Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat

Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat
Babak Kedua Dimulai!


__ADS_3

Setelah ledakan yang besar itu telah mereda, udara pun menjadi di penuhi oleh tanah.


Tanah itu di hasilkan dari ledakan yang barusab terjadi.


Elvi masih mempertahankan pelindung yang dia ciptakan, untuk berjaga jaga semisal ada serangan kejutan dari musuh.


Setelah beberapa saat, akhir nya debu tanah sudah mulai menghilang. Walau itu secara perlahan lahan.


Setelah dua menit berlalu, debu tanah pun sudah menghilang, walau masih ada beberapa tapi itu hanya sedikit.


Setelah mereka sudah bisa menglihat dengan betul lagi dan melihat bahwa ke tiga orang itu masih berada di tempat yang sama, Elvi pun melepaskan pelindung yang dia ciptakan.


Mereka melihat sekeliling. Kota yang tadi nya masih ada beberapa puing puing dan ada banyak kobaran api telah menghilang, di ganti dengan Kota itu yang sudah berubah menjadi kawah yang sangat besar.


Melihat hal itu. Guild Master, Walikota, Suveille, dan Elvi merasa bahwa perjuangan mereka untuk sampai ketitik ini untuk melindungi Kota menjadi sia sia.


"Huh! Kalau ujung ujung nya ini Kota bakalan hancur sampai seperti ini, buat apa Aku harus bersusah payah untuk melindungi Kota ini! Kalau Aku tau bakalan jadi seperti ini, Aku akan memutuskan untuk tidak melindungi Kota, dan dengan begitu juga Aku tidak harus membayar Alcot. " (Guild Master).


"Hm! Hm! Hm! Aku setuju dengan perkataan Guild Master. " (Elvi).


"Ngomong ngomong. Bagaimana caranya bola tadi itu bisa meledak? " (Walikota).


"Hey, Bukan kah kesan mu dengan apa yang barusan terjadi di wilayah kekuasaan mu itu terlalu dingin? Seakan Kau tidak peduli dengan apa yang terjadi di Kota itu. " (Guild Master).


"Aku tidak peduli dengan pendapat mu tentang tanggapan ku terhadap apa yang terjadi pada Kota tersebut. Melainkan hal yang ingin Ku ketahui adalah bagaimana caranya bola itu meledak? " (Walikota).


"Yah....., Kalau itu Aku juga tidak tau. " (Guild Master).


Jawab Guild Master, tapi setelah Guild Master menjawab, orang yang menciptakan bola tersebut berbicara untuk menjawab pertanyaan Walikota.


"Itu karena semua sampah dari hasil pemisahan ada di dalam Bola tersebut. " (Vode).


"Apa maksudmu? " (Walikota).


"Maksudku adalah, Aku menghisap serangan sihir nya orang gila itu, setelah sudah kuhisap semua mana yang terkandung di dalam sihir yang kuhisap dan ku pisahkan dan ku ambil. Setelah selesai ku pisahkan dan ku ambil mana nya, yang tersisa hanya lah ampas ampas nya saja. Jadi semua ampas angin yang ada di dalam bola itu meledak di karena kan bola itu sangat sensitif dengan sentuhan. " (Vode).


"Oh, Aku paham. Maksudmu seperti ini kan? Aku membeli sebuah barang, Ketika sudah kubeli. Aku membawa barang itu ke rumah ku, ketika Aku sampai di rumah ku, Aku membuka bungkusnya. Setelah ku ambil isinya bungkus nya itu akan menjadi sampah, jadi itu kubuang. Dengan kata lain Mana itu menjadi barang yang kubeli dan ampas ampas yang Kau bilang tadi adalah bungkus nya. Betulkan? " (Walikota).


"Iya. Kurang lebih seperti itu. " (Vode).


"Hm..... Begitu yah. " (Walikota).


"Ternyata Kau cukup pintar untuk bisa memahami hal itu dengan capat. Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita lanjut kan pertarungan nya? " (Vode).


"Boleh!! Kalau Begitu-- Hyat!!!" (Walikota).


Walikota langsung berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Vode berada.


Setelah sampai di depan Vode berada, Walikota memegang wajah Vode. Setelah terpegang, Walikota langsung berlari ke belakang membawa Vode.

__ADS_1


Semua orang yang melihat hal itu terkejut. Tanpa ada terkecuali.


"Hah! Aku akan membantu Walikota melawan orang itu! Jadi Aku pergi dulu dan kuserahkan sisanya kepada kalian! Sampai Jumps! " (Elvi).


Elvi pun mengeluarkan Aura Putih dari tubuh nya, setelah itu dia pun langsung berlari ke tempat di mana Walikota pergi membawa Vode.


Guild Master, Suveilla, Ale, Tetap Slay yang melihat hal itu hanya bisa melihat mereka dengan mata heran.


"Aku heran mengapa mereka berdua bisa merespon situasi ini dengan sangat cepat. " (Guild Master).


"Ya. Aku juga heran. Tapi kita harus mengalihkan pandangan dari itu. Untuk sekarang Aku akan melawan orang itu. " (Suveilla).


Suveilla menunjuk ke arah Tetap Slay berdiri.


Tetap Slay yang melihat hal itu langsung memasang ekspresi waspada. Dia takut semisal ada serangan mendadak seperti yang baru saja di terima oleh Vode.


"Hm.... Kau terlalu waspada. " (Suveilla).


"Tentu saja. Itu karena Aku tidak ingin kejadian yang menimpa Vode terjadi padaku! " (Tetap Slay).


"Oh... Baiklah. Aku menyerahkan yang satu itu kepada mu. Kalau begitu sampai jumpa. " (Suveilla).


Saat Suveilla mengatakan hal tersebut, tangan kanan dan kiri, Kaki kanan dan kiri nya tiba tiba di selimuti oleh cahaya biru yang menciptakan percikan petir.


Tetap Slay yang melihat hal itu semakin meningkatkan kewaspadaan nya.


Tapi itu percuma. Soalnya satu detik setelah Tetap Slay meningkatkan kewaspadaan nya, Tiba tiba ada tinju yang mengarah ke perutnya.


Tinju itu mengenai perut Tetap Slay yang membuat nya terpental Jauh ke belakang.


Setelah Tetap Slay terpental Jauh ke belakang, Suveilla pun berlari menuju ke arah tempat Tetap Slay terpental.


"Huh... Jadi Aku harus melawan mu ya. Hm.... Yasudahlah. Tapi sebelum kita mulai pertempuran bagaimana kalau kita memperkenalkan diri dulu? " (Guild Master).


"Baiklah. Perkenalkan Code Name ku adalah Ale. " (Ale).


"Hm..... Ale ya. Baiklah kalau begitu, Perkenalkan Aku adalah seorang Guild Master. Kau boleh memanggil ku Guild Master. " (Guild Master).


"Baiklah. Kalau begitu Mari kita mulai pertempuran nya. " (Ale).



Saat ini semua petualang telah mendapat kan musuh yang akan mereka lawan.



Semua nya dapat. Walau ada yang satu lawan satu ada juga yang dua lawan satu.


__ADS_1


Mereka adalah para petualang yang akan bertarung melawan musuh yang mana dalang di balik penyerangan para Monster me Kota Terlevir.



Mereka adalah. Ale, Vode, Tetap Slay. Mereka akan melawan para petualang yang bernama, Suveilla, Walikota, Guild Master, Elvi, Alcot.



Mereka akan bertarung? Tentu saja!



Walikota, Elvi akan melawan Vode.


Guild Master akan melawan Ale.


Suveilla akan melawan Tetap Slay.


Alcot akan melawan Maling Pangsit.



Mereka adalah musuh musuh yang akan di lawan oleh masing masing petualang.



Itu sudah di tentu kan, tidak bisa di ubah.



"Baiklah Kalau begitu Mari Kita mulai. " (Guild Master).



"Kalau begitu Mari kita mulai pertarungan nya! " (Elvi, Walikota).



"Aku akan mengalahkan mu. Jadi bersiaplah. " (Suveilla).



"Tidak kusangka bahwa pemimpin yang memimpin penyerangan ke Kota Terlevir adalah seorang pengecut. " (Alcot).



Perkataan mereka adalah pertanda bahwa pertarungan babak Kedua akan segera di mulai.


__ADS_1


š™Šš™ š™š, š˜æš™–š™ š™ š™šš™”š™–š™§ š™˜š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™žš™£š™ž. š™ˆš™¤š™¤š™£ š™ˆš™–š™–š™› š˜¼š™„š™–š™—š™žš™”š™– š™–š™™š™– š™ š™šš™Øš™–š™”š™–š™š™–š™£ š™†š™–š™©š™–. š˜æš™–š™£ š™Ÿš™Ŗš™œš™– š™ˆš™–š™–š™› š™–š™„š™–š™—š™žš™”š™– š™˜š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™ š™–š™”š™ž š™žš™£š™ž š™ š™–š™œš™–š™  š™Ÿš™šš™”š™–š™Ø.


__ADS_2