Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
54


__ADS_3

"Tuan Dafa.." Dafa menoleh,ternyata Dokter Randi yang memanggilnya. Dokter Randi mendekati Dafa.


"Saya lihat anda sering kemari..?" Ucap Dokter Randi menyingung secara halus.


"Bukan urusanmu!" Ucap Dafa melanjutkan langkahnya menuju ruangan Devita lalu masuk kedalam menunggu Devita disana. Dafa mengambil ponselnya untuk menghubungi Raka.


"Tunda metting setengah jam kedepan.." Ucapnya yang di iyakan Raka dari sana dan kemudian dia mematikan sambungan teleponnya


"Lama sekali Dia.." Guman Dafa menunggu istrinya selesai dari ruangan operasi.sebelum kesana,Dafa sudah mengubungi Hendra menanyakan istrinya.tidak lama suara pintu ruangan terbuka,terlihat Devita masuk kedalam ruangan belum menyadari suaminya berada disitu.


"Astaga..!!"Pekik Devita terkejut melihat kehadiran suaminya sedangkan Dafa lansung tersenyum melihat istrinya.


"Kamu meninggalkanku tadi pagi.." Ucap Dafa lalu menarik Devita supaya mendekati dirinya. setelah dekat,Dafa lansung memeluk erat tubuh istrinya itu.


"Maaf soal itu,aku benaran ada pasien gawat darurat.." Ucap Devita.


"Baiklah..tapi lain kali bangunkan aku, biar aku yang mengantar kamu pergi. Aku kemari mengantar bekal sarapan untuk kamu,nanti di makan.." Ucap Dafa lalu mengangkat tubuh Devita keatas pangkuannya dan perlahan mendekatkan wajahnya kearah wajah istrinya.


"Jangan..!nanti ada yang masuk!" Ucap Devita menolak dan saat itu juga Dafa membawa tubuh istrinya menuju ruang pribadi istrinya kemudian mengunci pintu ruangan itu.tampa membuang waktu lagi,Dafa lansung menciumi bibir istrinya yang menjadi candunya sekarang.Ciuman itu semakin lama semakin panas karena tangan Dafa sekarang sudah mulai nakal turun kebawah dan saat ini dia sudah memegangi bongkahan salah satu buah melon istrinya.


"Ems..jangan! Ini sedang di rumah sakit nanti ada yang mendengar.." Ucap Devita menghentikan keinginan suaminya.


"Kalau di rumah nanti berarti bolehkan..?" Ucap Dafa membuat Devita menatap suaminya.

__ADS_1


"Ems..i..ia.." Jawab Devita gugup.


Dafa sangat senang sekali saat itu mendengar istrinya sudah mengijinkannya melakukan kegiatan mereka lebih dari sekedar ciuman.


"Baiklah.."Ucap Dafa lalu perlahan membubuhkan ciuman lembutnya di kening istrinya.


"Aku kekantor dulu,nanti aku jemput makan siang.." Ucap Dafa.


"Ia..berhati-hatilah.." Ucap Devita. Dafa bangun dari tempat duduknya sembari merapikan pakaiannya kemudian pergi dari ruangan istrinya.


"Aku tidak bisa menghindarinya lagi.." Ucap Devita yang saat itu mendapatkan telepon dari Oma Rosita membuat Devita mengernyitkan keningnya,tidak biasanya Oma menghubungi dirinya.


"Hallo Oma.." jawab Devita.


"Sayang..Oma mau ngasi tau kamu,tadi pagi Alika kerumah ini mengantar makanan tapi dia malah memberikan untuk Dafa,untungnya Dafa nggak mau.. Oma cuma mau ngingatin kamu,berhati - hatilah dengan wanita itu,dia itu bermuka dua nak.." Ucap Oma yang membuat Devita tersenyum.


"Ia Nak..Oma baru saja minum obat, ya sudah oma tutup dulu ya,semangat bekerja sayang.." Ucap Oma.


"Baik Oma..bye.." Ucap Devita kemudian menyimpan ponselnya.


"Apa aku harus mengatakan dengan Dafa kalau aku tidak menyukai wanita itu.Dia sepertinya menginginkan Dafa.. Aku bukan wanita lemah,awas saja kalau dia berani centil dengan suamiku!" Ucap Devita kesal mengingat Alika.


Di lain tempat.

__ADS_1


Dafa baru saja sampai di ruangannya.


"Tuan ini surat lamaran Nona Alika.." ucap Raka yang saat itu di sambut Dafa.


Raka pun kembali keruangannya.


"Aku harus memberitahu Devita mengenai ini." Ucap Dafa lalu duduk di kursinya.Dafa mengambil ponselnya lalu menghubungi istrinya.


"Ya ampun ini Orang,belum lama dari sini sudah menelpon saja.." Gumanan Devita lalu mengangkat telepon suaminya.


"Ada Apa,Aku masih mau memeriksa pasienku." Ucap Devita.


"Baiklah..aku mau mengatakan kalau aku sudah sampai di kantor.." Ucap Dafa.


"Ia..semangat kerjanya.." Ucap Devita membuat Dafa tersenyum.


"Tentu saja..baiklah,kamu juga semangat bekerja istriku.." Ucap Dafa.


"Ia..matikanlah.." Ucap Devita.


"Bolehkah aku melihat kamu bekerja..?" Ucap Dafa.


"Jangan aneh-aneh..sudahlah nanti kan ketemu lagi..ya,aku harus memeriksa pasienku ini.." Ucap Devita.

__ADS_1


"Baiklah..berikan aku ciuman dulu.." Ucap Dafa membuat Devita melototkan matanya.


"Nanti saja..bye.." Devita lansung mematikan telepon Dafa membuat Dafa tersenyum karena senang berhasil mengoda istrinya.


__ADS_2