Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
49


__ADS_3

Dafa kembali menghubungi Istrinya yang lansung istrinya angkat teleponnya darinya.


"Ada apa?" Ucap Devita.


"Aku sudah sampai di Restoran,kamu sedang apa?" Tanyanya.


"Aku masih memeriksa pasienku..nanti aku telepon lagi okey.." Devita lansung mematikan teleponnya karena dia saat itu benaran tengah memeriksa pasiennya.


"Pacarnya ya Dokter?" Ucap pasiennya Devita.mendengar itu Devita tersenyum.


"Bukan Ibu,tapi suami saya Ibu.." Jawab Devita mengejutkan Ibu itu.


"Dokter sudah menikah..?saya mengira Dokter masih gadis.." Ucap Ibu itu terkejut.


"Ia Ibu..saya belum lama menikah.. Ibu kondisi Ibu semakin membaik ya..tetap minum obatnya ya biar ibu cepat sehat..Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya Ibu.." Ucap Devita memberitahu Ibu lalu pamit pergi dari ruangan Ibu itu.


"Baik Dokter,terimakasih Dokter.." Ucap Wanita itu yang di angguki Devita lalu keluar dari sana.Devita kembali menuju ruangannya dan saat sudah sampai disana dia tiba-tiba merasa tidak nyaman dengan tubuhnya lalu Devita pergi menuju kekamar mandi.


"Astaga aku datang bulan.." Guman Devita lalu keluar dari kamar mandi menuju ruangan priadinya.


"Ya ampun pembalutnya habis pula.. gimana ini,mana jauh juga kesupermarket kalau jalan kaki.." Devita gelisah sekali saat itu memikirkan bagaimana caranya dia membeli pembalut keluar.


"Apa aku minta bantuan Dafa saja ya.. tapi.." Devita masih ragu ingin meminta bantuan suaminya untuk membelikan Pembalut untuk dirinya.


"Hah..Minta bantu dia sajalah dari pada aku jalan kaki..!" Guman Devita kemudian menghubungi suaminya. Disana Dafa tengah serius bicara dengan rekan bisnisnya membahas masalah kerja sama mereka,namun teralihkan melihat ponselnya melihat istrinya menghubungi dirinya.


"Ada Apa?" Kali ini Dafa yang bertanya dengan istrinya yang tiba-tiba duluan menghubungi Dirinya.


"Emm..Kamu sibuk?" Tanya Devita gelisah.


"Kenapa?" Tanya Dafa.


"Itu..jawab aku! Kamu sibuk nggak?" Ucap Devita.


"Sesibuknya aku sekarang,kalau kamu membutuhkan aku,aku akan memenuhi permintaan kamu.. katakan..!"Ucap Dafa.


"Aku mau minta bantuan kamu..!" Ucap Devita.


"Katakan..?" Ucap Dafa.mendengar itu Devita mengigit jarinya berpikir bilang tidak ya,Devita sungguh ragu saat itu.


"Kenapa Diam..katakan..?" Ucap Dafa menyadarkan lamunan Devita.

__ADS_1


"Aku ingin meminta kamu membelikan aku sesuatu,aku kirim melalui wa saja oke..aku matikan sekarang..! Tolong cepat belikan untukku nanti.." ucap Devita mematikan sambungan teleponnya dengan suaminya membuat Dafa masih melihat layar ponselnya dan tidak lama 1 buah pesan masuk dari istrinya.


Aku tengah datang bulan,stok pembalutku disini habis,tolongin aku belikan pembalut merek ini.bisakan?


Begitulah bunyi pesan yang Devita kirim untuk suaminya.


tunggu saja disana,aku akan membelinya.


Dafa membalas pesan istrinya.


"Anda bisa melanjutkan bicara masalah ini dengan Asissten saya,saya keluar sebentar!" Ucap Dafa di angguki rekan bisnisnya.


Dafa bangun lalu keluar dari ruangan itu segera keluar menuju mobilnya.Dafa lansung melajukan mobilnya menuju supermarket terdekat. Dafa masuk kedalam supermarket itu lalu mencari dimana tempat pesanan istrinya berada.Karena bingung mencarinya Dafa memanggil pelayan supermarket itu.


"Tunjukan pada saya,dimana saya bisa menemukan ini..?" Tanya Dafa memperlihatkan Gambar merek pembalut yang disuruh istrinya beli.


"Oh...Disana pak,Ayo saya antar bapak..!" Ucap pelayan itu lalu mengantar Dafa menuju raknya.sampai disitu begitu banyak Merek Pembalut namun Dafa hanya mengambil pesanan istrinya.Dafa lansung mengambil 5 bungkus besar pembalut itu lalu segera membawanya menuju kasir.sampainya di kasir dia lansung memberikan belanjaannya dengan kasir untuk di scan.sembari menscan harganya,kasir itu tersenyum melihat Dafa yang membelikan pembalut itu.


"Ini pak..terimakasih sudah berbelanja disini.."Ucap Kasir itu ramah yang hanya di angguki Dafa lalu pergi dari sana.Dafa kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit.tidak lama dia sampai dan lansung masuk menuju ruangan istrinya. Tampa mengetuk pintu,Dafa lansung masuk mengejutkan Devita.


"Astaga mengangetkan saja..!"Devita terkejut yang saat itu lansung mendapatkan rangkulan lembut dari Dafa membuat Devita menegang.


"Em terimakasih,bisa lepasin aku..aku mau segera kekamar mandi.." Ucap Devita gugup.


Dafa pun perlahan melepaskan rangkulannya, membiarkan istrinya pergi menuju kekamar mandi. Dafa memilih duduk di bangku dalam ruangan istrinya itu menunggu istrinya berganti.Lima menit kemudian Devita barulah keluar dari kamar mandi yang lansung di minta Dafa untuk mendekati dirinya.saat sudah dekat Devita lansung di angkat suaminya keatas pangkuannya.


"Ja..jangan seperti ini,nanti ada yang datang.." Ucap Devita gugup.


"Aku sudah mengunci pintu jadi tidak ada yang bisa kemari..!" Ucap Dafa membuat Devita sedikit terkejut.


"Kenapa di kunci?nanti ada yang ingin menemuiku..!" Ucap Devita yang saat itu menegang karena suaminya menghempitkan tubuhnya kearah dirinya dan perlahan Dafa menempelkan bibirnya kearah bibir istrinya.******* kecil Dafa lakukan yang perlahan membuat Devita membuka mulutnya dan kemudian ciuman mesra mereka lakukan.Dafa terus memperdalam ciumannya sampai berapa menit kemudian melepaskannya lalu menatap intens istrinya membuat istrinya itu tersipu malu.


"Terimakasih.." Ucap Dafa di sertai Dafa membubuhkan kecupan lembut di kening istrinya.dengan malu-malu Devuta mengangukan kepalanya.


"Berapa lama biasanya?" Tanya Dafa membuat Devita balik menatap suaminya.


"Apanya berapa lama?" Tanya Devita tidak mengerti pertanyaan suaminya.


"Datang bulannya?" Ucap Dafa.


"Emm satu mingguan biasanya.." Jawab Devita.mendengar itu Dafa menghelakan napasnya,batal sudah rencananya berencana ingin mengajak istri pergi berbulan madu.

__ADS_1


"Baiklah..apakah sakit?" Tanya Dafa lagi kali ini di pahami Devita.


"Biasanya sakit di Bawah perutku dengan pinggang.." Jawabnya yang perlahan mendapatkan pelukan hangat dari suaminya.


"Kalau sakit sekali beritahu aku Hmm" ucap Dafa.


"Ia.." jawab Devita.


"Bi..bisa turunkan aku..!" ucap Devita gugup.


"Aku masih ingin seperti ini,kamu jangan khuatir.aku sudah memberitahu Hendra untuk melarang siapapun menghubungi kamu saat Ini.." Ucap Dafa memeluk erat istrinya namun kembali menatap istrinya dan kembali membawa istrinya berciuman lagi.Ciuman Dafa semakin menuntut karena tangannya sekarang turun kebawah meraba dada montok Istrinya namun terhenti karena Devita menghentikannya.


"Maafkan aku..!" Ucap Dafa tersadar.


"Ma..maafkan,A..aku bukan.." Ucap Devita terhenti.


"Aku mengerti! Aku terbuai suasana..! Aku mengerti.." Ucap Dafa mengerti istrinya belum siap di sentuhnya selain berciuman namun Dafa merasa senang karena istrinya sekarang sudah tidak menolak kalau dia membawanya berciuman.


"Siapa yang menjemput Dika?" Tanya Devita sempat melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul setengah 12 siang.


"Raka yang akan menjemputnya,biar Raka yang menyiapkan Dika makanan dan juga keperluannya di ruanganku.. Aku mau beristirahat disini sama kamu.." Ucap Dafa memeluk tubuh istrinya.


"Kita pesankan makanan dulu..!" Ucap Dafa lalu mengirim pesan dengan anak buahnya menyuruh mereka mengantar makan kerumah sakit itu untuk mereka berdua makan siang.setelah itu Dafa membuka jasnya lalu dasinya dan juga kancing atas kemejanya membuat Devita menatap suaminya.melihat itu Dafa tersenyum.


"Kenapa menatapku seperti itu?Aku tau akan sangat tampan.." Ucap Dafa membuat Devita menjelingkan matanya.


"Aku turun ya.." Ucap Devita.


"Biarkan seperti ini.." Ucap Dafa. Devita sangat tidak nyaman duduk di pangkuan suaminya dengan posisinya mengangkang tepat menghadap suaminya,terasa sekali milik suaminya menyentuh bawah dirinya namun bagi Dafa posisi mereka sekarang sangatlah nyaman untuknya.Dafa membelai wajah istrinya lalu kembali menatap wajah cantik istrinya itu.


"Jangan terlalu cantik,kamu boleh cantik hanya di hadapanku!" Ucap Dafa serius.


"Aku seperti ini terus setiap hari,lagi pula bekerja juga memakai masker tampa di lepas.." Jawab Devita.


"Baguslah..jangan pernah memperlihatkan wajah kamu dengan siapapun..Kamu istriku..Hanya aku bisa melihatnya sekarang!" Ucap Dafa lalu perlahan kembali membawa istrinya berciuman lagi sampai ketukan pintu mengalihkan mereka kemudian Dafa membiarkan istrinya turun dari pangkuannya karena dia yang akan membuka pintunya.


"Ini makanannya..!" Ternyata Hendra mengantar makanan untuk Dafa.


"Terimakasih.."Dafa mengambil makanan itu lalu menutup kembali pintu ruangan istrinya membuat Hendra mengelengkan kepalanya karena kelakuan temannya itu.


"Dasar Bucin..!" gerutu Hendra lalu pergi dari situ menuju ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2