Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
50


__ADS_3

"Banyak sekali membeli makanannya, siapa yang akan memakannya sebanyak ini.." Devita mengambil makanan itu di tangan suaminya.


"Nanti kamu bisa berikan dengan yang lain.." Ucap Dafa.


Devita membuka lacinya mengambil mangkuk piring miliknya lalu meletakan diatas meja untuk menyimpan makanan yang suaminya pesankan itu.


"Bersihkan tangan kamu sana.." Ucap Devita menyuruh suaminya membersihkan tangannya.Dafa pun menurut lalu bangun mengikuti apa yang istrinya katakan.


"Sudah.." Ucap Dafa yang lalu di berikan istrinya piring berisikan makanan kearahnya.


"Suapi aku!" Ucap Dafa membuat Devita menoleh.


"Bisa makan sendiri kan?" Ucap Devita.


"Bisa..tapi aku mau kita makan sepiring bersama..jangan menolak!kita ini suami istri.." Ucap Dafa.


Devita tengah memikirkan keinginan suaminya.


"Baiklah.." Ucap Devita setuju.


Mereka berdua berdoa terlebih dulu sebelum makan.Dafa menyuapi Devita makan kemudian Devita yang menyuapi Dafa makan.mereka berdua saling pandang.


"Nanti malam kita di undang makan malam kerumah keluargaku!" Ucap Dafa.


"Emm Lalu?" Ucap Devita sambil mengunyah makanannya.


"Kamu temani aku makan malam kesana.." Ucap Dafa.

__ADS_1


"Haruskah..?" Tanya Devita.


"Tidak juga..tapi tidak enak menolak, sekalian aku memperkenalkan kamu dengan mereka kalau kamu istriku.." Ucap Dafa sembari menyuapi istrinya makan.


"Baiklah.." Ucap Devita yang ahkirnya mau di ajak suaminya makan malam dengan kerabat suaminya.Dafa melihat di dekat bibir istrinya ada menempel makanan,perlahan dia mendekat kearah wajah istrinya lalu mengecup samping bibir istrinya sembari mengambil makanan yang menempel di samping bibir istrinya. Melihat istrinya diam dengan matanya menatap kearahnya, Dafa pun perlahan memperdalam ciumannya yang sekarang membuat mereka berdua berciuman saling memberikan kehangatan dalam rongga mulut mereka.Dalam hati Devita mengakui ciuman suaminya berikan membuatnya malah ketagihan sekarang.berapa menit kemudian Dafa melepaskan tautan bibir mereka membuat Devita sangat gugup dan malu-malu menatap suaminya. melihat itu Dafa tersenyum karena merasa sangat lucu sekali ekpresi wajah istrinya.


"Kamu sudah semakin pandai berciuman.." Bisik Dafa mengoda istrinya.karena merasa malu,Devita memukuli Dada suaminya sembari menahan senyumannya.Dafa menarik tubuh istrinya keatas pangkuannya lalu Dafa kembali membawa istrinya berciuman kembali.esapan-esapan mereka lakukan saat itu sampai tampa sadar Dafa sekarang sudah menelusuri jenjang leher Istrinya.


"He..hentikan!" Devita mendorong tubuh Dafa mengejutkan Dafa.


"Maaf..maafkan aku!" Ucap Dafa yang menyadari kalau dirinya semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Ems..A..aku mau kekamar mandi" Ucap Devita gugup lalu perlahan turun dari atas pangkuan suaminya.Dafa sampai memejamkan matanya karena merasakan bawahnya tidak sengaja Devita sentuh dengan pahanya.Devita lansung masuk kekamar mandi.


"Kalau begini terus,aku tidak bisa menahannya lagi.." Guman Dafa lalu mengusap wajahnya.


"Ya ampun..Aku gilaa..kenapa ngingatin itu terus sih..sadar Devita..sadar.." Devita mengusap wajahnya lalu dia segera mencuci mukanya.


Huh...terdengar Helaaan napas Devita kemudian dia membuangnya.Devita keluar dari kamar mandi dan saat bersamaan tatapannya bertemu dengan suaminya. Devita berjalan menuju tasnya ingin mengambil pelempab wajahnya dan saat itu juga Dafa menghampirnya lalu memeluknya dari belakangnya membuat Devita tertegun diam.


"Devita..Aku ingin pernikahan kita selamanya,aku mau kamu menjadi istriku seutuhnya.." Ucap Dafa serius.


"Ems..ma..maksud kamu..?" Ucap Devita.


"Aku tau kamu trauma karena pernikahan Ibunda dan ayah kalian,Ayah kalian berselingkuh.Kamu harus percaya denganku,Aku akan membuktikan hanya kamu istriku satu-satu sampai ahkir hayatku dan aku tidak akan menghianatimu!" Ucap Dafa lalu perlahan membalikan badan istrinya kearahnya.


"Ems..Aku..aku.." Devita tidak mampu mengucapkan apa yang ingin dia sampaikan saat itu dengan suaminya. Melihat itu Dafa kembali menciumi bibir istrinya lalu memperdalamkan ciumannya.Devita tidak menolak sama sekali bahkan dia merangkulkan tangannya kearah leher suaminya.Dafa membawa Devita menuju Sofa tampa melepaskan tautan bibir mereka,bahkan Dafa kembali membawa istrinya keatas pangkuannya.Dafa terus memperdalam ciumannya yang saat itu di balas Devita meski masih kaku.

__ADS_1


"Aku serius Devita..!" Dafa menyatukan kening mereka lalu Dafa kembali menatap wajah istrinya.


"Bisakah kita melakukan malam pertama kita setelah kamu selesai ini.." Ucap Dafa memberitahu keinginannya. Devita belum menjawab apa yang barusan suaminya katakan karena dia tidak tau mau menjawab apa saat itu.


"Apa kau akan membuktikan padaku tidak akan mencampakan aku seperti ayahku lakukan dengan Bunda kami..?" Tanya Devita serius.


"Aku akan membuktikannya..kalau hanya kamu wanita satu-satunya wanita Dunia ini milikku sampai nanti..!" Ucap Dafa lalu mengambil tangan kanan istri lalu meletakan diatas kepalanya.


"Aku bersumpah.." Ucap Dafa serius.


"Ems..Ak..aku..Akan aku beritahu nanti.."Ucap Devita gugup.


"Kenapa tidak bisa sekarang?" Ucap Dafa.


"Ems..minggu depan aku beritahu jawabannya." ucap Devita membuat Dafa tersenyum lalu membubuhkan ciuman di kening istrinya.


"Baiklah..Aku akan menunggu jawaban kamu.." Ucap Dafa tersenyum yang di angguki Devita.


"Ems..Ini sudah jam 12:40,Aku mau bersiap mau keruangan Operasi.." Ucap Devita.


"Baiklah..Aku juga mau balik kekantor. Nanti aku jemput kamu.." Ucap Dafa yang di angguki Devita.Dafa kembali membawa Devita berciuman namun tidak lama dia menghentikannya kemudian memberikan Dasinya kearah Devita meminta Devita memasangnya. Devita lansung memasangkan Dasi itu keleher suaminya sembari merapikan baju kemeja suaminya.


"Aku pergi.." Ucap Dafa..


"Ia..berhati-hatilah.." ucap Devita mengingatkan suaminya.


"Tentu istriku.." Ucap Dafa tersenyum lalu berjalan menuju arah pintu kemudian keluar dari ruangan Devita menuju kearah luar.

__ADS_1


"Tuan Dafa..bukankah itu Tuan Dafa.. Dia baru saja keluar dari ruangan Dokter Devi..ada apa dia menemui Dokter Devi..?" Guman Randi penasaran namun kemudian dia melanjutkan lagi langkahnya menuju ruangannya.


__ADS_2