
Ke esokan harinya
Di sebuah hutan, yang mana hutan tersebut Dark forest.
Di salah satu bagian hutan tersebut, ada tiga orang bermantel hitam. Mereka sedang membicarakan sesuatu.
"Huh.Kemana si Pengkol? Dan juga mana Orang yang menyuruh kita berkumpul disini? Padahal tadi pagi Dia menyuruh kita untuk beristirahat, supaya tidak nanti tidak gagal menjalankan misi. " (Tetap Slay)
"Hei, Tenanglah. Aku cukup yakin bahwa dia mempunyai alasan untuk memangil kita. Tapi, kenapa belum datang juga ya? Si Pengkol. " Ucap salah satu orang bermantel hitam, dengan Code Name Ale.
"Ya, Aku setuju dengan perkataan Ale. Mengapa ya belum datang juga Si Pengkol dan Maling Pangsit. " Ucap salah satu orang misterius dengan Code Name Vode.
Mereka bertiga pun menunggu datang nya Maling Pangsit dan Pengkol, sambil memberikan pertanyaan satu sama lain.
Setelah menunggu untuk waktu yang cukup lama, yaitu 10 menit. Akhirnya Maling Pangsit sampai di tempat perkumpulan.
"Ah, Akhirnya Kau sampai juga. Jadi bisa beri tau kami alasan mengapa Kau mengumpulkan kami disini? Dan juga dimana Pengkol? " (Tetap Slay)
Setelah mendengar pertanyaan dari Tetap Slay, Maling Pangsit pun melihat ketiga nya. Setelah selesai melihat ketiga nya dia pun mulai berbicara.
"Alasan Aku mengumpulkan kalian adalah untuk mengumumkan bahwa Rencana penyerangan akan di ubah menjadi besok malam nya lagi. " (Maling Pangsit)
"Kenapa Kau merubah rencananya? " (Vode)
"Itu karena...... Hahhhh, Huh. Itu karena Pengkol telah mati. " (Maling Pangsit)
Ke heningan terjadi selama beberapa detik.
"Hah? Pengkol mati? Bagaimana mungkin. Bukankah kemarin pagi dia tidak kenapa napa? " (Ale)
"Setelah kita bubar dari pertemuan tadi pagi Aku berada di kota Terlevir, untuk menyewa kamar. Setelah Aku menyewa kamar Aku pun tidur. Setelah keesokan harinya Aku terbangun di jam 10.00.Setelah Aku bangun, Aku pergi ketempat pemesanan makanan, dan memesan makan. Setelah selesai makan Aku pun berkeliaran di tengah kota, tanpa tujuan. hingga Aku berkeliaran sampai jam 16.00.Aku pun memutuskan pergi ke restoran untuk makan. Saat Aku sedang makan Aku mendengar pembicaraan dari dua perempuan. Mereka berbicara bahwa ada dua orang yang sedang bertempur, dan pertempuran itu sangat dahsyat. Awalnya Aku tidak peduli tapi tiba tiba Aku mendengar mereka berbicara bahwa salah satu orang yang bertempur memiliki kekuatan rantai, dan orang yang menggunakan rantai itu kalah dan mati, bahkan tubuh nya dibakar jadi abu. Setelah mendengar itu, Aku menanyakan di mana tempat mereka melihat dua orang itu bertarung. Salah satu menjawab bahwa itu terjadi di dekat Desa Peternakan. Setelah mendengar jawaban itu Aku pun langsung berangkat menuju ke Desa Peternakan. Setelah sampai di sana, Apa yang kulihat adalah bekas pertempuran yang hebat. Setelah melihat hal itu, Aku pun melihat ke berbagai penjuru, dan menemukan sebuah Tombak Rantai yang besar. Aku pun menyampari Tombak Rantai tersebut, dan memerikasa Tombak Rantai tersebut. Alangkah terkejutnya Aku setelah Tau bahwa itu adalah Tombak Rantai yang diciptakan oleh Pengkol. Mulai dari kekerasannya, sifat nya, dan ujung rantai nya. Semua sama dengan rantai yang dimiliki oleh Pengkol. Dan disitu Aku tau bahwa Pengkol betulan mati. Setelah mengetahui akan hal itu, Aku pun menyampaikan pesan kepada kalian untuk berkumpul di tempat yang sama. "(Maling Pangsit)
"Oh, jadi apa hubungannya kita mengundur waktu penyerangan? " (Ale)
"Aku akan menyelidiki, siapa yang telah membunuh Pengkol. " (Maling Pangsit)
"Kenapa Kau ingin melakukan hal tersebut? " (Vode)
"Itu karena orang yang mengalahkan Pengkol, pasti sangat kuat sampai bisa mengalahkan Pengkol, yang mana Dia adalah yang terkuat nomor dua di kelompok ini. Jadi Aku harus menyelidiki peribal hal ini, supaya tidak ada ke gagalan dalam rencana meruntuhkan Kota Terlevir. " (Maling Pangsit)
""" Ohh, Begitu. Kalau begitu semangat ya untuk penyelidikannya. """ (Tetap Slay, Vode, Ale)
"Kalau begitu kalian boleh bubar, ingat jangan ada yang mencoba untuk melakukan pertarungan. " (Maling Pangsit)
""" Baik, Bos. """(Tetap Slay, Vode, Ale)
" Cih, Kompak sekali kalian. "(Maling Pangsit)
Setelah itu mereka berempat pun berpisah dan bubar ketempat istirahat mereka masing masing.
Di desa Elf. Tempat Alea dan Sela dirawat.
Saat ini Alea sedang berlatih, untuk meningkatkan ke Akuratan arah tembak panahnya. Dia menggunakan busur biasa, bukan busur yang dia punya.
Dia menggunakan busur ini karena, kalau dia menggunakan busur miliknya yang ada hanya akan menghancurkan sekeliling nya.
\*šš©šµš¢š³\*
Bunyi panah yang ditembakkan dan mengenai targetnya terdengar.
" Waw, Skill memanah mu hebat juga ya. "(Olivia)
" Oh, tidak juga kok. "(Alea)
__ADS_1
" Jangan terlalu merendah. Kau itu berbakat di bidang panahan, jadi kau harus melatihnya terus. "(Olivia)
" Sudah banyak orang yang bilang begitu kepada ku. "(Alea)
\*šš©šµš¢š³\*
" Baiklah, Ini tembakkan terakhir. "(Alea)
\*šš©šµš¢š³\*
Setelah menembakkan anak panah tersebut, Dia pun pergi kerah tempat busur di simpan, dan menaru nya di sana.
Setelah menaru Busur tersebut Dia pun pergi menuju ke dalam Rumah Pengobatan.
"Alea,Mau Kemana Kau? " (Olivia)
"Sudah jelaskan, Aku ingin pergi mandi terlebih dahulu, untuk membersihkan tubuh. " (Alea)
Setelah menjawab begitu, Alea pun masuk kedalam. Setelah masuk ke dalam Dia pun berjalan menuju kamar mandi berada.
Dia menutup pintu dan menguncinya, supaya tidak ada yang membukanya.
Setelah 13 menit berlalu, Akhir nya Alea pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya.
"Huh, Segar. Sudah kuduga cara terbaik menghilangkan gerah adalah dengan melakukan mandi" (Alea)
Aku pun berjalan menuju tempat Sela tertidur,
Untuk melihat kondisinya.
Aku pun sampai di tempat tidur yang di pakai Sela. Jujur saja mungkin karena belum mandi selama dua hari Dia pun jadi Bau.
"Nggh." (Sela)
Alea terkejut mendengar suara barusan. Dia melihat ke Sela. Setelah melihat ke Sela, Dia melihat bahwa Sela secara perlahan membuka kedua mata nya.
Alea pun langsung memeluk Sela. Sela yang baru saja bangun dari pingsannya terkejut dengan tindakan mendadak yang dilakukan oleh Alea.
__ADS_1
"Eh, Alea, Kenapa Kau memelukku secara tiba tiba? " (Sela)
"Akhirnya Kau sadar juga. Setelah pingsan selama dua hari, akhirnya Kau bangun juga. " (Alea)
"Eh, Aku pingsan selama dua hari? " (Sela)
"Iya, Kau pingsan selama dua hari. Dan misalkan Kau menanyakan kita berada di mana, saat ini kita berada di Rumah Sakit. "(Alea)
" Di rumah pengobatan!! Bukan di Rumah Sakit. "(Olivia)
Teriak Olivia, untuk membetulkan perkataan Alea.
" Oh, iya, sekarang Kita ada di Rumah Pengobatan. "(Alea)
" Ohh. Em... Omong Omong, Alea. "(Sela)
" Ya? Ada apa? "(Alea)
" Aku punya satu permintaan, Apakah Kau boleh mengabulkannya? "(Sela)
" Hm.... Itusih, tergantung Apa permintaanya. "(Sela)
" Permintaan nya adalah, bagaimana kalau kita selanjutnya pergi ke ibu kota Kerajaan Elf? "(Sela)
" Yah, Kalau cuma itu sih bisa. Apa lah hanya itu permintaan mu? "(Alea)
" Iya. "(Sela)
"Yaudah, Besok kita akan berangkat menuju ke Ibu Kota Kerajaan Elf. " (Alea)
"Oke.Terima kasih Alea. " (Sela)
"Baiklah, tapi yang pertama, cepat pergi ke kamar mandi dan mandi, soalnya kau bau sekali" (Alea)
"Baik." (Sela)
Sela pun berdiri dari kasur nya, dan berjalan menuju kamar mandi.
šš š š¾ššš„š©šš§ š šš”š šš£š š šš”šš§. šš¤šš¤š£ šššš šš„šššš”š ššš š ššØšš”šššš£ š šš©š.
__ADS_1
ššš š~~
š½š®š š½š®š.