
Malam harinya.
Alika datang lagi kerumah utama kediaman keluarga Willen.
"Alika.." Sapa Mommy Sofia melihat kedatangannya.
"Malam Mom.." Alika mendekati Mommy Sofia sembari menciumi kedua pipi Mommy berbalas dengan Mommy Sofia.
"Kamu sendirian..?" Ucap Mommy Sofia bertanya.
"Ia Mommy..Ems kak Dafa dengan istrinya mana Mom..?" Ucap Alika melihat tidak melihat Dafa maupun Devita disana.
"Mereka tidak pulang kemari tapi pulang kerumah pribadi mereka..kamu sudah makan..?" Ucap Mommy memberitahu sembari menanyakan Alika sudah makan malam belum.
"Aku sudah makan kok Mom,ems soal Kak Dafa,memangnya dimana mereka tinggal Mom..?" Ucapnya membuat Mommy Sofia menatap serius ke Alika.
"Soal itu Mommy tidak tau nak,rumah yang baru itu..Mommy belum sempat menanyakan Dafa.." Ucap Mommy Sofia.
"Baiklah Mommy..Aku hanya ingin kemari sebentar,karena kebetulan lewat sini.. Baiklah kalau begitu aku pamit ya Mom, soalnya ada janjian dengan teman mau menyantai keluar.." Ucap Alika.
"Baiklah,pergilah..berhati-hatilah.." Ucap Mommy yang di angguki Alika kemudian dia berjalan menuju keluar dari rumah besar itu.
"Sofia..kamu baik sekali dengan dia, jelas-jelas dia ada niatan mau menganggu hubungan anak kamu..!" Ucap Oma kesal.Oma tadi ingin menghampiri Sofia namun dia menghentikan kursi rodanya melihat Alika berbicara dengan Sofkia sebelumnya.
"Mamy tidak perlu khuatir,kalau dia berani menyakiti Anak dan menantuku, dia akan berurusan denganku.." Ucap Sofia.
"Aku harap begitu nanti..kamu tau kan dia seperti apa,jangan kamu tertipu lagi.." Ucap Oma Rosita masih kesal.
"Ia Mam...Aku mau menghubungi Dafa ngasi tau kalau Alika kemari.." Ucap Mommy Sofia lalu menghubungi Dafa.
__ADS_1
Di lain tempat,di rumah Devita.
Dafa baru saja selesai mandi,sedangkan Devita masih menyiapkan makanan untuk mereka bertiga makan malam. Mereka belum lama kembali kerumah karena Devita melakukan Operasi sore tadi.
"Astaga..kamu mengangetkan aku saja, bagaimana kalau ini terjatuh.." Omelan Devita terkejut suaminya memeluknya tiba-tiba saat dirinya tengah memindahkan sayur kedalam mangkuk.
"Maafkan aku.."Dafa melepaskan pelukannya lalu mengambil alih wajan di tangan istrinya kemudian membantu istrinya memindahkan sayur itu kedalam mangkuk.
"Jangan cemberut seperti itu,Aku sudah minta maaf.." Ucap Dafa menatap istrinya itu.
"Kalau begitu,kamu bereskan..aku mau memanggil Dika.." Ucap Devita kemudian lansung meninggalkan Dafa menganga saat itu.
"Hanya kamu yang berani memerintah ku seperti ini istriku.." Ucap Dafa masih menatap kepergian istrinya masuk kekamar adik iparnya.
"Tidak apa,Kau istriku.." Ucap Dafa tersenyum lalu menyelesaikan pekerjaannya.tidak lama dia menyelesaikan menghidangkan semuanya dan bersamaan Devita dan Dika datang menghampirinya.
"Ayo kita makan.." Ucap Dafa lalu duduk begitu juga dengan Devita dan Dika.
"Ia..kan kamu tadi bilang pengen makan sayur Sop.." Ucap Devita.
"Makasih kakak.."Ucap Dika tersenyum membuat Devita tersenyum menganggukan kepalanya.Dafa ikut tersenyum melihat mereka berdua.
"Apa yang kamu bilang benar dek,kakak kamu bisa segalanya.." Ucap Dafa memuji Istrinya.
"Ia kak,kak Devi memang terbaik.." Ucap Dika membuat Devita tersipu malu.
"Mari kita makan.." Ucap Devita sembari mengambil makanan untuk adiknya dan juga suaminya. setelah itu mereka tidak lupa berdoa sebelum makan.
"Lama-lama aku bisa gendut,masakan kamu sangat enak Sayang.." Ucap Dafa menoleh kearah istrinya.
__ADS_1
Huk..huk..huk..seketika itu Devita tersedak makanan,dengan segera Dafa memberinya minum.
"Pelan-pelan Sayang.." Ucap Dafa membuat Devita menoleh kearah suaminya.
"Kenapa..?" Tanya Dafa.
"Tidak.." Jawab Devita kemudian perlahan memakan makanannya begitu juga dengan Dafa.sepuluh menit kemudian mereka menyelesaikan makan malam mereka.Dika pamit dengan kakaknya dan juga Dafa menuju kamar ingin melanjutkan mengerjakan PR nya.
"Tadi Mommy ada menelpon." Ucap Dafa memberitahu istrinya.Devita menoleh kearah suaminya sembari tangannya masih merapikan meja makan.
"Alika datang kerumah,menanyakan kita..tapi Mommy tidak memberitahu kita dimana." Ucap Dafa.
"Baiklah.." Ucap Devita kemudian membersihkan piring mangkuk yang kotor.Dafa mendekati istrinya lalu membantu istrinya membilasnya.
"Tidak ada jawaban lain mengenai ini..?" Ucap Dafa yang di mengerti Devita maksudnya.Devita belum menjawab,dia terus menyelesaikan pekerjaannya kemudian dia berjalan menuju kamar mereka yang juga di ikuti Dafa dari belakangnya.
"Jawab Aku istriku?" Ucap Dafa.
"Aku harus jawab apa..?" Ucap Devita menatap serius suaminya.
"Aku nggak tau gimana nanggapin apa yang kamu bicarakan barusan.." Ucap Devita.
"Baiklah..Maafkan aku."Ucap Dafa kemudian menarik tangan Devita lalu membawa tubuh istrinya keatas pangkuannya.
"Aku mau kamu selalu mempercayai aku..Aku hanya menginginkan kamu.." Ucap Dafa serius.
"Ems..Baiklah,kita istirahat..Aku harus pergi awal besok kerumah sakit,kamu bisa antarin Dika sekolah kan..?" Ucap Devita.
"Dika besok,Raka yang mengantarnya.. Besok aku akan menemani kamu.." Ucap Dafa.
__ADS_1
"Baiklah..Aku benci penghianatan!" Ucap Devita serius membuat Dafa menatap Istrinya itu kemudian tersenyum.
"Bunuh aku jika aku melakukan itu..!" Ucap Dafa kemudian memeluk erat tubuh istrinya kemudian Dafa membawa Devita berbaring lalu saling menautkan bibir mereka.