Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
40


__ADS_3

Mereka bertiga baru saja sampai di parkiran kantor Dafa.


"Mari Nona.."Ucap Raka sudah membuka pintu Mobil untuk Devita dan Dika turun.


"Kenapa kita kemari kak..apa nama tempat ini?"Ucap Dika bingung melihat gedung menjulang tinggi itu.


"kita mau menemui kak Dafa..!Ini kantor tempat kak Dafa bekerja.." Ucap Devita memberitahu adiknya.


"Wow...keren sekali tempat kerja kak Dafa ya kak..tapi kenapa kita kemari.. Nanti yang punya marah gimana kak, kita menemui kak Dafa?".. " Apa yang barusan Dika katakan membuat Raka tersenyum.


"Emm..Dika yang punya Gedung ini kak Dafa Dek..ayuk kita masuk ya..!" ucap Devita membawa adiknya mengikuti langkah Raka membawa mereka masuk kedalam.saat itu juga para mata karyawan yang melihat kedatangan Raka membawa seorang wanita dan anak kecil menjadi perhatian mereka kemudian membuat mereka saling pandang.


"Siapa wanita dan anak itu?" Tanya salah satu dari mereka.


"Ia...siapa ya..kenapa mereka mengunakan Lif Tuan Dafa..Apa mungkin wanita itu Rekan bisnis Tuan Dafa..?" Ucap satunya.


"Tapi pakaiannya sederhana begitu.. nggak mungkinlah Rekan bisnis Tuan Dafa.." Ucap satunya.


"Eh kalian..ada nggak sepemikiran dengan aku..nggak mungkin itu Istri Tuan Dafa.." Ucap Satunya.


"Nggak..!! Itu nggak mungkin,memang sepertinya wanita itu terlihat dari penampilannya sederhana namun dia memiliki postur tubuh sangat bagus.. Terus anak kecil yang memakai seragam sekolah..tapi nggak mungkinlah Tuan Dafa sudah punya istri dan punya anak..itu nggak mungkin..masa kita karyawannya nggak di kasi tau sih kalau dia memang sudah menikah.." Ucap Satunya.


"Sama Aku juga,aku nggak percayaa..!" Ucap satunya.


"Kita kan nggak tau..Tuan Dafa kan privasinya kuat banget..siapa tau kan benar itu istrinya..kalau benaran,yeaah.. Pupusan harapanku..!" Ucap Satunya.


"Is..apaan sih kamu,jangan berharap sesuatu nggak mungkin bisa kamu gapai.. Kita ini bagai bumi dan langit sama Tuan Dafa itu,jangan mimpi terlalu tinggi..udah ah lebih baik makan yuk.. kalau aku kalau memang itu anak istrinya,baguslah..lagian Tuan Dafa sudah berumur juga kan..Kalian repot banget sih.." Ucap satunya lalu berjalan lagi menuju kantin yang juga di ikuti teman-temannya.


Di dalam Lif.


"Kak..Apa nggak takut roboh kak,tinggi sekali gedung ini,lihat kita menaiki Lifnya lama sekali..!" Ucap Dika saat mereka dalam Lif membuat Raka kembali tersenyum.


"Tuan kecil tidak perlu khuatir,Gedung ini sangat Aman Tuan kecil..!" Ucap Raka.


"Dika om..namaku Dika..aku nggak suka di panggil Tuan kecil,Om bikin aku di tanyain teman-temanku,gara-gara Om manggilin aku Tuan Kecil.." Ucap Dika tidak menyukai Raka memanggil dirinya dengan Tuan Muda kecil.


"Maafkan Adik saya pak Raka.." Ucap Devita.


"Tidak apa-apa Nona..,Mari Nona.." Ucap Raka membawa Devita dan Dika menuju ruangan Dafa.Mereka bertiga masuk keruangan Dafa,yang membuat Dafa menghentikan pekerjaannya, menoleh kearah mereka.


"Kak Dafa.."Panggil Dika berlari mendekati Dafa.


"Kakak bilang gedung ini milik kak Dafa, kenapa kakak membuatnya tinggi sekali, kakak nggak takut roboh kak.." Dafa lansung tersenyum mendengar pertanyaan lucu Dika saat itu.Dafa mengangkat tubuh Dika kedalam gendongannya.


"Tentu saja tidak..kakak membuatnya dengan sangat kuat..Ayo kita keruangan istirahat kakak.."Ucap Dafa mengajak Dika masih dalam gendongannya menuju ruangan pribadinya,sedangkan Devita masih mematung di tempatnya.


"Kamu kenapa masih berdiri disana..?" Ucap Dafa.

__ADS_1


Devita yang masih kesal dengan suaminya,tidak mau menjawab ucapan suaminya namun perlahan kakinya melangkah mengikuti suaminya masuk kedalam keruangan pribadi Dafa.


"Wow..kakak punya kamar tidur di gedung ini..?" Ucap Dika.


"Tentu..kalau kakak capek,kakak akan beristirahat disini.Kita makan dulu, setelah itu kakak akan memberitahu kamu sesuatu..!" Ucap Dafa.


"Ia kak.." Ucap Dika patuh.


"Kak kemarilah.."Ucap Dika menyuruh Devita mendekati mereka berdua sudah duduk di sofa ruangan itu,sedangkan Dafa tengah sibuk mengubah rak bukunya menampilkan layar TV besar.


"Woow...Kamar kakak keren sekali kak.. Aku mau nonton Transformers kak.." ucap Dika yang lansung Dafa cari Flm yang ingin adik iparnya tonton.


Devita sudah duduk disamping adiknya namun dia enggan bicara dengan suaminya.


tok..tok..tok..


Raka masuk keruangan Dafa saat itu dengan membawa 2 anak buahnya membantunya membawa makanan pesanan Tuannya.


"Ini Tuan makanannya!" ucap Raka.


"Terimakasih! Kumpulkan semuanya nanti Raka..!" Perintah Dafa.


"Baik Tuan Muda.."Ucap Raka lalu kembali keluar dari ruangan itu menuju ruangannya.


"Bawa adikmu makan..!" ucap Dafa lalu bangun menuju kekamar mandi..


"Makan sendiri ya..kamu cuci tangan sana dulu.." Ucap Devita.Dika pun menurut,dia bangun lalu berjalan menuju wastafel yang kakaknya tunjukan barusan kepadanya.Dika kembali lagi mendekati kakaknya dan duduk di dekat kakaknya. Devita menyerahkan makanan di tangan Adiknya.setelah berdoa,Dika perlahan mulai memakan makanannya.tidak lama Dafa Datang mendekati mereka berdua bahkan Dafa duduk mendekati istrinya.


"Mana makanan untukku?" Ucap Dafa.


"Ambil sendiri!" Ucap Devita tidak perduli kemudian dia mulai memakan makanannya.melihat itu Dafa menarik tangan Devita lalu membawa sendok di tangan Devita berisikan nasi dan sayur masuk kedalam mulutnya.Hal itu membuat Devita semakin kesal dengan suaminya.


"Suapi aku!" Bisik Dafa.


"Makan sendiri,kamu punya tangan sendiri!" Ketus Devita ingin pindah kesebelah adiknya,namun di tahan Dafa.


"Baiklah..aku makan sendiri!" Ucapnya lalu mengambil makanan.setelah berdoa,Dafa mulai memakan makanannya dengan saling melirik dengan istrinya.


"Setelah makan,kita harus bicara..!" Ucap Dafa mendekati telinga Devita. Devita tidak menjawab namun dia terus melanjutkan makannya.


Sepuluh menit kemudian,mereka bertiga selesai juga makan siangnya.Devita mengemas piring bekas makan mereka kemudian membawanya kedalam nampan lagi.


"Dika..kak Dafa sama kakak kamu keruangan kerja kakak dulu ya..Kamu lanjutkan nontonnya.." Ucap Dafa.


"Baik kak.." Ucap Dika patuh. Dafa menarik pelan tangan Devita agar mau mengikutinya masuk kedalam ruangannya di dalam ruangan pribadinya itu.


"Kamu marah padaku!" Ucap Dafa.

__ADS_1


"Aku mau pindah ketempat biasa,aku nggak mau di tempat yang sekarang..!" Ucap Devita datar.


"Bukan aku yang memindahkan kamu melainkan Mommy..Aku serius!! Baiklah akan aku urus nanti kalau kamu tidak mau.." Ucap Dafa namun Devita tidak percaya.


"Kamu tidak percaya..?"Ucap Dafa bertanya.


"Nggak! Sebelum kamu benaran mindahin aku..!" Ucap Devita membuat Dafa mengambil ponselnya lalu menghubungi Hendra.


"Ia Daf..?" Jawab Hendra disana.


"Pindahkan istriku ketempat dia sebelumnya..!" Ucap Dafa membuat Hendra menautkan alisnnya.


"Kenapa harus pindah lagi!Dokter Devita sangat di sukai pasien bagian VIP Daf.. ini sangat bagus..kamulah beri dia pengertian,ini sangat bagus buat karinya.." Ucap Hendra.


"Hem..baiklah!" Dafa mematikan teleponnya kemudian memasukan lagi kedalam saku celananya.


"Kamu dengar apa yang Hendra bilang..!" Ucap Dafa.


"Ini semua karena kamu!.." Devita ingin keluar dari ruangan Itu namun lansung di tahan Dafa.


"Kenapa marah terus denganku,aku serius,ini bukan aku yang melakukan.. Mommy..Mommy yang memindahkan kamu.."Ucap Dafa.


"Tetap saja kamu terlibat..,kamu harus ingat Aku mungkin istri kamu tapi kamu nggak boleh ngatur-ngatur hidup aku senak kamu,pekerjaanku,dan semuanya..Aku nggak suka di ginikan.. menurut kalian nyaman belum tentu menurutku nyaman..!" Devita lansung keluar dari ruangan itu meninggalkan Dafa menghembuskan kasar napasnya.


"Ya ampun kenapa jadi begini..Ahh sial..!" Umpat Dafa.


Di luar Devita mendekati Adiknya.


"Dika..kakak berangkat kerja dulu ya, kamu jangan nakal disini,kita akan pulang kerumah nanti okey.." Ucap Devita ya.


"Ia kak..kakak hati-hati!" Ucap Dika menyalim tangan kakaknya.


"Kakak pergi dulu..bye..!" Ucap Devita lalu berjalan keluar dari ruangan itu ingin segera keluar dari ruangan suaminya.


"Devi..."Panggil Dafa namun Devita tidak mau menjawab panggil suaminya.Dafa lansung mengejar istrinya yang saat itu sudah ingin masuk kedalam Lif namun lansung Dafa tahan.


"Minggirlah..aku mau kembali kerumah sakit!" Ucap Devita kesal.tampa bicara Dafa lansung mengangkat tubuh istrinya kedalam gendongannya.


"Lepasin aku!! Aku teriak!" Ucap Devita mengancam.


"Teriaklah,tidak yang akan mendengar triakan kamu disini..!" Ucap Dafa.


Bugh..bagh..


Devita lansung memukul Dada Dafa berulang kali.


"Diamlah..Kita akan mengumumkan pernikahan kita kepada seluruh karyawanku!" Ucap Dafa mengejutkan Devita.

__ADS_1


__ADS_2