Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat

Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat
Alasan Alkiv Mengumpulkan Monster


__ADS_3

"Aku melihat kau sedang tidur di sebuah bangunan persegi panjang, saat itu Aku juga melihat bahwa ada beberapa mayat segar yang tergeletak di lantai bangunan tersebut, dan di karenakan hal itu Aku juga mengira kau juga sudah mati, tapi ternyata kau masih hidup ya.... Sungguh kau memiliki keberuntungan yang hebat. " (Alcot).


"Tidak mungkin..... Ah, jangan jangan kau lah yang membunuh naga tersebut. " (Alcot).


"Ya." (Maling Pangsit).


Aku pun terkejut dengan jawaban nya.


Tidak ku sangka, bahwa jawaban tentang mengapa naga itu sekarat dan berada di sampin bis.


Tapi Aku masih penasaran dengan satu hal, yaitu tentang bagaimana kronologi yang terjadi saat Aku sedang tertidur di bis.


Jadi Aku pun menanyakan hal tersebut kepada orang di depanku.


"Siapa kau? Dan bagaimana cara kau bisa menemukan apa yang kau sebut bangunan itu? " (Alcot).


"Baiklah, Aku akan memperkenalkan diri ku terlebih dahulu. Perkenalkan nama ku adalah Alkiv tapi orang yang mengenalku kebanyakan memanggil ku dengan sebutan Maling Pangsit. Dan seperti yang tadi kau katakan, bahwa Aku adalah seseorang yang memimpin penyerangan monster ke kota Terlevir. " (Alkiv / Maling Pangsit).


"Oh~Jadi nama mu Alkiv. Ya, selanjut nya bisa kau jelaskan kronologi bagaimana kau bisa menemukan bangunan tersebut. " (Alcot).


Ucap Alcot yang sengaja tidak memberitahu nama bangunan tersebut kepada Alkiv.


"Baiklah. Aku akan menceritakan kronologi nya. " (Alkiv / Maling Pangsit).



Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, ada seseorang yang duduk di sebuah kursi yang mirip dengan kursi singgasana yang sering di duduki oleh seorang raja.



Orang itu sedang duduk di kursi tersebut, dia memancarkan sebuah aura yang sangat mengerikan.



Bahkan orang orang yang ada di dalam ruangan itu juga sedikit ke sulitan untuk bernafas dengan benar.



Mereka masih bisa mempertahankan pikiran mereka walau mereka selalu terkena aura mengerikan tersebut.



Mereka bisa seperti itu di karenakan mereka sudah terbiasa dengan aura tersebut.



Orang itu seperti sedang menunggu seseorang yang dia yakin akan datang ke sini.



Setelah beberapa saat, akhir nya pintu pun terbuka.



Ketika pintu terbuka, terlihat sesosok pria kekar tapi kurus. Dia juga memiliki rambut sepanjang pundak dan memiliki rambut berwarna merah tua.



Dia adalah Alkiv atau sering di sebut Maling Pangsit.



Alkiv pun segera membungkukkan tubuh nya di depan orang misterius itu.



"Akhir nya kau datang juga ya, Maling Pangsit. "



"Ya. Ada keperluan apa sampai Anda memanggil saya untuk datang kesini? " (Alkiv /Maling Pangsit).



"Aku ada misi untuk mu. "



"Ya. Dan misi seperti apa yang akan Anda berikan kepada Saya? " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Misi nya adalah kau pergi ke Area Berbahaya dan kumpulkan monster sebanyak mungkin, minimal monster yang kau kumpulkan ada 10.000,dan di antara nya juga harus ada minimal 10 naga. "


__ADS_1


"Baik. Setelah Saya kumpulkan, selanjut nya apa yang harus Saya lakukan kepada monster monster tersebut? " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Setelah kau sudah mengumpulkan 10.000 monster, kau gunakan monster monster itu untuk menyerang kota Terlevir. "



"Baik. Tuan, kalau bolah tau mengapa Anda ingin saya menyerang kota tersebut? Dan juga bagaimana cara Aku mengumpulkan monster monster sebanyak itu? Aku yakin sebelum monster yang ku kumpulkan kurang dari 1000 Aku telah mati duluan karena terbunuh oleh para monster monster tersebut. " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Kalau soal pertanyaan mengapa Aku ingin kau menyerang kota itu, Aku tidak akan memberitahukan nya kepadamu. Dan soal cara kau akan mengumpulkan monster monster itu dengan cara menggunakan item sihir. "



"Item Sihir? Item Sihir macam apa itu? " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Kau akan melihat nya. "



Setelah mengatakan hal tersebut, tiba tiba orang misterius itu mengangkat tangan kanan nya.



Ketika orang itu mengangkat tangan kanan nya, tiba tiba muncul seorang wanita yang mengenakan pakaian pelayan dengan membawa benda berbentuk megaphone di tangan nya.



Wanita itu berjalan ke arah Maling Pangsit yang masih membungkuk kan tubuh nya.



Wanita itu pun berhenti tepat di samping Maling Pangsit yang saat ini sedang membungkuk.



"Berdiri dan ambil benda yang saat ini sedang di pegang oleh pelayan itu. "



"Baik, Tuan. " (Alkiv / Maling Pangsit).




Dia membalikkan tubuh nya ke arah pelayan itu sedang berdiri.



Setelah mereka berdiri dengan cara menghadap satu sama lain, Maling Pangsit pun meletakkan tangan nya di benda tersebut dan mengambil nya.



Dia melihat Item Sihir yang baru saja dia ambil.



Item Sihir itu memiliki bentuk sama dengan bentuk dari Megaphone.



Item Sihir tersebut memiliki warna putih cerah tanpa ada warna lain selain putih di Megaphone itu.



Maling Pangsit bingung cara menggunakan Item Sihir tersebut.



Jadi dia memutuskan untuk bertanya kepada orang misterius itu, yang sepertinya adalah seorang manusia yang sangat penting.



"Em... ~ Tuan. " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Ya, ada apa? "


__ADS_1


"Bagaimana cara menggunakan Item Sihir ini? Aku belum pernah melihat Item Sihir ini sebelum nya. " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Cara menggunakan Item Sihir tersebut, kau hanya perlu memencet tombol merah yang ada di dekat pegangan nya, setelah kau pegang kau berbicara apapun sesuka hati mu di bagian belakang Item Sihir itu. Dan juga Item Sihir itu adalah Item Sihir yang hanya ada 10 di benua ini, makanya kau tidak pernah melihat Item Sihir tersebut. "



"Oh.... Begitu. Hm.... Apakah hanya ini misi yang akan kau berikan kepada ku? " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Ya, hanya itu misi yang perlu kau kerjakan. Ingat jangan gagal, prioritaskan untuk menghancurkan Kota Terlevir terlebih dahulu. "



"Baik. Di karenakan tidak ada lagi yang ingin Tuan sampaikan kepada ku, maka Aku ingin pamit undur diri dulu, untuk mengerjakan misi yang Anda berikan kepada Saya. " (Alkiv / Maling Pangsit).



"Ya, Aku berharap kau berhasil menjalan kan Misi ini, Maling Pangsit. "



"Baiklah, kalau begitu Saya pamit undur diri terlebih dahulu, sampai jumpa, Tuan. " (Alkiv / Maling Pangsit).



Maling Pangsit melambaikan tangan sejenak kepada orang misterius itu.



Setelah itu dia membalikkan badan nya dan mulai berjalan menuju ke arah pintu keluar berada.



Dia berjalan, yang mana sepanjang jalan yang dia lewati di pinggir nya ada banyak orang yang memakai armor besi berwarna silver.



Setelah berjalan untuk waktu yang cukup lama, akhir nya Maling Pangsit sampai di depan pintu keluar.



Dia meletakkan tangan nya pintu tersebut dan mendorong nya.



Setelah terdorong, Maling Pangsit pun melanjutkan langkah kaki nya.



Dia pun berjalan melewati pintu tersebut.



Ketika dia sudah berhasil melewati pintu tersebut, pintu itu pun tertutup.



"Baiklah, Aku telah keluar dari ruang tempat orang itu berada, selanjut nya Aku harus pergi keluar dari ruangan bawah tanah ini. Ketika Aku berhasil keluar, maka selanjut nya Aku akan mulai mengumpulkan monster monster nya. " (Alkiv / Maling Pangsit).



š™Šš™ š™š, š˜¾š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™®š™–š™£š™œ š™žš™£š™ž š™Øš™Ŗš™™š™–š™ š™Øš™šš™”š™šš™Øš™–š™ž š™™š™ž š™—š™Ŗš™–š™©.


š™ˆš™–š™–š™› š˜¼š™„š™–š™—š™žš™”š™– š˜¼š™™š™– š™†š™šš™Øš™–š™”š™–š™š™–š™£ š™†š™–š™©š™–.


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€


š™‡š™„š™†š™€

__ADS_1


š™‡š™„š™†š™€


š˜½š™®š™š š˜½š™®š™š~~


__ADS_2