
Kembali ke satu hati sebelumnya.
Puri Rivera berjalan menuju ke kamar milik nya. di perjalanan dia sering bertemu para pelayan. Tentu saja para pelayan yang melihat Putri Rivera menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat mereka kepada Putri Rivera.
Putri Rivera berjalan menyusuri lorong kastil yang memiliki pencahayaan yang terang. Bangunan dalam kastil tersebut bisa bercahay di karenakan Item sihir yang bernama 'Mana Light' Salah satu dari Item Sihir yang ada di dunia ini.
Setelah berjalan menyusuri kastil untuk waktu yang cukup lama Dia pun berhenti di depan pintu yang memiliki tag nama 'Kamar Putri Rivera'.
Putri Rivera pun membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamar. Setelah masuk ke dalam kamar, Pintu kamar pun ditutup.
Setelah menutup pintu kamar, Dia pun siap siap untuk mandi. Setelah siap Dia pun mulai pergi menuju kamar mandi untuk mandi.
Setelah beberapa saat, Akhirnya dia keluar dengan pakaian tidur.
Dia pun berjalan menuju ke kasur. Setelah sampai di kasur dia pun duduk di kasur. Dia duduk sambil memikirkan sesuatu.
"Huh~, Semoga saja Pahlawan Alex Sandro tidak menyelidiki ke anehan tersebut. Kalau sampai Dia menyelidiki tentang mengapa 6 murid lainnya hilang, terpaksa, Aku harus membuat nya mati. " (Rivera)
Soalnya kalau satu anggota pahlawan hilang saja, itu akan mengurangkan kekuatan mereka secara signifikan. Jadi Dia ingin menghindari ada pahlawan yang mati sebelum Raja Iblis di kalahkan.
Setelah merenungkan sejenak, Dia pun memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya.
Dia hanya berharap bahwa kalau Alex Sandro betulan mencari tau akan hal itu, Dirinya berharap bahwa Dia tidak akan menemukan jawabannya.
Setelah memutuskan seperti itu, Dia pun tiduran di kasur, dan memejamkan matanya.
Dirinya pun akhirnya tertidur.
Keesokan Harinya~
Rivera terbangun dari Tidur nya di Jam 6 pagi. Dia pun pergi bersiap untuk menyambut para pahlawan. Dia pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah beberapa saat akhirnya Dia pun keluar dengan pakaian yang formal, Dan memilili kesan bahwa dirinya adalah seorang bangsawan.
Setelah selesai bersiap, Dia pun keluar kamar dan pergi berjalan menuju ke kamar para pahlawan ditemani oleh du pelayan.
Rivera telah sampai di kamar khusus. untuk para Pahlawan perempuan.
*šš°š¬, šš°š¬, šš°š¬, šš°š¬, šš°š¬. "
Dia mengetuk pintu sebanyak lima kali. Setelah beberapa saat pintu pun terbuka. Terlihat seorang perempuan berambut pirang yang acak acakan, seakan Dia baru bangun tidur.
"Oh.... Putri Rivera ya. Ada perlu apa? "
Perempuan tersebut berbicara dengan nada lemas, seakan baru bangun dari tidur.
"Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian masih tidur? Kalau betul cepat bangun dan pergi ke ruang makan untuk sarapan. Cepat, kalau kalian masih ingin sarapan. Misalkan waktu telah sampai di waktu 07.30 kalian belum datang kalian tidak akan mendapat sarapan.Oh iya, Jangan lupa membangunkan yang lain. " (Rivera)
Setelah mengatakan hal tersebut, mata perempuan itu pun terbelalak, karena kaget akan peringatan dari Rivera.
"Ba-Baik"
Segera setelah itu perempuan itu pun masuk kedalam kamar lagi dan menutup pintu kamar. Terdengar dari dalam ada sebuah kericuhan yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Baiklah, Aku akan pergi ke kamar kusus untuk para pahlawan lelaki. Aku ingin Kau untuk melakukan perintahku, yaitu antar mereka ke ke ruang makan." (Rivera)
"Baik."
Setelah mendengar jawaban dari salah satu pelayan yang dia tunjuk, Dia pu mulai berjalan menuju kamar para pahlawan Pria.
Setelah sampai di depan pintu kamar, Dia pun mengetuk pintu.
Setelah Beberapa saat akhirnya pintu terbuka. Orang yang membuka pintu adalah ketua kelas, Alex Sandro.
"Ada apa? " (Alex)
"Aku hanya ingin bilang, untuk datang ke ruang makan sebelum jam 7.30 kalau Kau ingin mendapat sarapan. " (Rivera)
"Oh, Baiklah. " (Alex)
Alex pun masuk ke dalam kamar dan langsung membangunkan yang lainnya, dan menyampaikan apa yang di katakan oleh Rivera.
"Oke, Kau sama seperti pelayan tadi. Ku beri tugas untukmu. Dan tugas itu adalah untuk mengantar para pahlawan ke Ruang Makan. " (Rivera)
"Baik."
Setelah itu Putri Rivera pun pergi berjalan menuju ke Ruang Makan.
Alcot saat ini sudah bangun dari tidur nya. Dia terbangun pada jam 12.00. Dia tidur sudah cukup lama dari jam 10 sampai jam 12.00. Itu berarti Dia telah tidur selama 2 jam.
Setelah mengumpulkan nyawa, Dia pun bangkit dari tempat tidurnya. Dia pergi menuruni tangga untuk sampai ke lantai 1.
Setelah sampai di lantai 1,Dia pun pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, kumur kumur, dan buang air kecil. Setelah selesai buang air kecil, Dia pun keluar dari kamar mandi dan pergi ke meja makan, untuk memesan makan.
"Walau Aku punya banyak Stok makanan di Storage ku, sesekali Aku ingin mencoba masakan Dunia ini. " (Alcot)
"Permisi, Apa ada yang ingin Anda pesan? "
Salah satu pelayan datang menghampiriku, dan menanyakan apa yang Aku pesan.
"Hmm.... Ada apa saja? " (Alcot)
__ADS_1
Setelah Aku menanyakan pertanyaan tersebut, Sang pelayan pun memberiku sebuah papan yang berisi makanan apa saja yang mereka jual.
"Hmm..... Ada banyak juga ya yang di jual. Baiklah Aku membeli Steak salad. Dan untuk minum nya Air putih saja. " (Alcod)
"Baik, Tolong tunggu sebentar, permintaan Anda sedang di proses. "
Setelah itu pelayan itu pun pergi ke ruangan yang sepertinya adalah dapur.
Setelah menunggu beberapa saat, Akhirnya yang ku pesan datang. Pelayan itu meletakkan Dua pesanan ku diatas meja.
Steak Salad, itu adalah sebuah steak yang diatasnya terdepat saos dan mastard dan steak itu juga di hiasi oleh sayuran. Dan misalkan Air putih nya adalah Air. putih biasa tapi ada es batunya.
Aku cukup heran dari mana mereka dapat Es batu nya.
"Yah, Yasudahlah. Mari kita makan. " (Alcot)
Aku memasukkan dagingnya ke dalam mulutku. Rasanya sama seperti gigitan kedua saat Aku memakan daging naga. Tidak ada bedanya.
"Rasanya tetap sama ya. Hm.... Muglngkin itu berkat Skill Eat All milikku. " (Alcot)
Aku pun menghabiskan makanan yang Aku pesan dan setelah sudah habis, Aku pun pergi ketempat pembayaran dan membayar apa yang Aku makan.
Setelah sudah membayar Aku pun pergi berjalan ke arah pintu keluar bangunan penginapan ini. Setelah sampai didepan pintu Aku pun membuka pintu tersebut dan aku pun melangkahkan kaki ku keluar dari penginapan tersebut.
šš š šššš„š©šš§ šš£š šØšš¢š„šš šØšš£š ššš. šššš šš„šššš”š ššš š ššØšš”šššš£ š šš©š ššš£ š¢ššš š šš”ššŖ š¢ššØšš”š šš£ šššš„š©šš§ šš£š š¢šš¢šš¤šØšš£š šš£.
ššš š~~
__ADS_1
šš š š½š®š š½š®š.