
"Hmm..... Ah! Baiklah. Kalau seperti ini terus Aku tidak akan membuat kemajuan, kalau begitu mari kita berjalan acak saja. Mungkin saja Aku akan memilih jalan yang benar. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Alkiv pun memutuskan seperti itu.
Segera dia mulai berjalan ke arah yang menurut nya benar.
Dia berjalan menyusuri hutan yang lebar melewati beberapa kota bahkan dia sampai harus menaiki kapal untuk menyebrangi sebuah sungai besar yang mana bahkan sungai itu lebih besar di bandingkan dengan salah satu danau terbesar di bumi.
Dia melakukan perjalanan untuk menyelesaikan misi yang di berikan kepada nya selama berhari hari.
Dia berjalan melewati banyak hal, tapi di antara semua itu, semuanya bukan lah tempat yang ia tuju.
Dia berjalan ke arah yang dia tidak tahu akan berakhir di mana.
Dan di karenakan hal itu dia sudah hampir satu minggu melakukan perjalanan ke Area Berbahaya.
Dia tersesat~~
"Hm..... Aku kapan akan sampai? Aku telah melakukan perjalanan selama 7 hari, tapi Aku belum sampai juga. " (Alkiv / Maling Pangsit)
Ucap Alkiv dengan nada heran.
"Hm..... Baiklah selanjutnya Aku akan pergi ke arah sana. Semoga saja kali ini betul. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Alkiv pun berkata seperti itu.
Segera setelah selesai mengucapkan kata tersebut, Dia langsung berjalan pergi ke arah yang tadi ia tunjuk.
14 Hari kemudian.
Saat ini Alkiv sudah 3 minggu semenjak dia meninggalkan fasilitas bawah tanah.
"Aku telah mulai melakukan perjalanan dari fasilitas bawah tanah sampai sini sudah memakan waktu selama 3 minggu, tapi sampai saat ini Aku belum sampai juga. Sungguh itu sangat menjengkelkan. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Dia terus berjalan selama 3 minggu lama nya, tapi sampai saat ini dia belum sampai juga di Area Berbahaya.
Dia pun merasa jengkel dengan hal itu.
"Huh! Tidak ada guna nya marah dan jengkel, lebih baik Aku melanjutkan perjalanan nya. Aku berharap kali ini Aku bisa sampai dengan waktu yang singkat. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Segera setelah itu Alkiv pun melanjutkan perjalanan nya lagi.
4 Hari kemudian.
Alkiv telah berjalan selama berhari hari tidak bahkan sudah berminggu minggu.
"Setelah berjalan selama berminggu minggu, akhirnya Aku sampai juga di Kota Terlevir. Kalau di total Aku bisa sampai ke kota ini selama 25 hari. Huh.... Itu bahkan hampir satu bulan, untung saja Aku membawa uang yang banyak. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Ucap Alkiv yang saat ini sedang bahagia.
__ADS_1
"Ah, Aku baru ingat, kalau Aku itu tujuan nya bukan mengunjungi kota ini, melainkan menghancurkan kota ini. Baiklah selanjut Aku akan menanyakan ke mana jalan menuju Area Berbahaya, ketika sudah menanyakan nya Aku akan pergi menuju ke Area Berbahaya. Semoga saja ini tidak akan memakan waktu yang lama. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Segera setelah itu Aku pun melihat salah satu petualang yang hendak ingin masuk ke dalam Kota Terlevir.
Alkiv pun menghentikan petualang yang hendak untuk masuk ke dalam.
Alkiv berdiri di depan petualang tersebut.
Petualang tersebut pergi menuju ke kiri tapi Alkiv juga melakukan hal yang sama.
Setelah itu petualang itu pergi menuju ke kanan, tapi lagi lagi Alkiv pergi ke jalan yang sama.
Dan mereka terus melakukan hal tersebut, sampai sampai membuat petualang itu sedikit marah.
"Apa maksud mu melakukan hal tersebut, Huhh?!! "(Petualang).
" Tidak ada. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu ke pada mu. "(Alkiv / Maling Pangsit).
Ucap Alkiv dengan nada seakan dia tidak melakukan kesalahan apapun.
"Kau Mau menanyakan apa? " (Petualang).
Ucap petualang tersebut yang saat ini sedang menahan amarah nya.
"Aku ingin menanyakan tentang bagaimana cara supaya diri ku bisa sampai di Area Berbahaya. " (Alkiv / Maling Pangsit).
"Kau tidak tau hal itu? Hei, Area Berbahaya itu adalah sebuah kawasan yang terkenal yang membuat banyak orang mengetahui tempat itu, tapi engkau tidak tau jalan menuju ke sana? Kau selama ini tinggal di mana? Bahkan di peta saja ada Area Berbahaya beserta jalan menuju ke sana. "(Petualang).
"Aku selama ini tinggal di sebuah fasilitas yang terisolasi dari dunia luar, itu membuat ku tidak mengetahui banyak hal. "(Alkiv / Maling Pangsit).
" Huh...! Bodoh sekali orang yang membuat tempat tersebut. Dia bahkan tidak mengajari engkau tentang ilmu pengetahuan yang umum. "(Petualang).
Ucap petualang tersebut dengan nada yang menghina.
" Ya.... Aku juga setuju dengan perkataan mu. Orang yang membuat fasilitas itu adalah orang bodoh dan juga orang yang kejam. Aku tidak akan menyangkal perkataan mu itu. "(Alkiv / Maling Pangsit).
" Kalau kau setuju dengan perkataan ku, lantas mengapa kau tidak kabur saja dari fasilitas itu? "(Petualang).
Ucap petualang tersebut yang memberikan saran untuk kabur saja dari fasilitas itu.
"Ah! Kalau itu mustahil. "(Alkiv / Maling Pangsit).
" Mengapa hal itu mustahil? "(Petualang).
" Itu karena orang yang membuat fasilitas itu memiliki jaringan informasi yang luas. Itu membuat ku misalkan kabur dan bersembunyi, hanya membutuh kan waktu kurang dari 7 hari untuk bisa menemukan ku. "(Alkiv / Maling Pangsit).
Ucap Alkiv yang menjelaskan alasan mengapa dia bilang bahwa kabur merupakan hal yang mustahil.
" Oh... Begitu. Ya, baiklah, akan ku beritahu engkau cara supaya kau bisa pergi menuju ke Area Berbahaya. "(Petualang).
"Btulkah? " (Alkiv / Maling Pangsit).
"Iya, Betul. Aku akan memberitahukan mu cara supaya kau bisa pergi ke Area Berbahaya. " (Petualang).
Jawab Petualang tersebut.
"Baiklah, sekarang cepat beritahu Aku bagaimana cara diri ku bisa pergi dan sampai di Area Berbahaya. " (Alkiv / Maling Pangsit).
"Baiklah, Baiklah. Akan segera ku jelas kan. Jadi tenanglah. " (Petualang).
Ucap petualang itu kepada Alkiv.
Dia menyuruh Alkiv untuk tenang.
Segera setelah mendengar kalimat tersebut, Alkiv pun kembali tenang.
__ADS_1
"Ah, Iya. Maaf, Aku terlalu bersemangat. " (Alkiv / Maling Pangsit).
"Iya. Tidak apa apa kok. Baiklah akan ku jelaskan sekarang. " (Petualang).
Segera setelah itu, petualang tersebut menjelaskan bagaimana cara supaya bisa pergi dan sampai ke Area Berbahaya.
Petualang tersebut menjelaskan nya, bahwa jalan yang dia beritahu kepada Alkiv adalah jalan yang paling aman, di bandung dengan jalan lain nya yang menuju ke Area Berbahaya.
"Mengapa kau menunjukkan jalan yang paling aman? " (Alkiv / Maling Pangsit).
"Tidak ada yang spesial. Aku hanya sedang dalam suasana hati yang baik. " (Petualang).
"Oh.... Baiklah. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Segera setelah itu Petualang tersebut melanjutkan penjelasan nya.
Setelah beberapa menit menjelaskan, akhir nya petualang tersebut selesai menjelaskan nya.
"Baiklah, Terima kasih atas bantuan mu. " (Alkiv / Maling Pangsit).
"Ya, sama sama. " (Petualang).
"Kalau begitu, Aku pergi dulu. Sampai jumpa. " (Alkiv / Maling Pangsit).
Segera setelah itu Alkiv pun mulai melakukan perjalanan nya lagi.
Kali ini dia berjalan menuju ke Area Berbahaya.
šš š šØšŖššš šØšš”ššØšš šššš„š©šš§ šš£š š®š ššŖš®šØ.
šš¤šš¤š£ šššš š¼š„šššš”š š¼šš šš ššš”šššš£ ššš©š.
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
__ADS_1
š½š®š š½š®š ~~