Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
62


__ADS_3

"Lepaskan aku.."triak Alika mencoba membuka ikatan di tangannya.


"Tolong...tolong..,Lepaskan aku..apa salahku..tolong..." Alika terus meminta tolong melepaskan dirinya.Alika melihat kiri kanannya mencari tau dimana dirinya sekarang.


"Sialan!siapa yang berani melakukan ini padaku..!" Marah Alika terus mencoba melepaskan ikatan tangannya.terdengar hentakan sepatu seseorang menuju kearahnya.mendengar itu Alika menegang dengan matanya menatap lurus kearah depannya.


"Kak Dafa,syukurlah kakak datang menolongku..lepaskan aku kak.."Ucap Alika sangat bahagia saat itu melihat Dafa sedangkan Dafa masih berdiri menatap dingin kearah Alika.


"Kak apalagi,lepaskan aku kak..siapa yang menculikku,aku akan membalas perbuatan mereka.." Ucap Alika lagi-lagi Dafa tidak menyauti ucapan Alika.


Menyadari itu Alika menatap Dafa dengan penuh pertanyaan di benaknya lalu dia teringat rencananya yang ingin melenyapkan Devita pun terlintas di benaknya.


"Kak.."Panggil Alika dengan sudah ketakutan melihat Dafa.


"Kau baru mengingat apa yang membuat kau terdiam..Wanita sepertimu tidak perlu ada di kehidupan ku.Berani sekali kau ingin membunuh istriku,Alika,benar wanita tidak tau diri kau..!" Ucap Dafa Dingin bahkan ruangan itu semakin bertambah menyeramkan Karena hawa Dafa yang marah.


"Kakak salah paham.." Alika masih berani mengelak saat itu membuat Dafa menyeringaikan senyumannya.


"Apa kau pikir aku sebodoh yang kau pikirkan Alika..Kau tidak mengenali seperti apa aku sebenarnya.Aku tidak menyangka kebaikanku kau salah artikan Alika." Ucap Dafa.


"Ya Aku akui,aku memang menginginkan kematian istri kakak.. Puas..Aku mencintaimu kak,aku mencintaimu,apa aku salah mendapatkan keinginanku.apa aku salah memperjuangkan cintaku.. Yang pantas menjadi istri kakak,Aku! Bukan Dia.." Triak Alika mengakui dialah yang ingin membunuh Devita.


"Kau bukan mencintaiku Alika tapi Obsesi padaku,sadarlah cinta dan Obsesi berbeda..Aku tidak bisa memaafkan kesalahanmu kali ini Alika." Ucap Dafa membuat Alika ketakutan lagi.


"Aku tidak menyesal dengan perbuatanku! Apa yang mau kau lakukan padaku,mau membunuhku, bunuh,bunuh saja aku..Aku tidak takut sama sekali..!" Alika malah menantang Dafa.


"Membunuhmu akan mengotori tanganku saja."Dafa melirik kearah anak buahnya dengan isyarat menyuruh anak buahnya membawa Alika pergi dari ruangan itu. Melihat itu Alika sudah panik saat itu.


"Apa yang mau kau lakukan..jangan berani macam-macam denganku..!!" Ucapnya.


Dafa tidak perduli dengan Alika,dia pun pergi dari sana meninggalkan Alika mengamuk namun kemudian tidak ada lagi terdengar suaranya karena Alika kembali di bius lalu di bawa pergi dari sana.


"Lakukan dengan bersih..!" Ucap Dafa dengan tidak ada rasa kasihan dengan wanita itu.setelah mengatakan itu Dafa lansung pergi dari sana menuju kantornya.Beberapa belas menit kemudian Dafa sampai di kantornya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Karena pekerjaannya sangat banyak,dia menghubungi Devita memberitahu kalau dia akan pulang malam.


"Aku agak telat pulang,tidak usah menungguku makan malam.." Ucap Dafa.

__ADS_1


"Apa pekerjaannya sangat banyak?" Tanya Devita.


"Hmm,kamu bisa lihat di mejaku ini.." Dafa mengarahkan ponselnya keberkas menumpuk diatas mejanya.


"Banyak sekali.."Ucap Devita.


"Aku sudah terbiasa,tapi sekarang ada kamu..aku usahakan pulang awal.." Ucap Dafa.


"Baiklah,jangan lupa makan malam nanti..Aku menunggu kamu pulang.." Ucap Devita membuat Dafa tersenyum.


"Tentu aku akan makan malam nanti, makan malam bersama kamu.. beristirahatlah kumpulkan tenagamu untuk kita makan malam nanti.."Ucap Dafa membuat wajah Devita memerah seperti tomat.


"Baiklah,aku kerja dulu..bye.." Ucap Dafa lalu mematikan teleponnya sedangkan Devita senyum-senyum di tempat tidurnya.


"Dasar suamiku mesum.."Ucapnya lalu kembali mengingat bagaimana kuatnya suaminya saat melakukan permainan panas mereka.


"Astaga aku,kenapa membayangkan itu..ih..tapi..Dia memang suamiku yang perkasa.." Ucap Devita tersenyum mengingat permainan panas mereka.


"Ih..Gila aku,lebih baik aku tidur saja.." ucap Devita lalu berbaring sembari menyalakan Tv lalu menonton namun tidak lama dia terlelap tidur.


Waktu pun bergulir,sekarang sudah petang Devita mulai membuka matanya menyadari kalau dia tertidur dengan Tv masih menyala,namun saat ingin mematikan TV itu dia melihat berita yang menarik perhatiannya.disana di beritakan seorang wanita muda meninggal dunia karena kecelakaan yang sangat tragis menimpanya.di ketahui Wanita itu Bernama Alika feronika.Mata Devita lansung melebar mendengar nama tersebut.


"Masuk..!"Ucap Devita.


Tidak lama Mommy Sofia masuk kedalam kamar putranya itu.


"Mommy.." Ucap Devita menyapa.


"Kamu juga menonton beritanya..?" Tanya Mommy duduk di samping Devita.


"Kasihan sekali Dia Mom,semoga keluarganya di berikan ketabahan.. Amin.." Ucap Devita yang di ikuti Mommy Sofia.


"Benar nak..Dia yang ingin berencana membunuh kamu,malah dia yang meninggal tragis seperti itu..Karma berlaku sekali bagi orang berniat jahat.." Ucap Mommy Sofia.


"Ia Mom.. Maaf Mom,Aku ketiduran Mom,Dika sudah pulang lah Mom..?" Ucap Devita lalu mengalihkan pembicaraan mereka menanyakan adiknya.


"Tidak apa-pa sayang,Dika sudah lama datang sayang,tu lagi latihan sama pelatihnya..Mommy sudah masak untuk makan malam kita, Dafa pulang awal?" Ucap Mommy Sofia

__ADS_1


"Ia Mom,tadi dia bilang tidak usah menunggunya makan malam,dia sedikit telat pulang Mom.." Ucap Devita memberitahu.


"Baiklah,kalau begitu kamu mandi gih udah itu turun kebawah ya,kita makan malam bersama..Pelan -pelan jalannya.." Ucap Mommy lalu mengoda Devita membuat Devita kembali memerah wajahnya.


"Mommy paham kok sayang,jangan malu..ya sudah Mommy kebawah dulu.." Ucap Mommy yang di Angguki Devita.


Setelah kepergian Mommy Sofia,Devita pergi menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.setelah selesai dia pun turun kebawah untuk menemui Adiknya lalu menemui Oma dan Mommy Sofia lalu mengobrol bersama sampai kemudian mereka berpindah menuju meja makan lalu makan malam bersama.setelah makan malam bersama itu,Mereka pun kembali mengobrol sampai kemudian mereka bersama sama pamit kekamar masing-masing untuk beristirahat. Sebelum menuju kamarnya,Devita menemui adiknya lalu membantu adiknya mengerjakan PRnya.


"Sudah semua kan Dek,kakak kekamar dulu ya.." Ucap Devita pamit pergi kekamarnya.


"Ia kak..Selamat malam kak" Ucap Dika.


"Selamat malam juga Dek.."Devita pergi menuju kamarnya lalu melihat jam yang sudah menunjukan pukul 9 malam.


"Lebih baik aku tunggu saja.." Ucap Devita kembali menyalakan TV lalu menonton Drama kesukaannya sampai kemudian jam 10 malam dia teralihkan suara pintu terbuka,terlihat suaminya datang.


"Kamu belum tidur.." Dafa mendekati istrinya lalu memeluk istrinya.


"Aku menunggu kamu,belum ngantuk juga.." Ucap Devita.


"Baiklah,Aku merindukan kamu.." Dafa mengecup kening istrinya.


"Bersihkan tubuh kamu.." Ucap Devita.


"Aku sudah mandi di kantor sebelum pulang kerumah.." Ucapnya menatap istrinya lalu tangannya menyelipkan anak rambut istrinya ketelinga.


"Udah makan malam belum?" Tanya Devita.


"Belum.."Dafa mendekatkan wajahnya kearah Istrinya lalu dia menciumi bibir istrinya.


"Makan dulu ya..!" Ucap Devita menahan tubuh suaminya.


"Ayolah.."Dafa lansung membawa istrinya berbaring lalu menindih tubuh istrinya dan kembali membawa istrinya berciuman.tidak bisa Devita pungkiri suaminya pandai membuatnya terbuai. Malam itu mereka kembali mengulangi malam panas mereka sampai Dafa melupakan makan malamnya karena dia sudah lebih kenyang makan malam panas bersama istri tercintanya.


...****************...


ENDING

__ADS_1


...****************...


__ADS_2