
Vode yang saat ini sedang di bawa oleh walikota, hanya bisa pastah dan menunggu sampai ia di bunuh.
Alasan dia pasrah adalah di karena kan sedari awal dia itu lebih lemah dari pada Walikota. Ditambah dia juga belum memakan pil merah yang di berikan oleh Maling Pangsit kepada dirinya.
Yang mana itu membuat perbedaan kekuatan antara dirinya dengan Walikota.
"Hei! Mau sampai mana kau ingin membawaku!? " (Vode).
"Oh! Kalau itu tinggal sedikit lagi, jadi tunggulah sebentar! " (Walikota).
Aku yang saat ini terus di pegang wajah ku dan di bawa ke tempat yang Aku tidak ketahui, tiba tiba genggaman yang menggenggam wajah ku lepas. Tapi itu di lepas dengan cara melemparku ke belakang sampai Aku menabrak banyak pohon, dan merubuhkan pohon pohon tersebut.
"Hei!! Kalau kau melepaskan genggaman mu dan menurunkan ku, minimal gunakan cara yang lembut! " (Vode).
"Hah!? Buat apa Aku melakukan sesuatu yang baik kepada musuh ku? " (Walikota).
"Ah~.Kau ada benar nya juga. " (Vode).
"Noh betulkan. Bahkan Kau juga setuju. " (Walikota).
"Tapi tetap saja. Kau harus melakukan nya dengan lebih lembut. Aku saat ini sangat kelelahan Akibat Aku harus menahan serangan orang itu! Jadi kalau Kau melempae ku seperti itu, Yang ada Aku akan terluka Akibat tubuh ku yang sudah lemas. " (Vode).
"Hm...... Tapi, Bukankah itu malah bagus untuk ku? " (Walikota).
"Ah! Erghhh... " (Vode).
"Kau itu musuh ku kalau kau terluka maka itu berarti Aku sedang di untungkan! " (Walikota).
"Hah... Baiklah, Aku mengalah soal tentang melakukan ku dengan lembut. Tapi Aku tidak akan mengalah di pertempuran ini! Ingatlah, Aku tidak akan mengalah! " (Vode).
"Iya, Iya, Iya. Bagaimana kalau kita mulai pertarungan nya sekarang? Supaya hemat waktu. " (Walikota).
"Seperti nya kau memang ingin mati ya. Baiklah kalau begitu akan kuwujudkan keinginan mu! " (Vode).
Vode pun mengambil pil berwarna merah dari dalam kantung nya. Setelah dia ambil, Dia memasukkan pil berwarna merah tersebut ke dalam mulutnya.
*ššš¦šØš¦šØ.*
Dia menelan pil berwarna merah tersebut.
Setelah dia menelan pil tersebut, tiba tiba tubuh nya mengeluarkan sebuah cahaya berwarna merah.
"Oh!! Apa ini? Tiba tiba ketika Aku menelan pil merah tersebut, muncul sebuah cahaya dari dalam diri ku. Serta ketika cahaya merah tersebut keluar tiba tiba selurah rasa sakit yang ku miliki hilang, semua luka yang ku miliki hilang, Tenaga dan mana ku yang tinggal sedikit tiba tiba terisi penuh, tidak malah ini jumlah nya lebih banyak dari pada yang Aku miliki sebenarnya! Ini sangat hebat! " (Vode).
Walikota yang melihat cahaya warna merah tersebut serta mendengar perkataan Vode memasang sikap waspada.
Dia melakukan hal ini dikarenakan kalau perkataan Vode benar, maka itu berarti dia bisa melancarkan serangan mendadak dengan kekuatan yang kuat.
Vode yang melihat hal itu menyeringai jahat.
"Tenang saja. Aku saat ini tidak akan menyerang. Bagaimana kalau pertama tama kalau kita kenalan dulu? " (Vode).
"Entah mengapa sikap mu berubah. baiklah, walau pun Aku tau bahwa Kau sudah mengenalku, tapi Aku akan tetap memperkenalkan diriku! Perkenalkan Aku adalah Walikota Kota Terlevir. Kau boleh memanggil ku Walikota" (Walikota).
"Oh.... Baiklah. Baiklah, sekarang waktu nya diri ku yang memperkenalkan diri. Perkenalkan Aku adalah Vode. Salah satu orang terlemah di organisasi itu. " (Vode).
"Organisasi itu? Maksudnya? " (Walikota).
"Ah! Kalau itu kau tidak perlu tau. " (Vode).
"Baiklah kalau kau maunya begitu. " (Walikota).
__ADS_1
"Baiklah. Apa kah Kau siap, Walikota!? " (Vode).
"Ya! Aku sudah siap! " (Walikota).
"Bagaimana kalau kita mulai sekarang?" (Vode).
"Ya! Mari kita mulai! " (Walikota).
Walikota pun maju dengan membawa pedang katana di tangan kanan nya.
Setelah Walikota sudah dekat dengan Vode berada, dia pun menebaskan pedang nya secara horizontal.
Tapi Vode berhasil menangkisnya dengan cara menciptakan sebuah dinding tak terlihat.
Setelah berhasil menangkisnya. Vode pun mendorong Walikota dari dinding tak terlihat. Setelah berhasil mendorong Walikota menjauh dari dinding nya. Vode pun menciptakan palu yang di buat dengan skill nya.
Palu itu mengenai Walikota dan menghantam tubuh Walikota ke tanah.
*šš¶š¢š³š³š³š³*
Suara benturan palu tersebut terdengar kencang.
Bukan hanya itu. Benturan palu itu membuat tanah menjadi retak.
Vode pun mengangkat palu nya untuk melihat kondisi Walikota.
Setelah diangkat, ternyata di Sana tidak ada tubuh Walikota.
Vode pun bingung.
"Ke mana Dia pergi? " (Vode).
Tepat ketika dia berkata seperti itu, tiba tiba ada tebasan pedang melesat ke arah dirinya berdiri.
Dia melihat Walikota yang saat ini sedang berdiri di udara.
"Kau punya Skill yang unik. " (Vode).
"Terima kasih atas pujiannya. " (Walikota).
Segera setelah itu pedang yang di pegang Walikota mengeluarkan sebuah cahaya berwarna Putih.
Walikota mengibaskan pedang nya yang sudah dilapisi cahaya Putih tersebut ke bawah.
"šš¶š¢š³š³š³š³*
Tebasan itu menghasilkan sebuah kawah ber bentuk bulan sabit.
" Wow! Dampak yang hebat. Tapi...., Itu belum ada apa apa nya! Sekarang giliranku menyerang! "(Vode).
Vode mengangkat tangan nya. Tiba tiba di tangan nya tercipta sebuah shuriken yang besar.
Vode melempar Shuriken tersebut ke arah Walikota berada.
Shuriken itu terbang berputar dengan cepat menuju ke arah Walikota.
Walikota mengaktifkan skill 'Mana Sword'. Setelah mengaktifkan Skill tersebut, pedang nya di lapisi oleh cahaya berwarna Putih.
Dia menghantam kan pedang nya yang sudah di selimuti oleh cahaya ke arah Shuriken.
Kedua serangan itu bentrok, dan menghasilkan sebuah ledakan yang cukup besar.
__ADS_1
Ledakan itu menciptakan ASAP yang tebal, dan juga Asap itu mengepul di udara. Itu membuat kedua belah pihak tidak bisa melihat.
Walikota meningkatkan ke waspadaannya. Dia melakukan hal itu supaya tidak ada serangan dari dalam Asap yang mengenai diri nya.
Dia diam. Tidak mengeluarkan suara. Kalau dia mengeluarkan suara yang ada malah dia bakalan di ketahui di mana posisinya berada.
Tiba tiba datang sebuah Shuriken dari dalam Asap. Tapi untung saja, Walikota berhasil menangkisnya Shuriken tersebut.
Tapi di karena kan Walikota menangkisnya, Tiba tiba datang Shuriken lebih banyak dari pada sebelum nya. Itu datang dari banyak arah. Ada yang datang dari kanan, ada yang datang dari kiri, ada yang datang dari belakang, ada yang datang dari depan, dan ada yang datang dari depan.
Saat Walikota sedang sibuk menghadapi dan menangkis semua Shuriken yang terbang ke arah nya.
Dia tidak sadar bahwa saat ini Vode menyiapkan sesuatu.
Vode sudah selesai menyiapkan hal itu.
Dia pun melempar benda itu ke arah Walikota berada.
Vode melempar sebuah Shuriken yang memiliki besar yang sama dengan Shuriken yang menciptakan Asap ini.
Shuriken itu melesat ke arah Walikota.
Shuriken itu menyerang dari titik but a Walikota.
Dikarenakan Walikota yang sibuk menangkis serangan Shuriken kecil yang di buat oleh Vode sebagai pengalih, Shuriken besar itu berhasil sampai di belakang Walikota.
Dan-.
*šš¶š¢š³š³š³š³š³š³*
šš š ššš š šš”šš§ šššš„š©šš§ šš£š.
šš¤š¤š£ š¢ššš šš„šššš”š ššš š ššØšš”šššš£ š šš©š.
ššš š~~
ššš š~~
ššš š~~
ššš š~~
ššš š~~
__ADS_1
š½š®š š½š®š~