Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat

Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat
Membeli Pakaian Baru


__ADS_3

Setelah Aku mengeluarkan banyak mayat monster, para resepsionis pun terkejut.


"Oh iya Ini baru sedikit ya. Aku masih ada banyak di penyimpanan ku. Jadi kumohon cepat ya untuk mengolahnya" (Alcot)


"O-Oke, Kami akan secepat mungkin untuk mengilahnya. Tunggu sebentar ya Tuan. "


Segera setelah itu Dia pun memanggil resepsionis yang lain untuk membantunya.


Setelah beberapa saat, Akhirnya pengolahan telah selesai. Aku pun berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju meja resepsionis.


"Oke, Ini tuan. Ini adalah total uang yang Anda dapatkan dari menjual mayat monster tersebut."


"Oke, Terima Kasih. Oh iya, Aku ingin menjual beberapa mayat monster lagi, yah sekitaran 200 mayat monster lagi. Apakah bisa? " (Alcot)


"Hah? Dua Ratus mayat monster lagi? Sebenarnya Kau punya berapa banyak Mayat monster? "


"Hm..... Sekitaran 600 lebih. " (Alcot)


Sesaat sang resepsionis pun terdiam, tapi tidak lama setelah itu Dia pun terseyum lagi.


"Kami bisa, tapi kalau 200 monster baru selesai besok. Jadi misalkan ingin menjual mayat monster


dan mendapatkan hasilnya, tolong datang besok. "


"Oke" (Alcot)


Alcot pun berjalan menuju ke luar, dan meninggalkan bangunan guild yang saat ini sedang kacau dikarenakan banyaknya mayat monster yang ada didalam bangunan tersebut.


"Huh, Baiklah Mari kita bekerja keras. "


(Resepsionis 1)


"Baik" (Resepsionis 2,3,4)



Alea pun bangun dari tudrnya. Dia meregangkan tubuhnya. Setelah selesai meregangkan badan, Ale pun berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.



Setelah 12 menit berlalu Alea pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang berbeda dari sebelumnya.



Dia pun berjalan menuju keluar Rumah Pengobatan. Dan saat Dia didepan pintu Dia pun membukanya.



\*š˜”š˜¦š˜Æš˜¢š˜³š˜Ŗš˜¬ š˜•š˜¢š˜§š˜¢š˜“\*



\*š˜”š˜¦š˜®š˜£š˜¶š˜¢š˜Æš˜Ø Nafas\*



"Huh Udara yang segar. "



Dia pun melihat sekeliling, dia melihat banyak Elf yang berkeliaran disana sini. Dia juga melihat tempat duduk yang besar terbuat dri kayu.


__ADS_1


Dia pun duduk disitu dan mulai berpikir.



"Hm... Sebenarnya... Apa angin itu? Angin itu hanya menghempaskan tanah, ranting, batu. Tapi disi lain angin itu tidak menumbangkan pohon yang ada di jalurnya. Padahal angin itu sangat kuat sampai bisa menerbangkan Batu sebesar itu. " (Alea)



Saat sedang berpikir datang Olivia dari belakang.



"Hei, Kau sedang apa? Apakah kau memikirkan sesuatu? " (Olivia)



"Ya, Aku heran dengan Apa yang menimpa kami berdua. " (Alea)



"Menimpa kalian berdua? " (Olivia)



"Ya" (Alea)



"Bisa tidak Kau jelaskan kronologi nya kepadaku? " (Olivia)



"Ya, Bisa" (Alea)




"Oh.. Begitu. Ya, Ku akui bahwa itu Aneh. " (Olivia)



Setelah itu mereka pun mulai berpikir lagi. Tentang mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tapi mereka selalu menemukan jalan buntu, dan tidak terpikir apa yang menyebabkan hal itu.



"Huh, Percuma saja kupikirkan. Aku malah bukannya mendapatkan jawabannya malah yang Aku dapatkan hanya lebih banyak pertanyaan, yang membuatku menjadi tambah pusing" (Alea)



"Ya, Aku setuju dengan perkataan mu. Itu hanya membuat ku mendapat lebih banyak pertanyaan. " (Olivia)



Mereka berdua pun melihat ke langit dan mendesah pelan.



Aku sudah keluar dari guild petualang. Dan saat ini Aku sedang berjalan mencari tempat penginapan yang bagus.


"Huh, Sial, Aku lupa untuk menanyakan rekomendasi penginapan yang bagus kepada resepsionis. " (Alcot)


Saat ini Aku sedang berkeliaran di Kota mencari penginapan yang bagus, tapi disisi lain Aku tidak tau apa apa tentang kota ini. Yang membuatku jadi heran mau pilih yang mana penginapan nya.

__ADS_1


"Hmm..... Ah, Aku baru ingat. Aku kan sudah bertujuan untuk membeli baju baru terlebih dahulu baru mencari penginapan. " (Alcot)


Aku pun langsung pergi menuju ke toko yang menjual pakaian.


Aku pun telah sampai didepan toko tersebut. Aku pun memasuki toko tersebut. Apa yang pertama kali kulihat adalah sebuah ruangan yang diisi oleh baju laki laki, celana laki laki, ****** ***** laki laki. dan Aku melihat di tangga menuju lantai dua ada tulisan 'Lantai 2 Khusus Untuk Pakaian Wanita'.


Oh ternyata dipisah ya tempat pakaian laki laki dan perempuan. Tapi.


"Seperti yang kuduga. Mereka menatapku dengan mata seakan melihat orang gelandangan yang miskin. Yah, Aku tidak akan protes dengan tatapan tersebut, dikarenakan Aku juga sadar bahwa pakaianku itu Aneh. " (Alcot)


Aku pun langsung pergi mencari pakaian yang akan ku kenakan.


Setelah mencari kesan kemari, Akhirnya Aku menemukan pakaian yang akan ku beli. Aku pun pergi menuju ke ruang ganti pakaian untuk mencoba pakaian tersebut.


Baju tersebut punya daleman berwarna hitam dengan hiasan garis garis hitam. Aku juga mencoba memakai jubah yang panjangnya sampai ke mata kaki. Selain itu Aku juga mencoba mengenakan celana legging berwarna hitam tanpa ada motif sama sekali.


"Hmm.... Cukup bagus, kalau begitu baiklah, Aku akan membeli pakaian ini saja. Oh iya, Aku juga harus membeli dua pakaian lagi untuk sebagai ganti misalkan Aku mencuci pakaiannya. " (Alcot)


Aku pun melepas pakaian nya dan melipatnya. Setelah selesai melipat Aku pun berjalan keluar untuk memilih dua pakaian lainnya.


Aku mulai memilih dua pakaian mana yang akan kubeli. Aku harus membeli tiga pasang pakaian.


Setelah sekian lamanya Aku mencari dan melihat lihat, Aku pun akhirnya mengambil dua set pakaian ku yang lainnya.


Setelah selesai memilih Aku pun Berjalan menuju ke arah meja pembayaran.


Saat Aku sedang dalam perjalanan ke arah meja pembayaran, seperti biasa, Aku selalu menjadi bahan tatapan. Ada tatapan yang menghina, ada yang jijik, ada yang memiliki tatapan heran dan masih banyak lagi. Tapi Aku tidak peduli dengan tatapan tersebut dan melanjutkan langkah ku ke arah meja pembayaran yang berhenti satu langkah pun.


Setelah sampai di meja pembayaran Aku pun menruh pakaian yang akan ku beli di atas meja pembayaran, untuk di bayar.


"Totalnya adalah 2 Koin Emas. " Ucap seorang perempuan yang merupakan seorang yang melayani pembayaran ku.


Aku pun mengeluarkan dan memberikan 2 koin emas kepada sang kasir.


Setelah sudah membayar Aku pun memasukkan dua pakaian yang Aku beli ke Storage. Aku pun pergi ke ruang ganti baju, untuk mengganti baju, dan mengenakan pakaian yang baru ku beli.


Setelah selesai berganti pakaian Aku pun berjalan menuju ke luar ruangan.


Aku pun keluar dari bangunan tersebut.


"Hm.... Baiklah, mari kita sewa saja penginapan yang ada tepat di depan toko pakaian ini saja. " (Alcot)


Aku pun berjalan menuju ke penginapan tersebut untuk menyewa kamar untuk beberapa hari kedepan.




š™Šš™ š™š, š™†š™šš™”š™–š™§ š˜¾š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™„š™£š™ž. š™ˆš™¤š™š™¤š™£ š™ˆš™–š™–š™› š˜¼š™„š™–š™—š™žš™”š™– š˜¼š™™š™– š™†š™šš™Øš™–š™”š™–š™š™–š™£ š™†š™–š™©š™–.



š™Žš™–š™¢š™„š™–š™ž š™…š™Ŗš™¢š™„š™–~~



ā•±ā•±ā”ā•®ā•±ā•±ā•±ā•±ā•±ā•±ā•±ā•±ā•±ā•±


ā•±ā•±ā”ƒā”ƒā•±ā•±ā”³ā•±ā”“ā”³ā•­ā”›ā”³ā”“


ā–‰ā”ā•Æā”—ā”ā•®ā”ƒā•±ā”ƒā”£ā”»ā•®ā”£ā•±


ā–‰ā”ˆā”ˆā”ˆā”ˆā”ƒā”»ā”›ā”›ā”»ā•±ā”—ā”—ā”›

__ADS_1


ā–‰ā•®ā”ˆā”ˆā”ˆā”ƒā–”ā–”ā–”ā–”ā–”ā–”ā–”ā–”


╱╰━━━╯


__ADS_2