Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
46


__ADS_3

"Dek.."


Mendengar panggilan kakaknya,Dika berlari kearah pintu lalu lansung membuka pintu kamarnya untuk kakaknya.saat itu juga Devita lansung terperangah melihat kamar baru adiknya yang bernuan warna kesukaan adiknya.


"Wow...kamar kamu juga bagus dek.." Ucap Devita sembari meneruskan langkah masuk kedalam kamar adiknya melihat sekeliling kamar Adiknya yang begitu bagusnya Dafa mendesainnya.


"Kak Dafa tau sekali aku menyukai warna biru kak.." Ucap Dika.Devita menarik tubuh adiknya untuk mendekat kearahnya lalu sesudah itu,Devita memeluk tubuh adiknya.


"Ia Dek..harus rajin merapikannya ya.. Sekarang kamu juga sudah punya meja belajar yang bagus,bahkan sudah di sediain alat belajar yang lengkap.. Belajar yang giat lagi,biar nanti bisa raih impian adek..Kakak selalu aku akan mendukung kamu.." Ucap Devita memeluk erat tubuh adiknya.


"Ia kak..aku akan belajar lebih giat biar nilai ku terbaik semua..aku ingin mengapai cita-citaku..!" Ucap Dika tersenyum.

__ADS_1


"Ia Dek..PR kamu sudah selesai semua..?" Tanya Devita.


"Sudah semua kak.." Jawab Dika.


"Baiklah..kalau begitu istirahat ya.." Ucap Devita menyuruh adiknya untuk tidur.


"Ia kak..kak..apa kita akan tinggal disini terus..?" Tanya Dika.


"Emm Dika belum terbiasa kak disana.. jadi rasanya berbeda kak.." Ucap Dika membuat Devita tersenyum.


"Nanti akan terbiasa ya..kamu masih kecil Dek..kalau kamu sidah besar,kakak ijinkan kamu tinggal di rumah ini sendirian tapi untuk sekarang kakak nggak bisa ngijinin kamu tinggal sendirian..kakak harap kamu mengerti ya.." Ucap Devita.

__ADS_1


"Ia kak..aku mengerti.." Ucap Dika memeluk erat tubuh kakaknya.


"Emm..ya sudah tidur gih..kakak temanin kamu sampai tidur ya..berdoa dulu.." Ucap Devita yang di angguki Dika lalu mereka berdua berdoa setelah itu berbaring diatas tempat tidur Dika. Devita membawa tubuh adiknya dalam pelukannya sembari mengusap belakang..Dika memejamkan matanya yang perlahan dia terlelap tidur dalam pelukan kakaknya.


"Aku nggak pernah mimpi kehidupan kami berdua seperti ini Ya Tuhan..Apa aku harus percaya sepenuhnya dengan Dia yang sekarang jadi suamiku..dulu Bunda seperti itu percaya dengan ayah,ayaj begitu mencintai bunda..,tapi kemudian Ayah tega menghianati Bunda..bagaimana kalau Dafa seperti itu saat aku sudah memberikan semuanya padanya..Aku tidak mau mengalami apa yang bunda alami Tuhan...sungguh aku merasa Trauma Ya Tuhan.." Devita berguman dengan tampa sadar air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Apa yang harus aku lakukan Tuhan.. Berilah aku pertunjukmu..berikan aku jalan darimu untuk apa yang aku rasakan saat ini.." Ungkapan dalam hati Devita berdoa dengan penuh rasa gundahnya saat itu.Devita menghapus air matanya lalu perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh adiknya kemudian merapikan tidur adiknya dan menyelimuti tubuh adiknya. Devita pergi menuju kamar mandi adiknya untuk membersihkan wajahnya yang terlihat sembab.setelah selesai Devita keluar sembari mematikan lampu kamar adiknya lalu menghidupkan lampu tidur adiknya,setelah itu Devita berjalan keluar dari kamar adiknya menuju kamarnya karena malam juga sudah larut.


"Dia kemana?" Guman Devita mengedarkan pandangannya karena melihat suaminya tidak ada di dalam kamar itu bahkan diatas tempat tidur pun tidak ada.


"Mungkin di kamar mandi..lebih baik aku tidur saja..sudah ngantuk sekali mataku.." Guman Devita lansung menuju tempat tidur lalu membaring tubuhnya dan tidak lupa dia berdoa terlebih dahulu sebelumnya.Devita menyelimuti tubuhnya lalu mulai memejamkan mata yang kemudian dia pun terlelap tidur.

__ADS_1


tengah malamnya Dafa baru keluar dari ruangannya,melihat istrinya sudah meringkuk dalam selimut.Dafa pergi kekamar mandi namun tidak lama dia dia keluar lagi berlalu masuk kedalam ruangan ganti,Dafa menganti celananya dengan celana pendek dan bajunya dia buka.Dafa keluar menuju tempat tidur lalu naik keatas tempat tidur mendekati istrinya kemudian dia membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya.Dafa membubuhkan ciuman lembut di kening istrinya setelah itu Dafa juga memejamkan matanya namun dia bukakan lagi merasakan istrinya memeluk erat tubuhnya membuat Dafa tersenyum lalu kembali memberikan ciuman di kening dan kepala istrinya dan perlahan dia kembali memejamkan matanya.


__ADS_2