Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
45


__ADS_3

Dafa sudah sampai membawa Devita yang masih berada dalam gendongannya kedalam kamar mereka berdua.Dengan masih berdiri di depan tempat tidur,Dafa terus memandang wajah istrinya itu membuat jantung Devita bedegup kencang tidak terkendali lagi bahkan Dafa mendengar degupan detak jantungnya.


"Bi..bisa turunkan aku!" Ucap Devita gugup.Dafa membawa istrinya itu mendekat kearah tempat tidur lalu meletakan istrinya perlahan keatas tempat tidur itu dengan mata mereka berdua saling menatap.Devita melebarkan matanya karena suaminya saat itu membuka baju kaosnnya lalu berbaring di sebelahnya.


"Kemarilah.." Tangan Dafa menarik pelan lengan istrinya itu yang perlahan membuat tubuh istrinya tergeser kearahnya.saat sudah dekat,Dafa membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya lalu Dafa memejamkan matanya.melihat itu Devita menoleh kearah wajah suaminya membuat Dafa seketika itu membuka matanya lagi yang kembali tatapan mereka berdua saling bertemu. Devita ingin menurunkan pandangannya namun lansung Dafa tahan dengan tangannya.


"Bisakah kita memulai hubungan ini dengan berbagi cerita keseharian kita di luar kamar ini..?" Ucap Dafa serius.


"Menceritakan semua apa kita lakukan dan apa yang kita alami setiap harinya.. Aku tidak memaksa kamu dalam hal lain seperti hubungan intim suami istri lain lakukan sebelum kamu setuju." lanjut Dafa.


"Kamu memang istriku sekarang tapi aku bukan pria yang egois..aku akan memberikan kamu banyak waktu agar bisa menerima semua yang aku lakukan untuk kamu.." Lanjutnya lagi yang tidak pernah melepaskan tatapannya kearah Istrinya itu.


"Aku merenovasi rumah kamu ini saat hari pernikahan kita..Kamu marah soal itu..?" Ucap Dafa yang perlahan Devita gelengan kepalanya mengatakan dia tidak marah dengan apa di lakukan suaminya dengan rumahnya itu.


"Kenapa kamu melakukan ini padaku?" Ucap Devita.


"Melakukan apa,memaksa kamu menikah..?" Ucap Dafa.


"Ia.." Saut Devita.


"Aku sudah mengatakan sama kamu sebelumnya kalau aku mau menikahi kamu.." Ucap Dafa.


"Tapi kenapa harus berbohong dan melibatkan semuanya..?" Ucap Devita.


"Kalau aku tidak melakukan itu,kamu pasti akan menolak.." Dafa mengambil tangan istrinya lalu mengemgamnya sembari mengusapnya dengan lembut.


"Apa yang sudah aku katakan di Gereja saat pernikahan kita,aku akan membuktikan sama kamu..!"Ucap Dafa membuat Devita terdiam lalu mengingat sumpah dan janji pernikahan yang mereka ucapkan saat itu.Devita menogakan pandangannya melihat kearah suaminya lagi.


"Aku trauma melihat apa yang Bundaku alami.."Ucap Devita menundukan kepalanya.Mendengar itu Dafa memeluk erat tubuh istrinya itu sembari mengusap kepalanya.

__ADS_1


"Bisakah kamu mempercayai aku..!" Ucap Dafa.


"Bagaimana kalau kamu menghianatiku nanti seperti ayah kami..?" Ucap Devita pilu.Dafa memahami apa yang istrinya rasakan saat itu.


"Aku akan membuktikan sama kamu kalau aku bukan pria seperti ayah kamu..!" Ucap Dafa menatap mata istrinya begitu juga istrinya masih melihat kearahnya.


"Aku akan memberikan kamu kesempatan..tapi maaf soal hubungan yang biasa suami,istri lakukan,aku belum bisa melakukannya untuk sekarang..!" Ucap Devita serius.


"Baiklah..aku mengerti! tapi bisakah kamu mengandalkan aku sekarang dalam semua hal..?" Ucap Dafa yang lansung di angguki Devita yang membuat Dafa kembali tersenyum.


"Terimakasih Istriku!" Ucap Dafa membuat Devita diam menatapnya yang Dafa pahami.


"Aku tidak pernah mengucapkan terimakasih semudah ini dengan siapa pun tetapi dengan kamu dan hubungan kita..aku mengecualinya,aku akan berusaha membiasakannya.." Ucap Dafa tersenyum membuat Devita tersenyum kecil.


"Baiklah.."Jawab Devita malu-malu.


"Bagaimana dengan rumah ini kamu menyukainya..?" Ucap Dafa bertanya.


"Biayanya tidak masalah bagiku,hanya hal kecil..Maaf aku mengatakan kalau rumah kamu dulu terlalu sempit untuk aku tinggali,itu sebabnya aku mengubahnya dan menambah faselitas dalam rumah ini,ini semua juga demi kenyaman kita dan juga adik kamu..kedepan kita akan sering menginap disini..Ini belum selesai aku lakukan..!" Ucap Dafa membuat Devita mengernyitkan keningnya.


"Maksudnya gimana..belum selesai..?" Ucap Devita kebingungan.


"Kamu belum melihat kebelakang..tanah itu sudahku beli semua dan semuanya atas nama kamu..di belakang aku tengah membangun kolam renang dan juga taman untuk bisa bersantai.. Rumah ini juga aku buat kamar lagi diatasnya.nanti kalau sudah jadi adik kamu akan tidur di kamarnya yang sudah aku persiapkan sedangkan di bawah 2 kamar itu untuk kamar tamu. Kalau Mommy dan Oma kemari mereka bisa tidur disana.." Ucap Dafa membuat sedikit terkejut.


"Kamu keberatan..?" Tanya Dafa.


"Emm bukan begitu,aku nggak keberatan,tapi bukannya akan besar biayanya merenovasi semua ini..?" Ucap Devita.


"Itu hanya hal kecil,bahkan kalau aku membuat rumah kamu tingkat 10 juga nggak bakalan ngabisin uang aku..!" Ucap Dafa menyombongkan dirinya.

__ADS_1


"Terlalu sombong..!!"


"Bukan sombong..tapi kenyataan uangku tidak akan habis walau 7 turunan memakannya.Suami kamu sangat Kaya.." Ucap Dafa membuat Devita menjelingkan matanya.


"Kamu tidak percaya!!?"


"Aku percaya.." Ucap Devita tersenyum.


"Okey..baiklah..Ah..aku sangat lelah... bisakah kamu memijit kepalaku..!" Dafa menurunkan kepalanya tepat di tengah dada istrinya membuat Devita terkejut karena suaminya juga tengah memeluk erat tubuhnya namun perlahan tangan Devita mulai memijit kepala suaminya itu yang tiba-tiba berubah manja.


"Karena aku sudah memiliki istri,Ini biasa Mom yang lakukan..bisakah kamu yang melakukan saat aku meminta seperti sekarang..?" Ucap Dafa merasa nyaman sekali..


"Baiklah.." Ucap Devita.


Lima menit kemudian Dafa menaikan pandangannya melihat wajah istrinya.


"Ke..kenapa menatapku seperti itu?" Ucap Devita gugup.Dafa mendekatkan wajahnya kearah wajah istrinya bahkan semakin dekat saat itu,hal itu membuat Devita kembi kuat berdegup kencang detak jantungnya.tangan Dafa terangkap membelai wajah istrinya kemudian.


Cup..


Bibir Dafa mengecup mesra kening istrinya membuat Devita terkejut awalnya dan kini memejamkan matanya merasakan ciuman suaminya berikan.


Dafa baring kembali lalu menarik istrinya kedalam dekapannya lagi.


"Ayo kita tidur.." Ucap Dafa memejamkan matanya.


"Emm..bisakah kamu berbaring sendiri disini,aku mau melihat adikku sebentar.." Ucap Devita.


"Baiklah..jangan lama,aku menunggu kamu..!" Ucap Dafa manja.

__ADS_1


"Ia.." Devita bangun lalu turun dari tempat tidur lalu berjalan keluar dari kamar itu menuju kamar adiknya sedangkan Dafa tidak Devita ketahui juga bangun masuk menuju ruangan kerjanya yang dia buat dalam kamar mereka itu.


__ADS_2