Dasar mesum.." Ucap Dafa sembari mencubit hidung Istrinya itu.


"La..lalu apa?"Tanya Devita.


"Lupakan..Aku mengantuk..!" Dafa lansung memeluk tubuh Devita kembali kemudian memejamkan matanya dan tidak lama Dafa benar-benar terlelap tidur.Devita melirik kearah suaminya yang saat itu tengah menimpanya sembari memeluk tubuhnya.


"Astaga dia benaran tidur..huhh..mana berat sekali tubuhnya.." Guman Devita mencoba membawa tubuh suaminya untuk tidur di sampingnya.Ahkirnya usahanya berhasil juga,tubuh Dafa mampu Devita bawa kesampingnya namun Dafa kembali memeluknya dengan sangat eratnya.

__ADS_1


"Astaga tidur orang ini.."malas lagi melepaskan tangan Dafa,Devita memejamkan matanya karena matanya juga sudah mengantuk.Mereka pun tidur dengan berpelukan malam itu.


__ADS_2