Jodoh Tuan Muda Kidal

Jodoh Tuan Muda Kidal
59


__ADS_3

Siang harinya Devita mulai mengerjapkan matanya lalu terlejut melihat kamar itu sudah terang.


"Ya ampun jam berapa ini,Kenapa Dafa tidak membangunkan aku..!" Gumannya meraih jam diatas meja samping tempat tidur.


"Astaga jam 2 siang,yang benar saja ini jam 2 siang..?aku harus bangun pasti di marah karena lalai dalam pekerjaanku." Ucap Devita ingin bangun.


"Aukh uuuhh.. Sakit sekali bawahku.." Rilihnya merasakan bawahnya sakit sekali di gerakan.Devita pun teringat dengan kejadian semalam dimana dia dan suaminya melakukan malam pertama mereka bahkan suaminya tidak memberikan dirinya kesempatan untuk beristirahat.


"Kamu sudah bangun ternyata.." Ucap Dafa mengejutkan lamunan Devita. Dafa mendekati Devita dengan membawa satu piring makanan dan minuman.saat itu Devita menjadi canggung berdekatan dengan suaminya mengingat permainan panas mereka semalam.


Dafa tersenyum lalu duduk mendekati istrinya dan perlahan menciumi kening istrinya dengan sangat lembut.


"Maafkan aku membuat kamu kelelahan..kamu makan dulu ya,ini sudah siang pasti kamu lapar.." Ucap Dafa.


"Ems..A..aku mau kekamar mandi.." Ucap Devita gugup membuat Dafa tersenyum lalu mendekatkan wajahnya kearah wajah istrinya itu.


"Jangan malu..itu sangat wajar di lakukan suami istri..terimakasih istriku.." Ucap Dafa menatap Istrinya yang malu malu saat itu.


"Kamu kenapa tidak membangunkan aku tidur,aku pasti bisa di skor karena lalai dalam bekerja.." Ucap Devita


"Kamu jangan khuatir,aku sudah memberitahu Hendra kalau kamu tidak bisa masuk..Aku antar kamu kekamar mandi.." Dafa pun lansung mengangkat tubuh Devita membawanya menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Kamu hanya memakaikan baju untukku..?" ucap Devita semakin memerah wajahnya melihat pakaian yang dia kenakan saat itu.


"Itu mempermudah aku bisa masuk.." Ucap Dafa lansung mendapatkan pukulan kecil dari Devita.


"Aku mau mandi saja.." Ucap Devita.


"Baiklah aku bantu.." Ucap Dafa.


"Ti..tidak usah,aku bisa mandi sendiri." Ucap Devita malu saat itu.


"Jangan menolak,aku tau kamu kesakitan begini karena aku..menurut saja.." Ucap Dafa perlahan meletakan Devita di dekat bak peremdaman lalu dia membuka bajunya dan celananya yang membuat Devita semakin gugup saat itu karena matanya lansung tertuju kearah bawah suaminya yang saat itu menyembul.senjata suaminya itulah semalam mengempurnya sampai dia kesakitan.Devita tersadar saat Dafa ingin membuka baju istrinya seketika di tahan istrinya.


"Jangan malu,aku sudah melihat semuanya bahkan aku sudah hafal semuanya.." Ucap Dafa dengan tangannya membuka baju tidur istrinya yang saat itu lansung menampilkan tubuh polosnya.Devita lansung reflek menutupi kedua buah melonnya namun Dafa tidak perduli,dia pun mengangkat tubuh istrinya masuk kedalam bak peremdaman.


"Sakit sekali...?" Tanya Dafa.


"Tadi saja saat menyentuh Air,sekarang beransur hilang.." Ucap Devita.


"Duduklah aku akan menyabuni tubuh kamu.." Dafa mengambil sabun lalu membuatnya berbusa kemudian mulai menyabuni tubuh Istrinya bahkan dia tidak melewatkan sedikit pun tubuh istrinya.Setelah itu,Dafa memberikan sampo di rambut istrinya.Devita tidak tau kalau suaminya saat itu menahan dirinya untuk tidak mengemburnya lagi.kalau mengikuti hasratnya saat itu, ingin sekali rasanya Dafa mengajak istrinya bercinta dalam bak itu namun dia lebih memikirkan kesehatan istrinya.


"Kita bilas ya..kamu tidak boleh beremdam terlalu lama apalagi kamu belum makan.." Ucap Dafa lalu mengiring istrinya menuju Shower lalu membilas tubuh istrinya.setelah itu Dia mengelap tubuh istrinya sampai kering dan kemudin barulah Dafa mengelap tubuhnya sendiri lalu membawa istrinya menuju tempat tidur mereka.

__ADS_1


"Makan ya..setelah itu baru kamu istirahat lagi.mengenai Dika jangan khuatir,Raka yang akan menjaganya.." ucap Dafa yang di angguki Devita.


"Kamu ngapain.." Ucap Devita terkejut melihat Dafa berjongkok di depannya.


"Berbaring dan buka kakimu,aku mau mengolesi milikmu dengan salep biar bengkaknya cepat hilang dan tidak sakit.." Ucap Dafa.


"Tapi.."


"Jangan menolak.." Dengan terpaksa dan malu Devita berbaring lalu membuka kedua kakinya dan saat itu juga Dafa mulai mengolesi milik istrinya dengan salep.Devita memejamkan matanya merasakan geli saat suaminya mengusap permukaan miliknya.tidak lama Selesai Dafa mengolesnya lalu dia naik lagi duduk mendekati istrinya yang kembali duduk.Dafa mengambil makanan lalu meletakan diatas pangkuannya.


"Makan ya.." Ucapnya di angguki Devita.


Dafa perlahan mulai menyuapi istrinya dengan sangat telatennya.


"Kamu sudah makan?" ucap Devita.


"Aku sudah kenyang memakanmu.." Ucapnya sembari mengedipkan matanya yang saat itu mendapatkan pukulan kecil dari Istrinya lagi.


"Aku serius,aku sudah makan,kamu tidak perlu khuatir.." Ucap Dafa kembali menyuapi Devita sampai selesai.


"Istirahat ya..aku mau melanjutkan pekerjaanku di kamar ini.." Ucap Dafa.

__ADS_1


"Baiklah.." Ucap Devita menurut kemudian di bantu Dafa berbaring. Ciuman mesra Dafa berika di kening istrinya itu,lalu berbaring di samping Istrinya sembari memeluk tubub istrinya.


"Tidurlah.." Ucap Dafa sembari mengusap belakang Devita.Karena kelelahan dan juga masih mengantuk dia pun terlelap dalam pelukan suaminya.sesudah itu barulah Dafa bangun lalu berjalan pelan menuju arah sofa ruangan.


__ADS_2