
Guild Master melompat dan menghantam tanah tempat Ale terbaring.
*šš¢š³š³š³*
Bunyi tercipta akibat hantaman Guild Master ke tanah.
Tapi Ale berhasil selamat dari hantaman tersebut. Dia menghindari nya dengan cara menggulingkan badan nya ke kanan.
Walau dia tetap menerima luka.
Tapi itu hanya luka ringan, dibanding misal terkena hantaman Guild Master dia yakin bahwa akan ada banyak tulang nya yang patah dan ada juga yang retak.
Kenapa Aku bilang seperti itu? Tentu saja jawabannya di karenakan hantaman Guild Master sangat lah kuat.
Bahkan hantaman tersebut membuat retakan besar dan luas pada tanah. Bahkan tanah yang saat ini dia pijak juga retak, padahal jarak antara dirinya dengan Guild Master ada 110 meter.
Jadi dia pasti bahwa tulang nya akan banyak yang patah akibat hantaman tersebut.
Memikirkan nya saja sudah membuat diriku ketakutan.
"Jadi kau berhasil menghindar ya. Sungguh mengecewakan. " (Guild Master).
"Kau kira Aku tidak akan menghindar dari serangan tersebut? Sungguh bodoh sekali kalau kau berpikir seperti itu. " (Ale).
"Hm.... Perkataan mu ada benar nya juga ya. Ya, walaupun begitu Aku tetap kecewa dengan fakta kalau kau berhasil menghindari serangan barusan. " (Guild Master).
"Hnggh, bodoh sekali kau. " (Ale).
Mendengar provokasi dari Ale, Guild Master langsung pergi menerjang dengan cepat menuju Ale.
Ale mengaktifkan Skill Manipulasi Udara.
Ketika Ale sudah mengaktifkan Skill tersebut maka secara manual Ale dapat mengendalikan udara yang berjarak 1 km dari tempat dia berdiri.
Ale menciptakan sebuah lekukan udara di depannya.
Lekukan udara itu berhasil menahan serangan dari Guild Master, walau diri nya tetap terdirong mundur akibat efek benturan.
Setelah itu Ale pun meninju perut Guild Master menggunakan udara.
Alhasil Guild Master terpental kebelakan.
Guild Master menghantam tanah beberapa kali.
Tapi Guild Master berhasil menghentikan benturan tersebut, dan dia dengan cepat membetulkan posisi nya.
Setelah berhasil membetulkan posisi nya, dia langsung menerjang dengan kecepatan yang lebih cepat dari pada sebelum nya.
Di karenakan Guild Master yang kecepatan nya bertambah cepat, alhasil Ale terkena tinju dari Guild Master.
Di terlempar ke belakang dan menghantam baru besar.
Setelah itu tiba tiba Guild Master muncul di depan nya.
Dia saat itu sudah mengepalkan tinjunya dan entah mengapa di tinju yang akan di kerahkan ada sebuah angin topan kecil yang melapisi tangan yang akan ia pakai untuk meninju ku.
Tinju itu berhasil menghantam ku.
Tapi Aku tidak langsung terpental ke belakang, melainkan baju aku terhisap ke dalam angin topan kecil itu.
Setelah itu Aku pun terpental kebelakang.
Di karenakan tinju itu dilapisi oleh angin, dampak kerusakan yang di Terima tubuh ku menjadi lebih parah.
Saat ini sudah ada 7 tulang yang patah.
Aku menderita 7 kali patah tulang di pertarungan ini.
"Apa apaan itu!? Mengapa itu lebih sakit!? " (Ale).
"Ini adalah tinju yang ku lapisi dengan angin. Aku membuat angin itu berputar layaknya angin topan. Aku melakukan hal tersebut di karenakan akan lebih menyakitkan serangan nya. " (Guild Master).
__ADS_1
"Cih, sialan kau. " (Ale).
Segera setelah itu kami pun melanjutkan pertarungan kami.
Aku meninju pipi kanan Guild Master tapi dia berhasil menghindarinya.
Guild Master meninju dadaku tapi sebelum itu mengenaiku, Aku berhasil menangkis nya dengan cara menciptakan lekukan udara.
Kami selalu melakukan hal tersebut.
Saling bertukar serangan.
Guild Master menyerangku dengan kekuatan fisik, sedangkanAku menyerang menggunakan sihir udara.
Tapi walau Aku menggunakan sihir udara yang mana itu bisa membuatku menyerang dari jarak jauh, tapi entah mengapa dia selalu berhasil mendaratkan serangan ke Aku.
Aku sangat heran.
Aku tidak tau apakah itu karena kecepatan nya atau ada hal lain.
Ditambah dari waktu ke waktu entah mengapa kecepatan Guild Master bertambah.
Dia semakin cepat sepanjang pertarungan.
Tapi bukan hanya kecepatan saja, melainkan kekuatan fisik nya juga semakin lama pertarungan ini kekuatan fisik nya semakin bertambah kuat.
Bagaimana cara dia bisa seperti itu?
Aku juga tidak tau.
Tapi yang pasti satu hal, yaitu Aku sangat ingin bisa melakukan hal yang sama dengan Guild Master.
Yaitu Aku ingin bisa semakin beradaptasi si pertempuran.
Kami menghentikan pertarungan kami, di karenakan masing masing dari kami sudah ngos ngosan.
"Ha.. Hah.. Ha... Apa apaan kau ini!? Hah... hah.. hah... Kau... Mengapa kau jadi semakin kuat!? " (Ale).
"Hah... Hah... Hah... Hah itu karena... Aku... Bisa beradaptasi dan bertambah kuat semisal.... Aku melawan seorang musuh yang kekuatan nya lebih kuat dari pada Aku atau orang itu memiliki kekuatan yang setara dengan ku. " (Guild Master).
"Huh.... Bukankah bakat itu terlalu tidak masuk akal. Aku iri dengan bakat yang kau miliki!! " (Ale).
Jawab Ale yang saat ini sudah tidak ngos ngosan lagi.
Saat ini Guild Master juga sudah tidak ngos ngosan lagi. Dengan kata lain kelelahan yang mereka berdua derita sudah menghilang.
Mereka saling menatap satu sama lain.
Keheningan terjadi di antar mereka berdua.
Itu sangat hening, hanya ada suara angin berhembus dan suara jangkrik.
Setelah beberapa saat saling menatap tiba tiba ada sebuah daun berwarna coklat jatuh dan menyentuh tanah.
Daun itu adalah daun yang sudah mengering.
Ketika daun itu menyentuh tanah, kedua orang itu sudah menghilang dari tempat mereka berdiri.
1 detik kemudian, tiba tiba mereka muncul dengan pose satu tangan menyerang dan satu tangan menahan serangan tinju musuh nya.
Setelah melihat itu, Ale langsung melakukan tendangan ke pinggang nya Guild Master.
Guild Master terpental ke samping kiri.
Guild Master menabrak tiga belas batang pohon.
Itu membuat ke tiga belas pohon tersebut jatuh.
Setelah terpental, Guild Master langsung membuat posisi seseorang yang sedang bersiap melakukan lomba lari.
Setelah sudah selesai memasang kuda kuda tersebut.
__ADS_1
Guild Master langsung berlari dengan cepat menuju ke arah Ale berada.
Ale yang mengetahui akan ada serangan langsung menciptakan sebuah armor udara yang melapisi tubuh nya.
Ale pun terkena tinju Guild Master dan terpental dengan kuat ke belakang.
Menabrak 15 pohon.
Setelah selesai terpental, tiba tiba muncul Guild Master di udara yang baru saja melompat.
Guild Master menghantam tanah tempat Ale terbaring.
Tapi di karenakan Armor Udara yang dia ciptakan, dia saat ini tidak menerima kerusakan sama sekali..
Tapi tidak berhenti disitu saja.
Guild Master melancarkan tinju beruntun.
Dia melakukan hal tersebut supaya bisa menghancurkan Armor Udara yang melindungi Ale.
Setelah tinju yang sangat banyak sudah di lancarkan, akhirnya Armor Udara tersebut hancur.
Setelah hancur Guild Master melancarkan tinju terkuat yang dia miliki ke arah kepala Ale.
"Hey! Berhenti!! " (Ale).
"Rasakan ini!!!! " (Guild Master).
Guild Master berhasil menghantamkan tinjunya ke kepala Ale.
Alhasil, saat ini Ale sudah mati.
Ale mati di karenakan geger otak yang sangat parah, bahkan saat ini tengkorak nya sudah banyak yang retak.
Dengan ini pertarungan antar Guild Master melawan Ale, di menangkan oleh Guild Master.
šš š šØšŖššš š šš”šš§ šššš„š©šš§ šš£š.
šššš š šš”ššŖ ššš§š š šš¢ššØ šØšš¢š„šš šØšš šš§šš£š ššš£š®š šššØš šš„š”š¤š 1 šššš„š©šš§ š„šš§ššš§š.
šššš šš„šššš”š ššš š ššØšš”šššš£ š šš©š.
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
šššš
š½š®š š½š®š~~
__ADS_1