
"ALIKA!!"
"Alika..siapa?" Tanya Bimo penasaran dengan yang barusan Dafa sebutkan.
"Dia yang merencanakan mau membunuh istriku??" Dafa balik bertanya dengan Bimo.
"sepertinya Ia dia wanitanya..Siapa Alika,kau mengenali wanita itu?" Ucap Bimo kembali bertanya.
"Dia Mantan kekasih Adikku.."Jawab Dafa.
"Dan sekarang dia menginginkan kau, Apa tebakanku benar??" Ucap Bimo.
"Hmm.." Ucap Dafa membenarkan apa yang di katakan Bimo.
"Wanita tidak tau diri,bodoh kalau kau menanggapinya dan kau jangan coba- coba menyakiti Dokterku,Kau bisa kehilangannya.." Ucap Bimo menatap Dafa yang saat itu juga menatapnya.
"Jangan pernah berpikir menginginkan Istriku,atau kau mati di tanganku!" Ucap Dafa.
"Tergantung,kalau kau tidak menyakiti Dokterku,aku tidak akan menganggumu..!tapi jika kau sampai menyakiti Dokterku,bersiaplah..!" Ucap Bimo ikut mengancam.
"Wanita tidak tau diri..Aku mau rekaman cctv ini kirim kepadaku nanti.kau beri dia pelajaran,aku akan mengurus yang lain..!" Ucap Dafa.
"Tentu saja.." Jawab Bimo setuju.
Saat itu mereka melihat Alika pergi dari sana dan saat bersamaan Dafa dan Bimo lansung keluar menemui anak buahnya Bimo.
"Apa yang dia katakan?" Tanya Dafa.
"Nona itu menginginkan hari ini juga melakukannya Tuan,dia juga mengatakan mengenai posisi Istri Anda yang tengah berada di rumah pribadi Istri Anda." Dafa sampai mengertakan giginya mendengar rencana kejam Alika.
"Kurang hajar,wanita sialan..aku sudah terlalu baik padanya." Dafa pun lansung berjalan cepat menuju mobil yang segera di ikuti Raka dari belakang dan saat itu juga mereka pergi dari sana.
"Tangkap wanita itu,jangan sampai dia tau kita yang menahannya..selanjutnya itu urusan Dafa." Perintah Bimo kepada anak buahnya.
"Baik Tuan.." Anak buahnya itu lansung pergi dari sana sedangkan Bimo mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Aku senang kau tidak mengiyakan rencana wanita ular itu,tapi jika sampai kau mengiyakannya maka hari ini nyawamu lenyap di tanganku!!" Ucapnya membuat orang disana menegang.
"Darimana kau tau?" Ucapnya terkejut. orang yang Bimo hubungi adalah Gani yang merupakan kakak kandungnya Bimo.
"Aku selalu mengawasimu!"Ucap Bimo.
"Aku memang menginginkannya tapi aku masih punya kewarasan..!" Kesalnya.
"Baguslah!Tidak memilikinya setidaknya, aku masih bisa mengharapkan keturunannya menjadi milikku!" Ucap Bimo tersenyum.
__ADS_1
"Dasar Gila..ingat usiamu sangat tua saat keturunannya dewasa..Bodoh!" Kesal Gani dari sana.
"Usiaku baru kepala 4 tidak buruk menjadi Sugar Daddy..!" Jawab Bimo semakin membuat Gani kesal lalu mematikan telepon dari adiknya itu.
Di lain tempat.
Dafa pulang menemui istrinya yang sejak kemarin dan hari ini tidak masuk kerja karena ulah Dafa.
"Sayang.. Kamu sudah bangun..?" Ucap Dafa tengah memeluk tubuh Devita mengejutkan istrinya itu.
"Kamu ih,mengagetkan saja.."Ucap Devita.
"Kamu wangi sekali sayang.."Ucap Dafa sembari mencium tengkuk istrinya. Mendengar itu Devita lansung waspada dengan suaminya.
"Jangan dulu,Aku lelah sekali.." Ucap Devita.
"Aku tau..kamu sudah merasa nyaman untuk berjalan?" Ucap Dafa membingungkan istrinya.
"Sudah..kenapa bertanya seperti itu?" Ucap Devita menoleh kearah suaminya.
"Baiklah,Aku mau mengajak kamu kerumah Mommy,Oma merindukan kamu.." Ucap Dafa.
"Ayolah kesana,aku juga kangen sama Mommy,sama Oma.." Ucap Devita. Dafa tidak menjawab melainkan mendekatkan wajahnya kearah istrinya dan pelan dia pun mengecup lembut kening istrinya lalu kemudian dia lansung mengangkat tubuh istrinya kedalam gendongannya.Devita tersenyum saat itu melihat kearah suaminya.
"Kenapa kamu tersenyum,ada aneh dariku?" Ucap Dafa
"Jangan membuatku membatalkan kepergian kita Devi,Aku sangat ingin sekali saat ini..!" Ucapnya lansung mendapat pukulan dari istrinya.
"Dasar mesum..!" Ucap Devita.
"Mesum sama kamu!" Ucap Dafa kembali di pukul istrinya lagi dadanya. Kini mereka masuk kedalam mobil dan tidak lama mobil pun melaju menuju rumah utama keluarga Willen.
"Oma...Mommy.." Devita menyalami tangan keduanya lalu giliran memeluk tubuh mereka berdua.
"Kamu pucat sekali nak,kamu sakit?" Tanya Mommy membuat Devita melirik sebentar kearah suaminya.melihat itu Mommy tersenyum lansung tersenyum.
"Mommy paham..wah sepertinya tidak akan lama lagi ada kabar baik ini,mudah mudahan,Amin..." Ucap Mommy membuat Devita tersenyum malu.
"Oma mau istirahat dulu sayang.." Ucap Oma memberitahu Devita.
"Baik Oma.."Saut Devita
"Ayo duduk dulu,kalian sudah makan kan..?" Tanya Mommy.
"Sudah Mom.."Jawab Devita.
__ADS_1
"Mommy masak Sop tadi,kalau mau makan lagi..makanlah.." Ucap Mommy.
"Nanti saja Mom..." Ucap Devita
"Mom Aku kemari ingin mengatakan sesuatu dengan Mommy.." Ucap Dafa serius.
"Mau mengatakan soal Apa son?" Ucap Mommy Sofia.
Dafa mengambil ponselnya lalu menyuruh Mommy dan Istrinya mendengar rekaman tersebut.Mommy Sofia saling pandang dengan Devita karena mereka berdua tidak mengerti maksud dari rekaman yang di suruh Dafa mereka dengarkan.
"Bagaimana maksud kamu son,kenapa dengan Alika,dia menyuruh apa..?" Ucap Mommy Sofia belum mengerti.
"Mom..Alika membayar seseorang untuk membunuh Istriku Mom.." Ucap Dafa mengejutkan Mommy Sofia dan juga Devita.
"A..apa!!,apa kamu bilang..Alika mau mecelakai Devita..?" Ucap Mommy sofia mengulangi apa yang dia dengar saat itu.
"Bukan mencelakai Mom,tapi melainkan ingin melenyapkan Istriku Mom..Dia ingin menyuruh Bimo yang melakukannya tapi dia tidak tau kalau Bimo rekan bisnisku Mom.. Bimo mengetahui itu istriku,dia lansung mengabai aku..Aku tidak akan mengampuni Alika Mom,dia bahkan menginginkan kematian istriku.kalau di biarkan bukan Istriku saja Mom yang akan dia inginkan mungkin nyawa kalian Mom." Ucap Dafa.
Mommy Sofia terdiam saat itu mendengar apa yang di katakan putranya.
"Mommy berserah sama kamu son, lakukan saja menurut kamu baik untuk kita semuanya.." Ucap Mommy Sofia.
"Aku sudah mengurusnya Mom,aku hanya memberitahu kalian agar kalian tidak terkejut mendengar beritanya nanti.."Ucap Dafa.
Saat Itu Devita tidak berkata apa-apa menaggapi apa yang suaminya katakan tadi,karena dia masih syok dan bingung bagaimana menanggapinya.
"Aku masih mau kekantor Mom,Devita aku tinggalkan disini untuk keamanannya,soal Dika nanti anak buah ku yang membawanya pulang kemari.." Ucap Dafa.
"Baiklah Son..Bawa Istri kamu kekamar, Mommy mau menemui Oma kalian.." Ucap Mommy Sofia.
"Jangan beritahu Oma masalah ini,nanti dia khuatir Mom dengan Keadaan Istriku..!" Ucap Dafa mengingatkan Mommynya.
"Ia Son,Mommy tidak akan memberitahu Oma kalian.." Ucap Mommy bangun lalu berjalan menuju kamar Oma.
"Ayo aku antar kamu kekamar.." Ucap Dafa di angguki Devita lalu mereka berdua berjalan menuju kamar dengan Dafa kembali mengendong istrinya. Sampainya di dalam kamar,Dafa meletakan istrinya diatas tempat tidur mereka.
"Kenapa kamu tidak dari tadi?" Dafa menanyakan istrinya sembari memeluknya.
"Aku bingung bagaimana menanggapi apa yang kamu katakan tadi,Aku tidak mengerti kenapa wanita itu membenciku.." Ucap Devita menatap suaminya.
"Jangan pikirkan itu,biarkan aku yang mengurus semuanya..kamu akan aman bersamaku..Istirahatlah,Aku akan kembali kekantor sebentar.." Ucap Dafa yang di angguki Devita lalu Dafa tidak lupa membubuhkan ciuman mesra di kening Istrinya.
"Aku mencintaimu.."Ucap Dafa.
"Terimakasih.." Ucap Devita.
__ADS_1
"Aku pergi dulu.." Devita kembali mengangguki kepalanya mengiyakan ucapan suaminya.Dafa pun pergi keluar dari kamar itu turun kebawah lalu kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.