
"Kak Dafa...Aku merindukan kamu kak.." Ucap Wanita yang tidak lain adalah Alika bahkan saat itu dia lansung memeluk tubuh Dafa membuat Devita sangat terkejut sekali.Dafa melepaskan peluka Alika.
"Jaga sikapmu Alika..!" Aura dingin Dafa membuat Alika melihat kearah Devita.
"Siapa Dia kak?" Ucap Alika dengan sorot matanya dia tujukan kearah Devita.
"Dafa..kalian sudah datang..Alika ajaklah mereka masuk dulu.." Ucap Mamanya Alika.
"Baik Tante.." Dafa mengandeng tangan Devita melewati Alika tengah mengepal kuat tangannya karena Dafa mencueki dirinya.
"Siapa wanita itu..apa dia kekasih kak Dafa..kenapa Mama nggak ngasi tau..?" Gumanan Alika sembari terus mengepal tangannya.
"Awas saja kalau benar dia kekasih kak Dafa,aku tidak akan membiarkan mereka lama-lama bersama..aku nggak rela Kak Dafa bersama wanita lain..dia hanya milikku!,milikku.." Gumanan Alika kemudian berjalan cepat menyusul Dafa dan Devita yang saat itu sudah menuju ruangan makan.
"Sayang.." Mommy Sofia menciumi pipi Devita yang semakin membuat Alika bertambah cemburu.
"Maaf ya nak Dafa kalau menganggu acara kamu,Tante mengundang kalian berdua makan malam malam ini.." Ucap Mamaknya Alika.
"Tidak apa tante.." Saut Dafa.
"Baiklah kalian sudah datang sebaiknya kita mulai saja makan malamnya.. Makan malam kali ini agendanya untuk menyambut kedatangan Alika yang sudah menyelesaikan kuliahnya dan juga terapinya.." Ucap Mamanya Alika.
__ADS_1
"Selamat ya nak.."Ucap Mommy Sofia.
"Makasih tante.." jawab Alika semanis mungkin dengan matanya menatap Devita dengan meneliti Devita. Devita menyadari tatapan Alika untuknya namun Devita tidak menghiraukannnya.
"Kita berdoa dulu.." Ucap Papanya Alika mulai memimpin doa makan malam mereka.setelah itu mereka baru bergantian mengambil makanan diatas meja itu.Acara makan malamnya hanya di penuhi pembicaraan mengenai pekerjaan kantor,tapi tidak lama mereka menyelesaikan makan mereka.
"Kalian nggak pergi haneymoon Daf?" Tanya Papanya Alika membuat Alika seketika itu tersedak minuman jus buahnya.
Huk..huk...huk..Mamanya segera memberikan air untuk Alika.
"Minumnya pelan-pelan nak.." Ucap mamanya.
"Udah pelan ini Ma..,sebentar,papa bilang apa tadi sama kak Dafa..? Honeymoon??aku nggak salah dengar..?" Ucap Alika beruntun namun belum di jawab mereka semuanya membuat Alika menatap mereka semua.
"Alika,kakak sudah menikah..dan ini istri kakak..namanya Devita.." Ucap Dafa mengejutkan Alika bahkan Alika menjatuhkan sendok makannya namun kemudian Alika tersenyum.
"Nggak..kakak bercanda kan..! kakak menikah..kakak bohong kan?" ucap Alika belum percaya.
"Kakak tidak pernah berbohong! Dan itu memang kenyataannya,kakak sudah menikah dan ini istri sah kakak..." Ucap Dafa membuat Alika mengeleng gelengkan kepalanya.
"Nggak...nggak..itu Nggak mungkin.. Kakak berbohong sama aku..kakak bohong!!!" Ucap Alika meninggikan suaranya lalu menoleh kearah papa dan mamanya.
__ADS_1
"Kalian..kenapa diam saja,bilang sama aku pa..Ma..kalau apa yang kak Dafa katakan bohong.. Itu adalah bohong...!" Triaknya lalu meneteskan air matanya.
"Alika.." Tangan mamanya menyentuh Alika namun di tepis Alika.
"Kenapa mama tidak memberitahu aku..KENAPA?" Triak Alika marah.
"Alika kendalikan dirimu nak..kendalikan dirimu.."Ucap papanya Alika.
Hiks...hiks...
"Kalian semua jahat...kenapa kalian tidak memberitahuku..Kak Dafa hanya milikku..milikku.." Alika bangun lalu ingin menghampiri Devita namun di tahan Dafa dengan lansung memegang bahu Alika.
"Alika dengarkan aku..kamu harus bisa pulihkan kondisi kamu..Aku Dafa.. Aku bukan Dafin..Aku DAFA...DAFA.. Kamu harus bisa membedakan di depan kamu sekarang Dafa bukan Dafin..Kamu harus bisa mengiklaskan kepergian adikku.. Aku menyayangi kamu seperti adikku.. aku mohon bangkitlah dan iklaskan semuanya..dengan begitu kamu bisa melanjutkan hidup kamu..Iklaskan dan kamu harus menerima kalau Dafin sudah tiada.." Alika lansung menangis tersegukan mendengar apa yang barusan Dafa katakan kemudian melorotkan tubuhnya kebawah.
Hiks....hiks...hiks..
"Dafin...Dafin...Aku mencintaimu..Dafin.. Aku mencintai kamu..." Hiks...hiks..Alika baru tersadar lalu kembali bisa mengingat Dafin.Devita yang berada di samping Dafa hanya bisa terdiam karena dia sangat bingung sebenarnya apa yang terjadi,apa maksud semua ini pikir Devita.
"Aku mencintai Dafin kak..Dafin kak..kenapa Dafin meninggalkan aku kak..aku belum bisa menerimanya kak..." Tangisan Alika kembali mengaung yang saat itu Dafa menoleh kearah istrinya yang kebingungan lalu dia kembali menoleh kearah Alika sembari memegang kedua bahu Alika.
"Iklaskan kepergian Dafin..kakak mohon,kami semua sudah mengiklaskan kepergian Dafin..aku mau kamu sekarang seperti kamy agar kamu bisa melanjutkan hidup kamu tampa melupakan adikku..kalau benar kamu mencintai Adikku..iklaskan dia.." Ucap Dafa semakin membuat Alika kuat menangis yang saat itu di hampiri Mommy Jihan yang lansung memeluk tubuh Alika.
__ADS_1
"Apa yang Dafa bilang benar nak..Ini semua demi kebaikan kamu..kami tidak menyuruh kamu melupakan Dafin dan kenangan kalian..kami hanya mau kamu melanjutkan hidup kamu sayang, Dafin disana akan sedih melihat kamu seperti ini..Iklaskan nak..Mommy juga sudah mengiklaskan kepergian putra Mommy...." Ucap Mommy Sofia lalu meneteskan air matanya juga dengan masih memeluk tubub Alika.