
Ciuman mereka masih berlanjut hingga sekarang Dafa meminta ijin untuk merasakan buah Melon milik istrinya itu.
"Bolehkan..?" Mendengar itu Devita tidak bisa menolak,dia pun menganggukan kepalanya.Ciuman Dafa perlahan turun kebawah Jenjang leher Devita sembari tangannya sudah melepaskan pengait penutup buah melon Istrinya.saat sudah lepas, perlahan juga Dafa menaikan baju dan juga Bra milik istrinya,seketika itu Dafa lansung terdiam sedikit menelan ludahnya melihat puncak buah melon istrinya yang memerah merona. Dafa pun kembali menciumi bibir istrinya dengan tangannya sudah memegang buah melon istrinya lalu meremasnya dengan bergantian.
Emmmsh..
Terdengar suara lenguhan Devita di selah ciuman mereka.mendengar itu Dafa semakin semangat untuk segera merasakan Buah melon istrinya.Dafa perlahan memulai menyesap salah satu ujung buah melon istrinya membuat Istrinya seketika itu kembali melenguh sembari tidak sengaja menarik rambut Dafa.
"Daf....emmmsh.."Terdengar suara Devita sedikit bergetar sedangkan Dafa,dia terus melanjutkan permainannya dengan bergantian menyesap ujung buah Melon istrinya itu.
"Daaf...Emmmsh..." Devita kembali melenguh bergetar sembari membusungkan dadanya membuat Dafa semakin bersemangat lagi bergantian menyespnya.
__ADS_1
"Bisakah kita melakukannya sekarang?" Suara serak Dafa berhenti menyesap buah melon itu menanyakan Devita mengenai keinginannya mengajak Devita melakukan malam pertama mereka yang belum terlaksana.
"Tapi Aku takut.." Ucap Devita yang seketika itu mendapatkan ciuman lembut di keningnya oleh Dafa.
"Kamu percaya sama aku,aku akan melakukannya dengan pelan.." Ucap Dafa.
"Benaran kamu melakukannya dengan pelan..ems mendengar temanku katanya sakit sekali.." Ucap Devita takut membuat Dafa tersenyum gemas melihat istrinya.
"Dia tidak bercerita kalau setelah itu akan berubah jadi sangat enak..?" Ucap Dafa sedikit mengoda istrinya.
"Jangan salah paham..Aku pria normal, aku mengetahui semua itu karena pernah menonton Flm gimana melakukan hubungan intim pertama kalinya.." ucap Dafa membuat Devita melebarkan matanya mengetahui suaminya pernah menonton adegan hubungan intim.
__ADS_1
"Percayalah,Aku menontonnya ingin tau bagaimana prosesnya dan supaya aku melakukannya dengan istriku ini tidak menyakitimu.." Ucap Dafa mendekati bibirnya kearah bibir Devita yang masih mengatup saat itu.
"Kamu tidak percaya..?" Ucap Dafa.
"Perjaka atau tidaknya pria kan tidak tau..bukannya sama saja..?" Ucap Devita mulai kesal.
"Aku masih perjaka istriku,aku belum pernah sama sekali melakukan hubungan terlarang itu selama hidupku.. Aku bersumpah,percayalah.." Ucap Dafa menatap serius istrinya itu.Devita memiringkan tubuhnya kesamping tidak mau menanggapi ucapan Suaminya. Dafa menarik napasnya merasa menyesal bicara seperti itu dengan istrinya tadi.Dafa memeluk erat tubuh Devita sembari menutupi kedua melon istrinya dengan baju lagi.
"Aku belum pernah melakukan dengan siapa pun,percayalah..Aku pria normal, karena itu aku sering menonton vedio itu sebagai pembelajaran saja..jangan seperti ini,Aku tidak tahan kamu kesal sama aku.." Ucap Dafa mencium tengkuk Devita.
"Aku percaya sama kamu.."Ucap Devita lalu membalik tubuhnya kearah suaminya dan kini mata mereka saling bertemu.
__ADS_1
"Kalau kamu belum siap,Aku nggak akan maksain kamu.." Ucap Dafa yang saat itu di tatap Devita dan perlahan Devita mengangkat tangannya lalu membelai Rahang suaminya itu lalu beralih membelai wajah suaminya. Dafa memejamkan matanya menikmati sentuhan istrinya.Devita mendekati wajahnya kearah telinga suaminya bahkan bibirnya menyentu pipi suaminya.
"Aku siap suamiku.." Bisiknya membuat Dafa seketika itu membuka matanya menatap istrinya itu,semantara Devita tersemyum sembari menganggukan kepalanya menyakinkan suaminya kalau ucapannya sungguh benar.