
Angin topan itu terus berputar, menghisap, dan menghancurkan segalanya.
Menyadari bahwa serangan nya tidak akan bekerja. Vode pun memutuskan untuk menghentikan serangan nya.
Setelah memutuskan hal itu. Vode pun mulai mematikan skill nya, yang berfungsi menciptakan duri.
Setelah mematikan Skill tersebut. Skill yang di aktifkan oleh Walikota juga pun mati.
Setelah Skill kedua belah pihak mati. Walikota langsung melesat menuju ke Vode.
Dia menyelimuti pedang nya dengan cahaya putih supaya memberikan kerusakan yang signifikan.
Melihat hal tersebut, Vode menciptakan sebuah barrier berukuran sedang dengan bentuk lingkaran.
Pedang Walikota bertabrakan dengan barrier milik Vode. Itu menciptakan sebuah suara gesekkan. Benturan itu juga menciptakan angin ketika pertama kali Bertabrakan.
Vode dan Walikota berjuang untuk mengalahkan satu sama lain.
"Akan ku hancurkan barrier muuu!! " (Walikota).
"Coba saja kalau kau bisa!! " (Vode).
Mereka terus menerus berada di posisi yang sama. Walikota menyerang, Vode bertahan.
Ketika mereka sedang berusaha untuk mewujudkan apa yang mereka ucapkan. Tiba tiba ada sebuah bola yang mengeluarkan cahaya putih yang memiliki ukuran sebesar bola basket. Dan bola itu menghantam tempat Vode berdiri.
Tapi di saat terakhir Vode berhasil menghindar, dengan cara melompat ke belakang.
Vode bingung. Dia bingung siapa yang melancarkan serangan tersebut.
"Siapa yang melakukan hal tersebut!!? " (Vode).
.........
Tidak ada jawaban.
Vode yang mengetahui bahwa perkataannya di hiraukan, mulai marah. Dia pun berteriak lagi.
"Siapa ya-" (Vode)
Belum sempat selesai berbicara. Tiba tiba dari langit ada lagi bola cahaya putih. Bola itu lagi lagi mengincar Vode.
Vode berhasil mundur lagi.
Dia melihat ke atas untuk melihat siapa yang melancarkan serangan tersebut.
Dia melihat ke atas soalnya, dikarenakan dari tadi bola cahaya putih tersebut selalu datang dari atas.
Ketika dia melihat ke atas. Dia melihat seorang perempuan berambut putih dan memiliki bola mata berwarna merah.
"Jadi itu kau yang melemparkan bola cahaya putih tersebut ke tempat Aku berada, Elvi!! " (Vode).
Betul. Yang dari tadi melemparkan bola cahaya itu adalah Elvi.
"Iya. Memangnya kenapa? " (Elvi).
"Bajingan! Pengecut sekali kau menyerang dengan cara seperti itu! " (Vode).
"Huh.... Kau juga melakukan hal yang sama kepada Walikota, Vode. " (Elvi).
"Berisik!!!! Cepat kau turun sini, dan lawan Aku! " (Vode).
"Buat apa Aku melakukan tindakan bunuh diri seperti itu? Apa kah kau sudah gila? " (Elvi).
"Errghhh." (Vode).
__ADS_1
Vode mengeluarkan suara erangan. Dia mengeluarkan suara tersebut dikarenakan dia tidak memiliki kata kata yang bisa di pakai untuk membantah perkataan Elvi.
Melihat dan mendengar hal itu. Elvi pun mulai menyeringai.
"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai pengeboman nya!! " (Elvi).
Elvi mengeluarkan Bola cahaya putih tersebut dengan jumlah yang sangat banyak. Tidak itu bukan banyak tapi melainkan sangat banyak.
Itu menciptakan sebuah hujan yang mirip dengan salju. Tapi itu bukan lah salju, melainkan sebuah bola cahaya putih yang bisa meledak ketika menyentuh sesuatu.
Bola cahaya itu mulai turun.
Melihat hal itu, Vode menciptakan sebuah barrier berbentuk setengah bulat.
Barrier tersebut melindungi Vode dari Bola cahaya putih.
Bola cahaya putih mulai membombardir di tanah.
Bola cahaya putih itu bisa di sebut sebagai hujan. Dikarenakan Bola cahaya putih yang baru akn menggantikan Bola cahaya putih yang sudah meledak.
Bola cahaya putih itu menghujani barrier yang di buat oleh Vode.
Vode berjuang untuk bertahan dari serangan itu. Sudah lebih dari 7 kali barrier nya retak. Tapi dia masih bisa memulihkannya.
Walikota yang melihat bahwa saat ini Vode sedang fokus pada bertahan dari bola cahaya putih mendapat kan sebuah ide.
Walikota mendapat ide berupa untuk menyerang tempat pijakan nya Vode.
Saat ini dia tau bahwa Vode itu tidak melapisi pijakan nya dengan barrier.
Walikota mengaktifkan Skill Mana Sword: White Light Pillar
Saat dia sudah berhasil mengaktifkan Skill tersebut, Pedang Walikota bersinar lebih terang dari pada sebelumnya.
Pedang Walikota di selimuti cahaya berwarna putih yang dua kali lebih terang dari pada sebelum nya.
Walikota pun menancapkan pedang nya tersebut ke tanah.
Ketika pedang Walikota di tancapkan ke tanah, Tiba tiba tanah bergetar hebat.
Bahkan itu dapat di rasakan oleh orang orang yang berada di tempat pengungsian.
Getaran tanah tersebut adalah salah satu bukti bahwa Skill Mana Sword: White Light Pillar telah berhasil di aktifkan secara keseluruhan.
Tinggal menunggu waktu saja sebelum menara tersebut muncul ke permukaan.
Setelah 13 detik getaran terjadi. Tiba tiba muncul sebuah Pillar yang menjulang tinggi sampai menyentuh awan muncul. Pillar tersebut memancarkan cahaya berwarna putih bersih.
Pillar itu muncul di tempat pengebombardiran yang dilakukan oleh Elvi.
Elvi terkejut dengan kemunculan tiba tiba sebuah Pillar yang besar, dan tinggi.
"Ap- Apa apaan itu!? Dari mana itu muncul!? " (Elvi).
Bukan hanya Elvi saja yang terkejut. Melainkan semua orang yang berada di dekat tempat pertarungan Walikota, Elvi VS Vode berlangsung.
Maling Pangsit, Tetap Slay, Ale, Suveilla, Guild Master, Alcot, Prajurit, Warga, Monster, Hewan.
Mereka semua terkejut.
Tapi itu bukan berarti bahwa yang terkejut hanya orang orang yang berada dekat dengan Kota Terlevir. Melainkan orang orang yang berasal dari Kota tetangga nya KotaTerlevir juga melihat cahaya putih yang sangat terang.
Bahkan cahaya itu menerangi banyak tempat yang tidak bisa di jangkau oleh pencahayaan Matahari.
Cahaya itu menerangi malam yang gelap gulita. Ada yang heran dari mana datangnya cahaya itu. Ada yang kagum dengan cahaya tersebut. Ada yang merasa bahwa itu adalah pertanda bahwa akan ada banyak hal hal buruk akan terjadi.
__ADS_1
Banyak yang merasa seperti itu.
Yah, bagaimanapun mereka yang melihat cahaya tersebut masihlah makhluk hidup. Jadi sudah wajar kalau beragam pemikiran muncul di dalam diri mereka.
Setelah 3 menit berlalu, akhirnya Pillar cahaya berwarna putih yang sangat terang tersebut mulai mereda.
Setelah beberapa saat mengalami proses peredaan. Akhirnya Pillar cahaya putih tersebut menghilang.
Ketika Pillar cahaya putih itu menghilang, malam menjadi gelap lagi. Cahaya yang tadinya menyinari malam sudah menghilang.
Orang orang yang melihat bahwa Pillar cahaya putih itu menghilang, heran.
Mereka heran kemana cahaya putih tersebut menghilang.
"Hei! Kemana cahaya putih tadi? " (Warga).
"Aku juga tidak tau. " (Warga).
Berbagai pertanyaan keluar ketika cahaya putih tersebut menghilang.
Tapi di karenakan para warga sekaligus para orang orang yang melihat hal tersebut tidak mendapat jawaban, mereka pun memutuskan untuk menyerah mencari tau alasan mengapa cahaya tersebut menghilang.
~~
Saat ini pertarungan antara Walikota, Elvi melawan Vode sudah berakhir.
Vode mati di telan oleh pilar cahaya putih tersebut.
Setelah mengetahui bahwa dia menang, Walikota pun terjatuh dan pingsan.
Dia pingsan di karenakan dia sudah kehabisan mana.
Elvi yang melihat bahwa Walikota pingsan, mulai pergi menuju ke Walikota pingsan.
šš š, šæšš š®š š šš”šš§ šššš„š©šš§ šš£š.
šš¤šš¤š£ š¢ššš šš„šššš”š ššš š ššØšš”šššš£ š šš©š.
šš¤šš¤š£ šššš šš„šššš”š ššš§š šš£š ššš£š®š šØšš©šŖ šššš„š©šš§ šØššš.
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
__ADS_1
š½š®š š½š®š~~