
Dafa dan Devita baru saja tiba di depan gerbang sekolah Dika.
"Dika..nanti pulang sekolah Om Raka yang jemput kamu ya.." Ucap Dafa menoleh kearah Dika.
"Ia kak..kalau begitu aku masuk dulu kak .." Dika menyalimi tangan kakaknya, lalu menyalimi tangan Dafa.
"Yang serius balajarnya Dek.." Ucap Devita.
"Ia kak..bye.." Ucap Dika melambaikan tangannya yang di balas kakaknya. Setelah Dika masuk kedalam sekolahnya,Dafa kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Kamu jam berapa pulangnya..?" Tanya Dafa.
"Sore baru pulang kayak biasanya.. Nanti kalau pak Raka jemput Dika,suruh dia mengantar ketempatku.." Ucap Devita.
"Dia akan ikut bersamaku sambil menunggu kamu pulang.." Jawab Dafa membuat Devita menoleh kearah suaminya.
"Kenapa di bawa kekantor kamu..?nanti ganggu kamu bekerja bagaimana..biar kan antar saja ketempatku.." Ucap Devita.
"Biarkan dia bersamaku,lagi pula di ruanganku,dia bisa istirahat.kalau ikut bersama kamu nanti dia sendirian di ruanganmu.." Ucap Dafa.
"Baiklah.." Ucap Devita setuju tidak lagi membantah.
"Nanti Raka juga akan menjemput kamu!" Ucap Dafa.
"Menjemput aku! mau kemana?" Tanya Devita.
"Makan siang di kantorku..!" Jawab Dafa.
"Nggak usah saja.."Ucap Devita.
"Tidak usah membantah.." Ucap Dafa menoleh kearah Devita.
"Baiklah..." Saut Devita.
Tidak lama mereka berdua sampai di parkiran rumah sakit.Devita ingin keluar namun pintu mobil belum juga di buka Dafa.
"Sekarang aku suami kamu..!" Ucap Dafa yang tidak mengerti Devita maksud ucapan Dafa.
"Aku tau!kenapa berkata seperti itu, kamu mau menekankan kalau aku harus menyadari aku sudah menjadi istri kamu,begitu..!" Ucap Devita.
Dafa tidak menjawab apa yang Devita ucapkan barusan namun tangannya lansung menarik Devita membuat Devita duduk diatas pangkuannya.Devita menatap suaminya begitu juga dengan suaminya.
__ADS_1
Cup...
Dafa mengejutkan Devita,karena saat ini Dafa mencium keningnnya dan perlahan melepaskannya.
"Kamu masih betah diatas pangkuanku!" mendengar itu Devita lansung bergeser turun dari pangkuan Dafa.
"A..aku masuk dulu..kamu berhati-hati lah.." Ucap Devita kemudian membuka pintu Mobil lalu lansung segera berjalan masuk kedalam rumah sakit,sedangkan Dafa mengukir senyum tipisnya melihat istrinya salah tingkah saat itu. Dafa kembali melajukan mobilnya menuju Kantornya.
"Bukannya itu Mobil Tuan Raka asissten Tuan muda Dafa,kenapa Devita keluar dari Mobil itu..?" Guman Dokter Randi kemudian keluar dari mobilnya masih memandang Mobil Dafa sampai tidak terlihat lagi.
Di dalam,Devita sudah masuk kedalam ruangannya sembari meletakan tasnya kemudian memakai Jas Dokternya. Devita duduk di bangkunya melihat buku hariannya,namun tidak lama dia di kejutkan kedatangan Dokter Hendra keruangannya.
"Selamat Pagi Nyo__" Devita lansung melototkan matanya kearah Dokter Hendra yang hendak memangil dirinya dengan sebutan Nyonya..Dokter Hendra lansung menutupi mulutnya.
"Selamat pagi Dokter Devita.."sapanya.
"Pagi juga Dokter,ada apa Dokter sampai kemari?,kan bisa memanggil saya untuk datang keruangan Dokter.." Ucap Devita.
"Saya kemari ingin menyampaikan kalau kamu mulai pagi ini akan di pindahkan keruangan bagian VIP." Ucap Hendra mengejutkan Devita.
"Kenapa harus bagian VIP,saya sudah nyaman di tempat yang sekarang Dokter.." Ucap Devita menyampaikan keberatan.
"Ini sudah keputusan pihak rumah sakit.. Sebagai kepala rumah sakit,saya hanya menyampaikan sama kamu.." Ucap Dokter Hendra membuat Devita memelas lalu menatap tajam kearah Dokter Hendra.
"Masalah itu,kamu tanyakan sendiri dengan dia..baiklah,aku permisi soalnya ada pasienku menunggu!" Ucap Hendra menghindar kemudian lansung pergi dari ruangan Devita.
"Iih..kan nampak kan ini pasti kerjaan Dafa... Awas kamu ya..!" Ucap Devita kesal lalu mengambil ponselnya lansung menghubungi suaminya.
Di kantor,Dafa baru saja sampai di ruangannya sembari melepaskan jasnya namun teralihkan melihat Ponselnya berdering,terlihat istrinya menghubungi dirinya saat itu.
"Ada Ap__"
"Kamu kenapa sih..main pindahin aku, aku udah enak bagian sekarang.. Kenapa main seenaknya pindah- pindahin kerjaan aku..Aku nggak suka tau.." Dafa sudah menduga istrinya pasti akan mengamuk seperti ini.
"Dengarkan aku! Bukan aku memindahkan kamu tapi Mommy yang memindahkan kamu..!" Ucap Dafa memberitahu kebenarannya.
"Pasti kamu kan yang nyuruh Mommy mindahin aku..kamu ahh..Aku kesal sama kamu..!"kesal Devita lansung mematikan teleponnya membuat Dafa menarik napasnya kemudian menyimpan ponselnya kearah mejanya lagi namun saat itu juga masuk pesan dari istrinya.
Nggak usah jemput aku nanti siang,aku malas ketemu kamu!
Dafa hanya membaca pesan itu namun tidak di balasnya malahan Dafa duduk lalu mulai melihat pekerjaannya.
__ADS_1
"Iih...malah di baca doang,benar-benar orang ini bikin kesal..!" Gerutu Devita namun kemudian teralihkan dengan ketukan pintunya dan tidak lama suster datang.
"Dokter..Anda di suruh Dokter Hendra untuk memeriksa pasien di ruangan VIP 5." Ucap Suster memberitahu.
"Baiklah Sus,mari kita kesana..!" Ucap Devita bangun lalu berjalan menuju ruangan VIP memulai pekerjaannya di bagiannya yang baru.
"Dokter cepat periksa Tuan kami..!" Ucap keluarga pasien.
"Baik Tuan..saya periksa dulu.." Devita memeriksa kondisi pria yang saat ini berada di depannya,Devita mulai memeriksa pasiennya lalu kembali menganti perban jaitan pria itu.
"Tuan..anda jangan banyak gerak dulu ya,luka anda baru saja di jahit nanti lukanya akan berdarah kembali..!" Ucap Devita.
"Saya tidak biasa mengunakan itu Dokter rasanya sakit sekali..!" Ucap Pria itu mengatakan kantong penampungan air kencingnya.
"Tuan baru saja Operasi,kalau anda tidak mengunakannya,Anda bawa bangun terus,luka anda akan terbuka lagi nanti jaitannya Tuan..mohon pengertiannya, ini semua kami lakukan untuk kebaikan anda juga kesembuhan anda Tuan.." ucap Devita memberitahu pria itu.
"Baiklah.."Jawab pria itu namun matanya menatap lekat kearah Devita. dia menyadari Dokter yang memeriksa dirinya saat itu,baru dia melihatnya.
"Saya baru melihat Dokter..?" Ucap Pria itu bertanya.
"Ia Tuan..saya baru saja bagian VIP ini Tuan..Kondisi Tuan semakin membaik.., tinggal pemulihan saja..jangan lupa obatnya terus di minum ya Tuan..biar anda cepat pulih dan sehat kembali.." Ucap Devita tersenyum di balik maskernya.
"Terimakasih Dokter.." Ucap Pria itu.
"Sama-sama Tuan..Baiklah,saya permisi dulu.." Ucap Devita Pamit lalu keluar dari ruangan pria itu. Devita kembali melanjutkan pekerjaannya sampai beberapa jam kemudian,dia baru kembali keruangannya.
Huh...
"Berbeda sekali rasanya bekerja di tempat sekarang.."Gumannya melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 11 siang.
"Dika udah kali ya di jemput pak Raka.." Guman Devita memikirkan adiknya. Bersamaan Ponsel Devita berdering nomor baru tertera disana.
"Hallo.." Jawabnya.
"Nona..Ini saya,saya menunggu anda di parkiran..!" Ucap Raka.
"Saya nggak kesana Pak.." ucap Devita.
"Nona..menurutlah,Gajih saya akan menjadi taruhannya Nona,kalau anda ikut dengan saya..." Devita sangat terkejut mendengar ucapan Raka barusan.
"Baiklah..tunggulah sebentar,saya akan kesana pak.." Ucap Devita mau tidak mau ikut menuju kantor suaminya.
__ADS_1
"Baik Nona.." Raka lansung mematikan teleponnya,sedangkan Devita mengambil tasnya lalu lansung keluar menuju parkiran menemui Raka dan adiknya sedang menunggu dirinya.