Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat

Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat
Kerajaan Suci Hivolia


__ADS_3

"Oke, Gerbang sudah di buka, Pahlawan ikuti Aku jangan sampai ada yang tertinggal atau pun terpisah. Soalnya tempat ini besar jadi misalkan kalian menghilang dari kelompok para Ksatria akan kerepotan untuk mencari kalian. " (Rivera)


""" Oke"""


Yang di Jawab secara serentak oleh orang yang di sebut oleh Putri Rivera sebagai 'Pahlawan'.


Putri Rivera pun mulai melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti akibat proses pembukaan gerbang Kastil.


Putri Rivera berjalan melewati gerbang dan juga para penjaga gerbang Kastil. Dia berjalan di ikuti oleh para pahlawan yang mengikutinya dari belakang.


Mereka berjalan melewati jalan setapak yang cukup


besar dan indah, jalan tersebut dihiasi oleh tumbuh tumbuhan bunga serta jalan nya yang sudah dilapisi oleh batu. Jalan tersebut sangat berbeda di bandingkan dengan jalanan yang berada di Kota.


Mereka melewati banyak hal sepanjang perjalanan, mereka melihat para Ksatria yang sedang berlatih, sebuah bunga yang indah sebuah pohon yang ditata rapi.


tanpa disadari mereka telah sampai di depan pintu masuk ke dalam Kastil. Sama seperti saat mereka berada di gerbang Kastil penjagaan, para penjaga gerbang membuka pintu tersebut ketika mereka melihat Putri Rivera.


Setelah pintu masuk telah di buka Putri Rivera mulai masuk ke dalam bangunan Kastil yang diikuti oleh para pahlawan.


Setelah para pahlawan masuk kedalam Kastil Kerajaan mereka sangat terpukau dengan pemandangan yang sangat indah dan mewah, yang ada di dalam bangunan Kastil.


Mereka berjalan sambil melihat sekeliling mereka, dikarenakan pemandangan tersebut mewah dan indah yang membuat mereka tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari melihat lihat hiasan bagian dalam Kastil.


"Bagaimana? Apakah bagian dalam Akstil ini menakjubkan? "


"Ya, Pemandangan dalam Kastil ini sangat menakjubkan. "Ucap salah satu pahlawan.


Mendengar jawaban tersebut tertawa sedikit, dikarenakan reaksi mereka yang terlalu heboh.


" Baiklah ayo terus maju dan ingat jangan spai ada yang tertinggal ataupun terpisah dari ku oke? "


"""" Oke """"


Perkataan Putri Rivera dijawab secara serentak oleh para pahlawan.


Merekapun melanjutkan perjalanan.


*๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ*


*๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ*


*๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ*


*๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ*


*๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ*


Suara langkah kaki dari para pahlawan bergema sepanjang perjalanan mereka.

__ADS_1


Saat di perjalanan ada salah satu pahlawan yang bertanya.


"Emm, Putri Rivera. Aku ingin bertanya, sebenarnya kita akan pergi menuju ke mana? "


" Kita Akan pergi menuju Ruang Singgasana. "( Rivera)


" Ruang Singgasana? "


"Ya Ruang Singgasana. Itu adalah sebuah ruang yang paling mewah yang ada di Kastil ini. Ruang tersebut bisa sangat mewah dikarenakan itu adalah sebuah tempat yang mana Ratu dan Raja sering di pakai untuk menyambut para tamu, sekaligus ruang tersebut terkadang sering dipakai untuk urusan Politik. "(Rivera)


"(ยฐoยฐ:)แดผแดดแดด, Begitu. "


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sambil berbicara satu sama lain. Dan tanpa disadari mereka telah sampai di depan pintu masuk ke ruang singgasana.


Para pahlawan pada gugup, dikarenakan mereka akan bertemu deng dia sosok penting kerajaan ini.


"Kalian kenapa keliatan sangat gugup begitu? " Tanya Putri Rivera.


"Yah, bukankah sudah wajar? , itu karena Kami akan bertemu dengan dua sosok penting kerajaan ini. "


Jawab salah satu pahlawan yang dari tadi yang selalu menjawab pertanyaan Putri dan juga dialah yang selalu mengajukan pertanyaan kepada Putri Rivera.


"Eh? Tapi kalian dari tadi tidak gugup sama sekali ketika kalian berjalan dekat Aku, jadi kenapa ketika kalian akan menghadap para Ratu dan Raja malah gugup? " Tanya Putri Rivera.


"Oh, Kalau dipikir betul juga ya. Kenapa kami tidak gugup sama sekali ketika kami mengikuti Anda yang mana seorang Putri dari sebuah kerajaan? Dan lagi seharusnya kami sebelum masuk Kastil seharusnya juga cukup gugup. Hmm~."


Setelah dipikir lagi itu memang aneh dan bukan hanya satu orang pahlawan saja yang berpikir itu aneh, melainkan semua pahlawan juga heran akan hal tersebut.


Para pahlawan pun menganggukkan kepala mereka secara serempak untuk menjawab bahwa mereka setuju dengan pernyataan


Tuan Putri Rivera.


Setelah para pahlawan menenangkan diri, pintu untuk menuju ruang singgasana pun akhirnya terbuka.


"Tuan Putri beserta para Pahlawan telah memasuli Ruang Singgasana. " Ucap dua Ksatria yang membukakan pintu.


Setelah Ksatria tersebut mengatakan begitu sang Raja pun mengangkat kepalanya yang tadi menghadap ke arah meja ke arah pintu berada.


"Oh, akhirnya mereka telah sampai! " Ucap sang Raja dengan nada yang bahagia.


"Halo Ayah, Saya telah kembali dari perjalanan menjemput para pahlawan. " (Rivera)


"Oh itu bagus. Ksatria!! Panggilkan istriku kesini sekarang juga! " Teriak sang Raja.


Segera setelah itu salah satu Ksatria yang ada di ruang singgasana tersebut pergi keluar dengan cara berlari.


"Tunggu sebentar ya wahai para Pahlawan. "


"" Iya ""

__ADS_1


Jawab beberapa Pahlawan yang baru saja tersadar dari kekagetan mereka atas ketiba tibaan sang Raja yang teriak.


Setelah 6 menit berlalu, akhirnya Ksatria tersebut datang dengan menemani seorang perempuan berambut putih yang cantik.


Dia memeluk Rivera untuk beberapa saat, setelah selesai Dia pun bergegas pergi menuju Singgasana, tempat dimana sang Raja berada.


Setelah sampai di tempat singgasana Dia pun duduk di kursi mewah yang ada disamping Raja.


"Oke, yang pertama Saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku adalah


Arev de Hivolia, Aku juga adalah seorang Raja dari Kerajaan Hivolia, dan Saya juga mengucapkan selamat datang di Kerajaan Hivolia wahai para Pahlawan dari Dunia Lain. "(Raja)


Setelah jeda beberapa saat sang Raja mulai berbicara lagi.


"Aku akan menjelaskan tentang apa yang akan kalian lakukan mulai dari sekarang sampai nanti. Yang pertama kalian harus menjadi kuat. Yang kedua kalian harus melakukan latihan dihari yang telah ditentukan. Yang ketiga kalian tidak diperbolehkan menolak perintah dari pelatih saat dalam jam latihan, misalkan sudah selesai latihan kalian baru boleh menolak perintah dari pelatih. Yang keempat kalian mempunyai satu tujuan yaitu mengalahkan Raja Ibilis. Yang kelima kalian dilarang keluar dari Kastil, kecuali kalau kalian diberi izin untuk keluar dan itupun kalian harus ditemani minimal satu Ksatria supaya kalian tidak tersesat. Yang keenam kalian tidak boleh berjalan jalan sendirian di Kastil, kecuali kalian telah hapal tempat tempat yang ada di Kastil ini. Sudah itu saja yang harus kalian lakukan, apakah kalian ada pertanyaan? " (Raja)


"Saya punya pertanyaan. Kenapa Putri Rivera yang mana seorang bangsawan tapi kenapa dia menjemput kami dengan berjalan kaki? "


Setelah mendengar pertanyaan tersebut sang Raja langsung melihat ke Rivera. Seakan Putri Rivera mengetahui maksudnya, dia pun menganggukkan kepala nya.


"Itu karena kami melatih stamina kalian. " (Rivera


"Melatih stamina Kami? "


"Yap betul, asal kalian tau saja kalian adalah pemanggilan ketiga kami setelah pemanggilan pertama dan kedua kami gagal untuk mengalahkan Raja Ibilis. Setelah itu Kami mencari tau apa yang menyebabkan kekalahan tersebut, dan akhirnya kami mengetahui bahwa para Pahlawan yang datang dari Dunia Lain mempunyai stamina yang sedikit, yang alhasil membuat mereka mudah kecapean. Maka dari itu di pemanggilan ketiga ini Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Kuil Pemanggilan ke Kastil Kerajaan dengan cara berjalan kaki. "


"Oh (ยฐoยฐ:), Begitu ternyata. "


Setelah itu ada beberapa yang mengajukan pertanyaan setelah kurang lebih waktu yang terpakai untuk sesi tanya jawab telah sampai 35 menit sang Raja memutuskan untuk mengakhiri sesi tanya jawabnya dan menyuruh Rivera untuk menunjukkan kamar yang akan mereka pakai.




๐™Š๐™ ๐™š, ๐˜พ๐™๐™–๐™ฅ๐™ฉ๐™š๐™ง ๐™ž๐™ฃ๐™ž ๐™จ๐™–๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ž ๐™จ๐™ž๐™ฃ๐™ž ๐™–๐™Ÿ๐™–. ๐™ˆ๐™ค๐™๐™ค๐™ฃ ๐™ข๐™–๐™–๐™› ๐™—๐™ž๐™ก๐™– ๐™–๐™™๐™– ๐™ ๐™š๐™จ๐™–๐™ก๐™–๐™๐™–๐™ฃ ๐™†๐™–๐™ฉ๐™–.



๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™‡๐™ช๐™ฅ๐™–


โ•ฑโ•ฑโ”โ•ฎโ•ฑโ•ฑโ•ฑโ•ฑโ•ฑโ•ฑโ•ฑโ•ฑโ•ฑโ•ฑ


โ•ฑโ•ฑโ”ƒโ”ƒโ•ฑโ•ฑโ”ณโ•ฑโ”“โ”ณโ•ญโ”›โ”ณโ”“


โ–‰โ”โ•ฏโ”—โ”โ•ฎโ”ƒโ•ฑโ”ƒโ”ฃโ”ปโ•ฎโ”ฃโ•ฑ


โ–‰โ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ƒโ”ปโ”›โ”›โ”ปโ•ฑโ”—โ”—โ”›


โ–‰โ•ฎโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ƒโ–”โ–”โ–”โ–”โ–”โ–”โ–”โ–”

__ADS_1


โ•ฑโ•ฐโ”โ”โ”โ•ฏ


__ADS_2