
Setelah sang Raja memerintahkan Rivera untuk mengantar para pahlawan ke kamar yang mereka akan pakai. Putri Rivera pun menjawab.
"Baik."
Setelah itu putri Rivera berbalik badan dan mengatakan.
"Kalian para pahlawan, ayo ikuti Aku. Aku akan menunjukkan kamar yang akan kalian tempati, jangan sampai ada yang tertinggal. " (Rivera)
"""""" Oke """""" Jawab para pahlawan.
Setelah itu Putri Rivera mulai berjalan keluar ruang singgasana di ikuti oleh para pahlawan dari belakang.
Setelah Putri Rivera meninggalkan ruang singgasana pintu untuk masuk ke ruang singgasana pun ditutup.
"Emm~, Putri Rivera, Saya ingin bertanya sesuatu. "
"Ya? Apa itu? " (Rivera)
"Itu, sebenarnya kenapa jumlah kami tidak
lengkap? "
"Tidak lengkap? Apa maksudmu? "
"Maksudku, Murid yang ada dikelas kami ada 20 tapi kenapa yang ada disini hanya ada 14 saja? Kemana 6 murid lainnya? "
"Iyakah? Ya, Kalau itu benar Aku juga tidak tau mengapa. Oh iya omong omong siapa nama mu? Aku ingin tau, soalnya dari tadi kau mulu yang bertanya. "
"Em, Aku, Yah, namaku adalah Alex Sandro sang ketua kelas. "
"Owh." (Rivera)
Setelah pembicaraan singkat tersebut Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kamar yang akan Kami tempati.
Sebenarnya Aku masih belum percaya bahwa Rivera tidak mengetahui apapun tentang hal ini, soalnya bagaimanapun saat Aku menanyakan pertanyaan tentang murid yang tidak lengkap sesaat dia entah mengapa wajahnya tiba tiba menjadi tegang dan mencurigakan, jadi nanti saat ada waktu Aku akan mencari tau jawaban nya sendiri.
Setelah berjalan cukup lama melewati lorong Kastil Kami pun akhirnya berhenti didepan sebuah pintu.
"Oke, Para Pahlawan, ini akan menjadi kamar kalian para lelaki, jadi kalian para lelaki akan sekamar. Kalau perempuan, ikuti Aku, Aku akan menunjukkan kamar yang akan kalian tempati. "
Setelah mengucapkan hal tersebut para laki-laki masuk ke dalam kamar tersebut, dan para perempuan pergi mengikuti Putri Rivera.
Setelah berjalan beberapa saat mereka pun berhenti lagi didepan sebuah pintu.
"Oke, kalau ini kamar untuk kalian para perempuan."
Putri Rivera menunjuk ke pintu yang ada didekat kami dan mengatakan bahwa ini adalah kamar untuk perempuan.
Setelah itu para perempuan menganggukkan kepala mereka dan masuk ke dalam kamar.
"Oke sampai jumpa semuanya. Pastikan kalian untuk beristirahat yang cukup, soalnya besok kalian akan mulai latihan untuk memperkuat diri. "
""" Baik. """
Setelah menjawab peringatan dari Rivera pintu kamar pun ditutup. Setelah pintu kamar ditutup Putri Rivera pun pergi menuju ke kamarnya.
Setelah Aku selesai memakan daging Naga terakhir yang ku pegang dan menyisakan setengah daging Naga tersebut. Tapi itu bukan semua daging yang kupunya, Aku masih ada daging Wyvern bakar yang masih utuh dan belum sama sekali ku makan.
Aku pun memasukkan semua daging yang kupunya ke Skill Unlimited Storage Space, yang mana itu Skill yang mampu menyimpan apapun tanpa ada batasan, dan Skill ini juga merupakan Skill yg ang baru kudapatkan.
Jujur saja Stok makananku sudah sangat banyak, dan juga Aku cukup yakin bahwa Aku akan kesulitan untuk menyimpan stok makananku bila Aku tidak punya skill Unlimited Storage Space.
"Hmm namanya itu 'Unlimited'yang berarti tak terbatas tapi... Apa betul bahwa itu tak terbatas? "
__ADS_1
"šš š¢šš® šš¢ššš¤ ššš«ššššš¬, š¢šš® š¤šš«šš§š š¬š¤š¢š„š„ šš§š„š¢š¦š¢ššš šššØš«šš š šš©ššš šš¢ššš¤ š¦šš¦š¢š„š¢š¤š¢ š¤šØš§š¬šš© š„ššÆšš„. " (šš²š¬ššš¦)
"Owh, begitu. Hem, Jadi selanjutnya Aku harus ke mana? "
Setelah berpikir sejenak akhirnya Aku memutuskan
untuk pergi kemana.
"Baiklah sudah kuputuskan, Aku akan pergi ke Kota terdekat terlebih dahulu. System tunjukkan dimana Kota terdekat berada. " (Alcot)
"ššš¢š¤, \*š¬šššš§š š¦šš¦š¢š§ššš¢\*, ššš¢š¤š„šš” š¬šš²š š¬š®ššš” ššš©ššš¤šš§ šš®šš§ š”šš§š²š š©šš«š„š® š©šš«š š¢ š¤š šš«šš” ššš«šš š§šš§šš¢ šš®šš§ šš¤šš§ š¦šš§šš¦š®š¤šš§ š¬ššš®šš” ššØšš. "
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Kota tersebut? "
"ššš„šš® šš®šš§ ššš«š®š¬ ššš«š£šš„šš§ ššš§š©š š¢š¬šš¢š«šš”šš šš®šš§ šš¤šš§ š¬šš¦š©šš¢ ššš¬šØš¤, ššš§š šš” ššš«š¢. "
"Eh, Lama sekali, dan juga butuh waktu yang lama kalau tidak istirahat, pasti Aku akan membutuhkan waktu dua hari untuk sampai ke Kota tersebut. "
Setelah berpikir sejenak, dia pun terpaksa melakukan perjalanan yang lama.
"...... " (šš²š¬ššš¦)
"Apa maksudmu? Kau pasti terpikir sesuatu, katakan apa itu? "
"šš®šš§ š¬šš²š š”šš§š²š š”šš«šš§ ššš§š šš§ š¤šššØššØš”šš§ šš§šš. "
"Hah? Apa maksudmu, dan lagi sejak kapan Kau bisa berbicara kasar? Padahal dari tadi Kau berkata dengan sopan. " (Alcot)
"ššš¤š¬š®šš¤š®, šš®šš§ š©š®š§š²š šš¤š¢š„š„ š š„š² š²šš§š š¦šš¦šš®šš šš®šš§ šš¢š¬š ššš«ššš§š . ššš§ š¦š¢š¬šš„š¤šš§ šš®šš§ š¦šš§š š š®š§šš¤šš§ šš¤š¢š„š„ ššš«š¬ššš®š šš®šš§ šš¤šš§ š¦šš¦šš§š š¤šš¬ š°šš¤šš® š©šš«š£šš„šš§šš§ š¬šššš§š²šš¤ š¬šššš§š šš”š§š²š, ššš§š šš§ š¤ššš š„šš¢š§ šš®šš§ šš¤šš§ š¬šš¦š©šš¢ šš¢ ššØšš ššš«ššš¤šš ššš§š šš” ššš„šš¦ š¦š¢š¬šš„š¤šš§ šš®šš§ šš¢ššš¤ š¢š¬šš¢š«šš”šš. "
"Ah, Ternyata itu maksudmu. Kalau begitu akan ku coba gunakan Skill Fly untuk memastikan bahwa Aku bisa mengendalikannya. "
Setelah itu Aku pun mengaktifkan Skill Fly yang kudapat dari memakan daging Naga.
Setelah Aku mengaktifkan Skill Fly, kaki Aku pun tetangkat dari tanah. Setelah itu Aku pun mencoba bergerak, Aku terbang berputar dekat bis sebanyak lima kali.
"Oh, Ternyata gampang dan mudah untuk mengendalikannya, berbeda dari apa yang kubayangkan. "
__ADS_1
Setelah itu Aku turun ke tanah dan memegang pedang Red Fire Of Destruction yang tertancap dan memasukkannya ke dalam Storage.
"Baiklah kalau begitu mari kita pergi ke Kota terdekat. "
Aku pun mengaktifkan kembali Skill Fly, setelah itu Aku pun mengambang dan langsung pergi menuju ke arah barat, tempat Kota terdekat dari tempat Aku berada.
"Oh iya, System? Apa nama Kota tersebut? "
"ššš¦š ššØšš ššš«š¬ššš®š šššš„šš” ššØšš ššš«š„ššÆš¢š«. ššš® šššš„šš” š¬ššš®šš” š¤šØšš š²šš§š ššš šš¢ š¤šš«šš£ššš§ šš„šš±šš§šš«š¢š. "
"Heh, Begitu, Tapi kenapa dari tadi banyak sekali Monster? Yah, Aku sih tidak protes, soalnya Aku jadi mendapat kan EXP. "
"ššš® š¤šš«šš§š š¢š§š¢ šššš„šš” š¬šš„šš” š¬ššš® ššš¦š©šš ššš«š„šš«šš§š š²šš§š ššš šš¢ šš®š§š¢š š¢š§š¢. "
"Tempat terlarang? "
"šš, š¢š§š¢ šššš„šš” ššš¦š©šš ššš«š„šš«šš§š , ššš¦š©šš š¢š§š¢ šš¢š¬ššš®š ššš«š„šš«šš§š šš¢š¤šš«šš§šš¤šš§ šš¢ ššš¦š©šš š¢š§š¢ ššš ššš š¢šš® ššš§š²šš¤ š¦šØš§š¬ššš« š²šš§š š¤š®šš. ššš”š¤šš§ ššš š¬š„šš” š¬ššš® ššš«š¢ šš¦š©šš ššš£š ššš š, ššš£š ššš š šš©š¢ šš„šÆšš«š®š¬. "
"Eh~, Begitu. Eh, tunggu, itu berarti orang yang memanggilku ke dunia ini memang ingin Aku mati. Sial mengapa Dia sangat ingin Kau mati? System apakah kau tau mengapa? "
"šššš šš®šš§, ššš©š¢ ššš²š š£š®š š šš¢ššš¤ š¦šš§š šššš”š®š¢ š¦šš§š šš©š šØš«šš§š ššš«š¬ššš®š š¢š§š š¢š§ šš§šš š¦ššš¢. "
"Oh~, Ya, Yasudahlah, nanti juga akan tau jawabannya kalau Aku bertemu dengan nya dan menanyakan mengapa dia sangat ingin Aku untuk mati. "
Aku pun terbang melewati padang rumput yang di isi oleh para monster, tentu saja semua monster yang Aku lihat langsung kubunuh. Itu karena Aku membutuhkan kekuatan yang lebih untuk mengalahkan orang yang memanggilku ke Dunia Ini.
Sejauh mata memandang hanya ada padang rumput yang luas yang di isi oleh para monster dan beberapa tumbuhan, jadi Aku pun terus terbang menuju ke arah barat sambil membunuh para monster, dan Aku tidak turun sampai Aku tiba di Kota.
šæšš šŖš£š©šŖš ššš§š šš£š šØšššš£š ššš šššš„š©šš§ š£š®š. šššš šš„šššš”š ššš š ššØšš”šššš£ š šš©š.
š šš£ššš£ š”šŖš„š šŖš£š©šŖš
ā±ā±āā®ā±ā±ā±ā±ā±ā±ā±ā±ā±ā±
ā±ā±āāā±ā±ā³ā±āā³āāā³ā
āāāÆāāā®āā±āā£ā»ā®ā£ā±
āāāāāāā»āāā»ā±āāā
āā®āāāāāāāāāāāā
ā±ā°āāāāÆ
__ADS_1