Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
51


__ADS_3

Malam harinya.


Devita tengah bersiap karena sebentar lagi dia dan suaminya akan pergi makan malam dengan keluarga suaminya.dari arah belakang Dafa datang menemui istrinya lalu mendekati istrinya dan saat itu tangan Dafa mengulur lalu lansung memeluk perut Devita yang seketika itu membuat Devita terkejut.


"Aku suamimu bukankah ini sangat wajar.." Ucap Dafa balik menatap istrinya saat itu tengah menatapnya.


"Kamu mengagetkanku.." Ucap Devita kembali menyelesaikan mek upnya.dari arah kaca Dafa terus menatap istrinya dengan sangat intim membuat Devita perlahan gugup.Dafa tersenyum melihat istrinya.


"Jangan terlalu cantik..cantikmu hanya milikku.." Ucap Dafa sembari mengeratkan pelukannya lalu meletakan wajahnya diatas bahu istrinya.


"Ems..bisa lepaskan dulu,aku mau mengikat rambutku.." Ucap Devita melihat suaminya dari pantulan kaca.


"Tidak perlu di ikat,di urai saja.." Tangan Dafa perlahan memindahkan rambut panjang istrinya kearah bahu samping. Dafa menciumi bahu Devita lalu ketengkuk istrinya itu sembari membubuhkan kecupan lembut disana yang membuat Devita menegang.Dafa menghentikan kegiatannya itu kemudian merapikan rambut istrinya lagi,setelah itu dia membalikan tubuh istrinya menghadap kearah dirinya.tangan Dafa memegang Dagu Devita kemudian Dafa mendekatkan wajahnya kearah Devita lalu menyatukan bibirnya di bibir istrinya. Devita yang tidak menolak,membuka mulutnya dan ciuman mereka kembali mereka lakukan namun tak lama Dafa lansung menghentikan ciumannya saat merasa dirinya meningkat keinginannya lebih dari sekedar ciuman.


"Ada Apa?" Tanya Devita tampa sadar yang membuat Dafa menoleh kearahnya.


"Ems..tidak ada..selesaikan,setelah itu temui aku di luar,okey.." Ucap Dafa lalu keluar dari kamar itu menunggu istrinya di ruang tamu.


"Dia kenapa ya..kenapa tiba-tiba menghentikan ciuman seperti tadi..?" Gumanan Devita sembari merapikan lipstik di bibirnya yang berantakan karena ciuman mereka barusan.

__ADS_1


Di luar Dafa duduk mendekati Dika.


"Kamu sudah mengerjakan tugas sekolahnya?" Tanya Dafa menoleh kearah adik iparnya itu.


"Sudah kak..Apa kalian akan lama pergi kesana..?" Ucap Dika menanyakan kepergian makan malam kakaknya bersama keluarga kakak iparnya.


"Tidak lama mungkin 1 jam begitulah.. kamu benaran tidak mau ikut?" Ucap Dafa lalu menanyakan Dika lagi.


"Nggak mau kak..kalian saja.oh ya kak boleh aku bermain Gamenya lagi..?" Ucap Dika.


"Boleh..tapi tidak lebih dari satu jam, setelah itu kamu harus beristirahat karena besok kamu sekolah.." Ucap Dafa tersenyum.


"Makasih kak..baik kak aku akan main sebentar saja..kalau begitu aku kekamarku.." Ucap Dika yang di angguki Dafa.


"Aku sudah siap" Ucap Devita yang saat itu di lihat Dafa penampilannya dari kaki sampai ujung kepalanya.


"Ayo.." Dafa bangun lalu mengandeng istrinya menuju keluar rumah.


"Mereka Mommy tidak ikut?" Tanya Devita.

__ADS_1


"Mereka sudah duluan..Oma sedang istirahat.Dika tadi meminta ijin denganku ingin memainkan Game ku..aku sudah memberitahunya hanya boleh main satu jam.." Ucap Dafa.


"Baiklah..Dika sudah lama ingin meminta ku membelikan mainan Game itu tapi aku tidak cukup uang untuk membelinya,tapi aku senang Dika sangat mengerti sekali dengan keadaan kami.." Ucap Devita tersenyum yang saat lansung mendapatkan usapan lembut di tangannya dari Dafa.


"Sekarang kamu tidak perlu khuatirkan apa pun,Ada aku sekarang.." Ucap Dafa yang di angguki Devita.


"kita berangkat ya.." Devita kembali menganggukan kepalanya dan saat itu Dafa mulai melajukan mobilnya menuju tujuan mereka.


Berapa belas menit kemudian mereka sampai dirumah keluarganya saudara istri dari pak Andi yang tak lain adalah Om Andi.


Dari arah pintu,wanita berpostur tubuh tinggi dan cantik begitu senang sekali melihat kedatangan mobil Dafa.


Dafa membawa Devita keluar dari mobilnya lalu beriringan mereka berdua mendekati pintu utama rumah tersebut tampa menyadari seorang wanita tengah mengepalkan tangannya melihat Dafa mengandeng mesra tangan Devita.


Wanita merubah raut wajahnya melihat Dafa semakin mendekat kearah dirinya.


"Kak Dafa...Aku merindukan kamu kak.." Ucap Wanita yang tidak lain adalah Alika bahkan saat itu dia lansung memeluk tubuh Dafa membuat Devita sangat terkejut sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Terimakasih Kakak semua selalu setia menunggu kelanjutan Episode cerita novel-novelku.


Baru bisa Update karena masih sibuk sekali dengan pekerjaan real life 😉🙏🙏🙏🙏


__ADS_2