
Kota Terlevir. Itu adalah sebuah Kota yang seeing do kunjungi oleh para petualang.
Walaupun Kota Terlevir berada di pinggiran daerah Kekaisaran Alexandria, tapi Kota Terlevir adalah Kota terkuat nomor Dua setelah Ibu Kota Kekaisaran Alexandria.
Tapi saat ini Kota ini sedang di landa bencana. Yaitu bencana Gerombolan Monster menyerang Kota ini. Banyak yang mati, Kota yang saat ini sedang menjadi lautan api, Banyak yang kehilangan orang yang mereka sayangi, Dan banyak nya kehancuran yang di alami Kota ini.
Kami berhasil menghabisi para Monster. Kami Kota itu sudah selesai. Tapi, Tiba tiba muncul tiga orang misterius, yang mengaku sebagai dalang di balik penyerangan ini.
"Apa maksudmu!? " (Guild Master).
"Sudah kubilang bahwa semua yang terjadi malam ini telah kami rencanakan. Mulai dari hancurnya dinding pertahanan, hancurnya Kota, banyak orang yang mati, Gerombolan monster yang menyerang Kota ini. Itu semua sudah kami susun dengan rapih. " (Tetap Slay).
Ucap Tetap Slay dengan senyum jahat terpampang di wajahnya.
"Jadi, Semua ini terjadi Karena ulah kalian? " (Guild Master).
"Kan sudah ku bilang tadi, tapi dikarenakan Ali mamas kalau Aku di auruh menjelaskan ulangjadi Aku Akan menjawab 'Ya' " (Tetap Slay).
Guild Master yang selama ini selalu memiliki ekspresi bahagia, wajah yang tidak suram. Tiba tiba berubah ketika mendengar jawaban dari salah satu orang misterius itu.
Dia Marah, dikarenakan mereka Kota ini hancur Dan banyak yang mati. Tiba tiba Aura membunuh yang kuat keluar dari Guild Master. Bahkan Suveilla yang dari tadi tenang tiba tiba memasang wajah pic at Dan tubuh nya sedikit gemetar, Itu juga berlaku ke seluruh orang yang terbangun Dan saat ini ada di sini.
Tubuh mereka gemetar, menunjukkan wajah pucat. Mereka benar benar ketakutan.
Tiba tiba Guild Master mengangkat muka nya yang tadi nya menghadap ke bawah menjadi ke atas.
Guild Master menatap tajam ke arah ke tiga orang misterius itu. Sesaat waktu berhenti selama 2 detik, tapi setelah dua detik selesai, sebuah angin besar datang dari belakang Guild Master.
Tapi anehnya angin itu hanya mencoba meniup Dan mementalkan ke tiga orang itu, sedang kan Walikota, Suveilla, Dan Elvi tidak tergerak seinci pun dari tempat mereka berdiri.
Mereka merasakan kekuatan angin yang sama di rasakan oleh ke tiga orang misterius itu, tapi entah mengapa tubuh mereka masih bisa di gerakkan dengan mudah. Seperti tidak ada apa apa yang bisa membuat pergerakkan menjadi sulit.
"Eh? Mengapa Kita tidak tergerak seinci pun dari tempat kita berdiri? Padahal kita juga terkena hantaman angin yang kuat juga. Dan juga mengapa tidak ada tanah atau serpihan bangunan yang terbang juga? " (Elvi).
"Itu Karena Kekuatan Guild Master. " (Walikota).
"Karena Kekuatan Guild Master? Memangnya Kekuatan Guild Master apa? " (Elvi).
"Kekuatan Guild Master adalah, dapat menciptakan sebuah angin yang Akan memberikan efek yang buruk kepada apa yang di tetap kan sebagai musuh oleh Guild Master. Dan itu hanya satu dari tiga Kekuatan yang dimiliki Guild Master. " (Walikota).
"Hanya baru satu diantara tiga Kekuatan lain nya yang dimiliki oleh Guild Master? " (Elvi).
"Ya. " (Walikota).
"Waw! Ini saja sudah kuat, jadi Aku yakin Kekuatan lain nya yang di miliki oleh Guild Master Akan sekuat ini juga. Oh iya, Memangnya Job yang di miliki oleh Guild Master apa saja? " (Elvi).
"Dia punya tiga Job. Yaitu Job Wizard, Petarung Tangan Kosong, Dan Job Politik. " (Walikota).
"Hah!? Orang seperti nya mempunyai Job Politik? " (Elvi).
__ADS_1
"Ya. Walaupun Guild Master terlihat seperti de orang Otak Otot, tapi misalkan dia menganggap suatu masalah bahwa masalah itu serius, maka dia yang tadi nya Otak Otot menjadi pintar di bidang politik. Lagi pula dia adalah seorang Guild Master, jadi sudah wajar kalau punya Job Politik. " (Walikota).
"Oh... Oh, iya. Saat ini Aku tidak merasakan Aura membunuh Guild Master sama sekali. Apa kah dia telah menekan niat membunuh nya? " (Elvi).
"Tidak. Dia saat ini belum menekan Aura membunuhnya. " (Walikota).
"Abis itu kenapa Aku tidak merasakan Aura membunuh Guild Master lagi? " (Elvi).
"Itu Karena Aku telah menggunakan salah satu Skill ku kepada Aku Dan Suveilla. " (Walikota).
"Eh.... Memangnya Kekuatan Skill tersebut apa? " (Elvi).
"Kekuatan nya dapat membuat seseorang yang di pilih oleh pengguna Skill tersebut jadi tidak bisa merasakan Aura intimidasi. " (Walikota).
"Heh~..... Kekuatan yang sangat berguna. " (Elvi).
"Ya. Sudah banyak yang bilang bahwa Kekuatan ini sangat berguna. " (Walikota).
Saat ini Alcot sedang berlari di dalam Hutan Dark Forest. Dia berlari menuju ke arah tempat yang ia yakini bahwa di tempat itu pemimpin dari dalang penyerangan ke Kota Terlevir berada.
Dia menyusuri banyak Hutan, melewati banyak pepohonan Dan dedaunan.
Ada alasan mengapa Hutan ini dinamakan Hutan Dark Forest.
Hutan ini di namakan Hutan Dark Forest di Karena kan Hutan ini saat siang hari menjadi gelap. Itu Karena pohon pohon yang ada di Hutan ini pada tinggi tinggi Dan besar besar. Yang alhasil membuat cahaya matahari tidak bisa masuk dengan jumlah yang banyak.
Dan saat ini Aku sedang berada di Hutan Dark Forest, Dan Aku berada di Hutan ini saat malam hari, yang mana saat malam hari Hutan ini lebih gelap di banding kan saat siang hari. Tapi untungnya Aku baru saja men dapat kan Skill baru, yaitu Skill Night Vision. Ini adalah Skill yang sangat berguna ketika sedang berada di tempat yang gelap.
"Hm.... Seharus nya saat ini mereka telah bertemu dengan mereka. Selanjut nya Aku yang Akan bertemu salah satu dari mereka. Aku harus lebih cepat. " (Alcot Relinsten).
Di Karena kan Aku ingin cepat bertemu dengan pemimpin mereka, Aku pun mengaktifkan Skill Fly ku. Kaki ku mulai mengambang Dan terangkat dari tanah. Setelah kaki ku sudah tidak menyentuh tanah lagi, Aku pun menaikkan kecepatan terbang ny.
__ADS_1
Aku terbang di bawah kepala pohon yang ada di Hutan Dark Forest. Aku melakukan hal ini di Karena kan kalau Aku lewat atas pohon, secara otomatis Aku tidak Akan bisa melihat apa pun yang ada di dalam hutan. Itu Karena Pohon yang ada di Dark Forest itu Pada gede gede Dan sailing berdempetan, yang membuat kita kalau berada di ketinggian yang lebih tinggi dari pohon Akan membuat kita tidak bisa melihat apa pun yang ada di dalam hutan.
Setelah terbang cukup lama, akhir nya Aku menemukan tempat orang itu berada.
Setelah itu Aku menambahkan kecepatan, Dan setelah beberapa saat Aku berhasil sampai di depan orang itu.
Aku mematikan Skill Fly ku, Aku mulai menginjak tanah lagi.
Orang itu sedang duduk di sebuah kursi yang memiliki bentuk yang mirip dengan Kursi Singgasana.
Dia dari atas menatap rendah Aku. Dia pun berbicara.
"Tidak ku sangka bahwa tempat Aku berada Akan ketahuan secepat ini. " (Maling Pangsit).
"Ya, Aku telah menemukan tempat Aku berada. Pemimpin dari sebuah kelompok kriminal. " (Alcot).
ššš š
ššš š
ššš š
šš š ššš š šš”šš§ šššš„š©šš§ šš£š. ššš”šš£ššŖš© š£š®š š¼š šš£ š¢šš£šššš šØšššŖšš šššš„š©šš§ š„šš¢šššššš£ š¢šŖšØšŖš š®šš£š š¼š šš£ šš š”šš¬šš£ š¤š”šš š„šš§š š„šš©šŖšš”šš£š. š ššš š£šš£š©šš šš£ šØššš š®š.
šš¤šš¤š£ šššš šš„šššš”š ššš š š šØšš”šššš£ ššš©š.
ššš š ššš š
ššš š ššš š
ššš š ššš š
__ADS_1
ššš š ššš š
š½š®š š½š®š.