
Saat ini Dafa dan Devita sudah kembali kerumah,setelah selesai menenangkan Alika.Mereka berdua sudah berada di dalam kamar mereka saat ini.
"Beritahu aku sebenarnya apa yang terjadi..Siapa Dafin?" Ucap Devita menatap suaminya.Dafa menarik napasnya lalu perlahan membuangnya.
"Sebenarnya aku memiliki kembaran, namanya Dafin tapi dia sudah meninggal.." Ucap Dafa sedih menceritakan mengenai kembarannya.
"Dia meninggal karena kecelakaan mobil 6 tahun lalu.."lanjut Dafa.
"lalu Alika..?"Tanya Devita.
"Alika kekasih adikku..saat kecelakaan, Alika ikut bersama Dafin tapi dia tidak apa-apa karena dia terpental kererumputan sedangkan Dafin,dia terjebak di dalam mobil dengan kakinya terjepit setir mobil.Dafin meninggal karena api lansung melahap mobilnya.." Lanjut Dafa bercerita.
"Astaga.." ucap Devita sangat terkejut mendengar kisah adik iparnya.
"Alika Depresi setelah kejadian itu namun Dokter mengatakan agar bisa menyembuhkan Depresinya aku yang harus melakukan terapinya dengan mengatakan aku Dafin..sebelumnya Alika belum pernah bertemu denganku karena aku sejak kecil indentitasku bahkan wajahku tidak pernah ingin di ketahui pihak luar. Aku menyetujui permintaan Dokter dan usaha kami itu ternyata berhasil membuat Alika sembuh Dari Depresinya namun aku yang menjadi tidak nyaman karena Alika sangat Posesif kepadaku bahkan dia melakukan hal kejam kepada rekan bisnisku yang wanita.karena dia 2 orang rekan bisnisku meninggal karena di habisi Alika namun aku menutupi kasus itu sampai sekarang karena kasian padanya.Dua tahun lalu aku memberitahu kebenarannya kalau aku kakaknya Dafin bukan Dafin..Awalnya dia tidak menerima namun melihat semua buktinya,ahkirnya dia percaya namun sampai sekarang Dia sering terlalu Over terhadapku.." Dafa menoleh kearah istrinya yang masih setia menunggu kelanjutan ceritanya.
"Aku harap kamu tidak marah padaku.. Aku akan memastikan Alika tidak menyakiti kamu dan tidak akan menganggu pernikahan kita..!" ucap Dafa mengemgam tangan Devita.
"Boleh aku mengatakan sesuatu?" Ucap Devita.
"Katakan saja,aku akan selalu mendengarnya.." Ucap Dafa.
"Aku tidak menyukainya..bahkan dia berani memelukmu..pergi dan jangan lagi gunakan pakaian ini lagi.. Begitu juga seterusnya!" Ucap Devita mengagetkan Dafa karena istrinya berubah Dingin sikapnya.
"Kamu marah..?" Tanya Dafa.
"Tidak hanya kesal..!" Ucap Devita berjalan menuju ruangan ganti namun berbalik menoleh kearah suaminya lagi.
"Tunggu apalagi?" Ucap Devita membuat Dafa segera bangun dan berjakan cepat menuju kamar mandi.
"Aku akan mandi.." ujarnya lalu menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
saat ini Devita sudah berbaring di tempat tidur dan perlahan Dafa mendekati dirinya lalu memeluk dirinya.
"Aku sudah bersih ini.." Ucap Dafa.
"Awas kalau kamu membiarkan dia memeluk kamu seenaknya lagi.. Aku tidak mau sekamar sama kamu..!" Dafa tersenyum gemas karena istrinya sepertinya sedang cemburu saat itu.
"Aku usahakan menghindar darinya.." Ucap Dafa namun tidak di jawab Devita karena Devita ternyata sudah terlelap tidur.
"Ratu tidur..mudah sekali dia tidur, bahkan aku belum mendapatkan jatahku.." guman Dafa lalu mengambil selimut menutupi tubuh mereka. Dafa juga ikut terlelap tidur.
Paginya Dafa bangun meraba tempat tidur namun tidak mendapati istrinya di sampingnya.Dafa lansung bangun lalu berjalan menuju kamar mandi lalu keruangan ganti namun istrinya tidak ada disana.
"Dia pasti sudah di bawah.." Pikir Dafa lalu segera mandi dan ingin segera turun kebawah. saat ingin berganti pakaian Dafa mendapat surat diatas meja rias istrinya,lalu di ambil dan dia baca.
*Kamu yang antar Dika kesekolah,aku sudah pergi jam 4 pagi tadi karena ada pasien gawat darurat meminta pertolonganku*
"Hah...kenapa dia tidak membangunkan aku,apa dia masih kesal dengaku..?Hais.. Aku harus membuat dia tidak marah padaku!" Guman Dafa lalu segera bergegas berganti pakaian,setelah itu dia lansung pergi kebawah.
"Pagi kak..kak Devi mana kak..?" Ucap Dika menanyakan Kakaknya.
"Kak Devi sudah pergi duluan kerumah sakit karena ada pasien darurat..kamu kakak yang antar sekolah.." Ucap Dafa.
"Baik kak.." Ucap Dika.
"Istri kamu juga ada memberitahu Mommy tadi..mommy meminta supir Mommy mengantar istri kamu.." Ucap Mommy sofia.
"Ia Mom..Mom buatkan bekal Mom untuk istriku,nanti aku mengantarnya.." Ucap Dafa.
"Baik nak.." Ucap Mommy.
"Pagi semuanya.."Alika menyapa mengejutkan mereka semua.Dafa lansung berubah Dingin saat itu mengingat ucapan istrinya semalam.
__ADS_1
"Alika.. Pagi sekali kamu kemari.." Ucap Mommy Sofia.
"Ia Mom..aku mau mengantar makanan Aku masak untuk kalian tapi kalian sudah sarapan..Emm bagaimana kalau kak Dafa bawa untuk bekal.." Ucap Alika membuat Dika menatap tidak suka dengan Wanita di depan mereka.
"Tidak perlu repot-repot..Istriku sudah membuatkan aku bekal.." Ucap Dafa lansung tidak berselera makan.
"Baiklah..ngomong-ngomong kemana Si..maksud aku istri kakak,aku tidak melihatnya..?" Ucap Alika.
"Devi sudah berangkat kerja Alika.. Mari ikut kami sarapan.." Ucap Mommy sofia.
"Baiklah Mom.." Ucap Alika tampa basa basi duduk di samping Dafa duduk.
"Tidak baik menyukai milik orang lain.." sentilan Oma membuat Alika menoleh kearah Oma Rosita.
"Oma sehat..?" Tanya Alika.
"Jika aku tidak sehat,tentu saja aku tidak makan disini..!" Ucap Oma memang tidak menyukai Alika sejak dulu karena melihat wanita itu terlalu sombong.
"Baik Oma..semoga Oma terus sehat ya.." Ucap Alika membuat Dafa menatap Dingin Alika mencari maksud ucapan Alika barusan.
"Kak aku sudah selesai..!" Ucap Dika.
"Oma..Mom kami berangkat.." Ucap Dafa sedangkan Dika mendekati Oma dan Mommy sofia menyalimi tangan mereka kemudian baru pergi dengan Dafa dari rumah itu.
"Apa Dia adik istrinya Kak Dafa Mom.." ucap Alika bertanya.
"Ia Nak..Oh ya nak,Mommy mau memberi Oma Obat,mommy tinggal dulu tidak apa kan.." Ucap Mommy Sofia selalu ramah dengan Alika.
"Baik Mom..kalau begitu Alika pamit Mom mau pulang.." Ucap Alika yang di angguki Mommy Sofia.
"Seharusnya sejak dulu akulah menantu keluarga ini..Wanita itu,aku tidak akan membiarkan dia terlalu bahagia...!" Gumanannya Dengan pikiran jahatnya keoada Devita.
__ADS_1